Pep Guardiola Menangis Haru Saat Dengar Pesan Perpisahan Fans Man City

Pep Guardiola Menangis Haru Saat Dengar Pesan Perpisahan Fans Man City
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, melambaikan tangan kepada para suporter setelah pertandingan melawan Aston Villa di Premier League, Minggu (24/5/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Pelatih legendaris Manchester City, Pep Guardiola, tak mampu menyembunyikan emosinya saat mendengarkan pesan perpisahan dari para suporter usai memutuskan meninggalkan klub setelah satu dekade penuh kesuksesan.

Momen mengharukan itu terekam dalam video yang dirilis Manchester City beberapa hari setelah laga kandang terakhir musim ini. Dalam tayangan tersebut, Guardiola tampak beberapa kali menahan air mata ketika mendengar kisah dan ucapan terima kasih dari fans yang merasa hidup mereka berubah selama era kepelatihannya di Etihad Stadium.

Guardiola resmi mengakhiri perjalanannya bersama City setelah 10 tahun yang dipenuhi trofi dan rekor bersejarah. Selama menangani klub asal Manchester itu, pelatih asal Spanyol tersebut sukses mengubah City menjadi salah satu kekuatan dominan di sepak bola Eropa.

Pada laga perpisahan di kandang, Guardiola sempat memberikan pidato emosional kepada para pendukung. Ia bahkan menutup ucapannya dengan kalimat penuh emosi yang menyebut perjalanan bersama City sebagai pengalaman yang “sangat menyenangkan”.

Emosi Guardiola Pecah

Namun, suasana paling menyentuh justru terjadi dalam video khusus perpisahan yang disiapkan klub. Awalnya Guardiola terlihat santai dan tersenyum saat mendengarkan berbagai pesan dari para suporter. Hingga akhirnya sebuah cerita tentang seorang ayah yang telah meninggal membuat emosinya pecah.

Salah satu fans menceritakan bagaimana ayahnya yang lahir pada 1928 merupakan pendukung setia Manchester City sejak era Maine Road. Sang ayah disebut selalu bangga menjadi bagian dari City dan diyakini akan sangat mencintai apa yang telah dilakukan Guardiola untuk klub.

Pesan itu membuat Guardiola terdiam. Ia terlihat menutup mulut dengan tangan sambil mengusap air mata yang mulai jatuh.

Tak hanya itu, fans lain juga mengungkapkan rasa terima kasih karena Guardiola telah menghadirkan begitu banyak kenangan indah bagi keluarganya. Mulai dari momen menyaksikan gol Ilkay Gundogan, kemenangan besar atas Real Madrid, hingga keberhasilan meraih treble winners dan empat gelar liga beruntun.

Menurut suporter tersebut, semua kenangan itu menjadi momen berharga yang akan terus diingat bersama anak-anaknya.

Apresiasi Guardiola

Apresiasi Guardiola

Para suporter Manchester City membentangkan spanduk ucapan terima kasih kepada pelatih Pep Guardiola pada laga terakhirnya sebagai manajer dalam pertandingan Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Aston Villa, 24 Mei 2026 (c) AP Photo/Alastair Grant

Setelah mendengarkan seluruh pesan, Guardiola memberikan tepuk tangan untuk para fans sebelum menyampaikan ucapan terakhirnya.

Ia mengatakan bahwa trofi memang penting, tetapi yang paling berarti baginya adalah hubungan emosional yang tercipta antara klub, pemain, dan suporter. Guardiola menilai kenangan yang dibangun bersama para fans jauh lebih bermakna dibanding sekadar daftar gelar juara.

Pelatih berusia 55 tahun itu juga mengaku dirinya kini merasa menjadi bagian dari Manchester sepenuhnya.

“Saya akan selalu menjadi bagian dari tempat ini,” ujar Guardiola.

Sementara itu, sejumlah laporan menyebut Guardiola sudah mulai memikirkan langkah berikutnya dalam karier kepelatihannya. Menariknya, ia dikabarkan ingin meninggalkan sepak bola klub dan membuka peluang menangani tim nasional Inggris di masa depan.