Carragher Menyerah, Sepakat dengan Roy Keane: Liverpool Adalah Juara yang Buruk
Afdholud Dzikry | 9 Februari 2026 16:03
Bola.net - Bulan madu itu telah usai, berganti dengan mimpi buruk yang nyata. Liverpool, yang musim lalu begitu gagah mengangkat trofi Premier League di bawah asuhan Arne Slot, kini justru terseok-seok dalam upaya mempertahankan gelar.
Penurunan performa The Reds begitu drastis hingga memancing kembali label menyakitkan: Juara yang Buruk.
Biasanya, Jamie Carragher akan menjadi orang pertama yang pasang badan membela mantan klubnya. Namun kali ini, sang legenda tak lagi memiliki argumen untuk membantah.
Ia terpaksa mengangguk setuju pada kritik pedas Roy Keane. Sebuah pengakuan pahit bahwa ambisi Liverpool untuk membangun dinasti baru saja runtuh di tengah jalan.
Duduk di peringkat enam setelah 24 pertandingan, pasukan Arne Slot kini tak lagi bicara soal gelar juara. Fokus mereka menyempit: sekadar bertahan hidup demi tiket Liga Champions yang belum tentu aman.
Komentar Menohok Roy Keane

Roy Keane dikenal sebagai sosok yang blak-blakan dan tanpa kompromi. Menjelang laga besar Liverpool kontra Manchester City, legenda Manchester United itu melontarkan kritik tajam kepada para pemain Liverpool. Intinya jelas: berhenti mengeluh dan terima kenyataan.
Menurut Keane, pujian dan kritik adalah satu paket yang tak terpisahkan dalam sepak bola level elite. Ia mengingatkan bahwa musim lalu Liverpool dielu-elukan berkat performa gemilang mereka. Namun musim ini situasinya jauh berbeda. Dengan tertinggal 17 poin dari puncak klasemen, kritik adalah konsekuensi logis yang tak bisa dihindari.
“Saya pikir Anda harus menelannya. Ya, selalu ada kekhawatiran jika kritik menjadi personal, saya paham pemain bisa kesal. Tapi ketika Anda mengkritik Liverpool karena bermain terlalu terbuka atau karena banyak kalah di kandang, tebak apa? Anda memang pantas dikritik,” semprot Keane.
Pria asal Irlandia itu kemudian menyoroti perbedaan sikap pemain saat menang dan kalah. Menurutnya, para pemain menikmati segala privilese ketika sukses, tetapi terlihat rapuh ketika gagal.
“Musim lalu, ketika Anda bermain sangat bagus, merayakan gelar dengan sisa lima atau enam pertandingan, lalu pergi berlibur ke Ibiza berminggu-minggu, semua orang memaklumi itu karena Anda juara liga,” lanjutnya.
Vonis Keane pun tak main-main. Ia kembali mengulang pernyataan kontroversial yang pernah ia lontarkan beberapa tahun lalu.
“Tapi ketika Anda tidak menang dan tertinggal jauh seperti beberapa tahun lalu, saya katakan dan akan saya katakan lagi: mereka adalah juara yang sangat buruk,” tegasnya.
Van Dijk Pasang Badan untuk Generasi Muda

Sebelum kritik Keane mencuat, kapten Liverpool Virgil van Dijk sempat mencurahkan kegelisahannya kepada Gary Neville. Bek asal Belanda itu menilai para pandit, terutama mantan pemain top, memiliki tanggung jawab moral terhadap generasi pemain saat ini.
Van Dijk menegaskan bahwa dirinya pribadi tidak masalah menerima kritik. Namun ia khawatir dengan dampak mental yang dirasakan pemain-pemain muda, terutama di era media sosial dan budaya clickbait.
“Untuk saya pribadi, saya bisa mengatasinya. Tapi saya agak khawatir dengan generasi berikutnya,” ujarnya.
Ia merasa cara kritik disampaikan saat ini sering kali tidak adil dan sengaja dibuat provokatif, tanpa mempertimbangkan kesehatan mental pemain.
“Kritik itu normal dan bagian dari permainan. Tapi terkadang kritik menjurus ke clickbait, mengatakan hal-hal untuk memancing reaksi, tanpa memikirkan dampaknya bagi sisi mental pemain,” jelas Van Dijk.
Ia juga menyoroti ironi media sosial: ketika tampil bagus, pemain muda dipuji setinggi langit. Namun saat performa menurun, perundungan datang bertubi-tubi.
“Saya rasa terutama mantan pemain top, yang sudah mengalami segalanya, punya tanggung jawab untuk sedikit melindungi sisi itu,” tambahnya.
Carragher: Musim Ini, Saya Setuju dengan Keane
Sayangnya bagi Van Dijk, harapan akan simpati tidak sepenuhnya terwujud. Jamie Carragher justru sejalan dengan pandangan Roy Keane.
Menjawab pertanyaan pembawa acara Sky Sports, Dave Jones, Carragher mengingat kembali momen empat atau lima tahun lalu ketika Keane pertama kali menyebut Liverpool sebagai “juara yang buruk”. Saat itu, Carragher menolak keras penilaian tersebut karena Liverpool tengah dilanda krisis bek tengah dan banyak memainkan pemain muda.
Namun musim ini, situasinya berbeda.
“Roy mengatakan itu empat atau lima tahun lalu saat kami memenangkan gelar terakhir, dan saya tidak setuju saat itu. Tapi untuk musim ini, saya harus bilang, saya sangat setuju dengan Anda,” ujar Carragher.
Kekecewaan Carragher berangkat dari ekspektasi besar terhadap Liverpool. Aktivitas transfer musim panas lalu seharusnya menjadi fondasi untuk mendominasi liga, seperti yang dilakukan Manchester City atau Manchester United di masa kejayaan mereka. Namun kenyataannya, Liverpool gagal menjaga standar tersebut.
“Ini bukan soal ‘kami puas dengan satu gelar liga’. Apa yang dilakukan City, apa yang dulu dilakukan United—di situlah seharusnya Liverpool berada. Musim panas lalu terasa seperti momen untuk mendominasi liga tiga atau empat tahun ke depan, tapi itu tidak terjadi,” pungkas Carragher dengan nada getir.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV dan Vidio, 28 Februari - 1 Maret 2026
Liga Inggris 27 Februari 2026, 17:34
-
Prediksi Liverpool vs West Ham 28 Februari 2026
Liga Inggris 27 Februari 2026, 17:00
-
Pemecatan Ruben Amorim Ternyata Menguras Kas Manchester United Hingga Rp320 Miliar
Liga Inggris 27 Februari 2026, 16:54
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 27 Februari 2026, 16:52
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12
LATEST UPDATE
-
Prediksi Le Havre vs PSG 1 Maret 2026
Liga Eropa Lain 28 Februari 2026, 03:05
-
Prediksi Inter vs Genoa 1 Maret 2026
Liga Italia 28 Februari 2026, 02:45
-
Prediksi Dortmund vs Bayern 1 Maret 2026
Bundesliga 28 Februari 2026, 00:30
-
Prediksi Leeds United vs Man City 1 Maret 2026
Liga Inggris 28 Februari 2026, 00:30
-
Prediksi Verona vs Napoli 1 Maret 2026
Liga Italia 28 Februari 2026, 00:00
-
Hasil PSBS Biak vs PSIM: Drama 6 Gol dan Akhir Paceklik Menang Laskar Mataram
Bola Indonesia 27 Februari 2026, 22:30
-
Siap Sapu Bersih! 10 Tim dan 40 Pembalap Yamaha Berambisi Dominasi Kejurnas 2026
Otomotif 27 Februari 2026, 21:02
-
Aldi Satya Mahendra Pimpin Gebrakan, Inilah Formasi Maut Yamaha Racing Indonesia 2026
Otomotif 27 Februari 2026, 20:33
LATEST EDITORIAL
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21


