Konsorsium Jeff Bezos Beli Saham Minoritas Liverpool

Konsorsium Jeff Bezos Beli Saham Minoritas Liverpool
Sejumlah merchandise dipajang menjelang pertandingan Premier League antara Liverpool vs Bournemouth di Stadion Anfield, Sabtu (7/3/2020). (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Liverpool resmi mengonfirmasi masuknya konsorsium yang melibatkan pendiri Amazon, Jeff Bezos, sebagai pemegang saham minoritas klub. Investasi tersebut dilakukan melalui K5 Sports Fund dan tidak mengubah kendali mayoritas Fenway Sports Group (FSG).

Selain Bezos, konsorsium tersebut beranggotakan salah satu pendiri Facebook, Eduardo Saverin, Elaine Saverin, serta mantan pemilik bersama Queens Park Rangers, Amit Bhatia. Masing-masing pihak akan memiliki tingkat keterlibatan berbeda dalam struktur investasi Liverpool.

The Athletic melaporkan konsorsium tersebut membeli sekitar 30 persen hingga sepertiga saham Liverpool dari FSG. BBC Sport menyebut nilai kesepakatan itu mencapai lebih dari 2 miliar dolar AS, dengan valuasi Liverpool berada di kisaran 6,8 miliar hingga 8,1 miliar dolar AS.

Meski investasi ini bernilai besar, tidak akan ada perubahan dalam pengelolaan harian Liverpool. FSG tetap menjadi pemegang saham mayoritas dan mempertahankan kendali operasional klub.

Bezos Masuk sebagai Pemegang Saham Minoritas

Bezos Masuk sebagai Pemegang Saham Minoritas

Pendiri Amazon, Jeff Bezos, berbicara dalam ajang Vivatech di Paris, Rabu (17/6/2026). (c) AP Photo/Emma Da Silva

Investasi K5 Sports Fund menjadi suntikan modal eksternal pertama yang diterima Liverpool sejak FSG menjual tiga persen saham kepada Dynasty Equity pada September 2023. Kesepakatan terbaru ini membuat sejumlah tokoh bisnis besar ikut memiliki kepentingan di klub.

Menurut Forbes, Bezos merupakan orang terkaya ketiga di dunia dengan kekayaan sekitar 271 miliar dolar AS. Investasi di Liverpool juga menjadi langkah pertamanya di dunia kepemilikan klub olahraga setelah sebelumnya sempat dikaitkan dengan sejumlah waralaba NFL.

FSG menyambut investasi tersebut sebagai bagian dari rencana pertumbuhan jangka panjang Liverpool. Dalam pernyataan klub, FSG menegaskan bahwa konsorsium akan bekerja sama dengan manajemen untuk mengevaluasi peluang yang dapat mendukung perkembangan klub di dalam maupun luar lapangan.

“Investasi strategis ini mendukung ambisi pertumbuhan jangka panjang Liverpool FC dengan menghimpun para ahli dari berbagai bidang bisnis, teknologi, dan investasi global," bunyi pernyataan klub.

"Para mitra dalam konsorsium akan bekerja sama dengan FSG dan jajaran pimpinan klub untuk mengevaluasi berbagai peluang yang dapat mendukung tujuan klub, baik di dalam maupun di luar lapangan. FSG tetap mempertahankan kepemilikan mayoritas dan kendali operasional atas Liverpool FC.”

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 23 Agustus 2026
Newcastle Newcastle
22:30 WIB
Liverpool Liverpool

FSG Tetap Pegang Kendali Liverpool

FSG Tetap Pegang Kendali Liverpool

Pelatih Liverpool Andoni Iraola berjalan meninggalkan lapangan setelah pertandingan uji coba pramusim melawan Sunderland di Nashville, Tennessee, 25 Juli 2026. (c) AP Photo/George Walker IV

Presiden FSG, Mike Gordon, mengatakan pihaknya melihat kesamaan filosofi jangka panjang dengan Bhatia dan konsorsium tersebut. Ia menilai pengalaman serta perspektif para investor baru dapat melengkapi fondasi yang sudah dibangun di Liverpool.

Bhatia menjadi mitra utama dalam kesepakatan tersebut dan akan menjabat sebagai wakil ketua klub. Eduardo Saverin dan Elaine Saverin juga akan bergabung dalam jajaran dewan Liverpool.

Berbeda dengan anggota konsorsium lainnya, Bezos tidak mendapatkan kursi di dewan klub. The Athletic menegaskan FSG tetap memiliki kendali mayoritas dan akan mengawasi operasional harian Liverpool tanpa perubahan dalam struktur kepemimpinan saat ini.

Dampak Investasi terhadap Transfer Liverpool

Dampak Investasi terhadap Transfer Liverpool

Skuad Liverpool dalam laga kontra Brentford di Liga Inggris, Minggu (24/5/2026). (c) Dok. Liverpool FC

Masuknya modal K5 Sports Fund tidak berarti Liverpool dapat langsung meningkatkan belanja transfer atau menaikkan gaji pemain secara bebas. Aturan Squad Cost Ratio Premier League membatasi pengeluaran klub berdasarkan pendapatan yang mereka hasilkan.

Liverpool sendiri sudah memiliki sumber pendapatan yang sangat besar. Berdasarkan Deloitte Football Money League, pendapatan Liverpool mencapai sekitar 836 juta euro sepanjang musim 2024/2025.

Namun, investasi baru tersebut tetap dapat membuka peluang komersial tambahan, termasuk melalui kerja sama sponsor. Jika pendapatan klub meningkat, ruang finansial Liverpool untuk bergerak di bursa transfer juga berpotensi semakin besar.

Sumber: FotMob