Carrick dan Solskjaer: Isyarat Deja Vu di Manchester United
Richard Andreas | 1 Februari 2026 15:24
Bola.net - Kembalinya mantan pemain untuk menenangkan situasi di Manchester United kembali memicu rasa familiar. Ketika Michael Carrick ditunjuk sebagai caretaker menggantikan Ruben Amorim, banyak pihak langsung mengingat apa yang terjadi pada 2018.
Saat itu, Ole Gunnar Solskjaer datang dengan status sementara setelah pemecatan Jose Mourinho. Hasil positif dalam waktu singkat mengubah persepsi dan berujung kontrak permanen.
Delapan tahun berselang, pola serupa mulai terlihat. Carrick mengawali masa tugasnya dengan kemenangan penting, dan perbincangan soal kemungkinan pengulangan sejarah pun tak terelakkan.
Dari Solskjaer ke Carrick, Pola yang Mirip

Sumber internal klub menyebut Solskjaer awalnya dipandang sekadar solusi sementara pada Desember 2018. Manchester United ingin membeli waktu sambil menjalankan proses pencarian manajer jangka panjang.
Nama Laurent Blanc sempat dipertimbangkan, tetapi latar belakangnya di pekerjaan besar membuatnya terasa seperti calon permanen. Solskjaer dinilai lebih aman, dengan pekerjaan di Molde yang bisa ditinggalkannya sementara.
Carrick kini berada di posisi yang hampir sama. Saat ditunjuk, sumber klub mengatakan peluangnya menjadi manajer tetap “sangat kecil”, kecuali terjadi sesuatu yang luar biasa, dengan fokus utama tetap pada kandidat eksternal.
Pendekatan Permainan dan Sikap ke Media

Keberhasilan awal Solskjaer bukan hanya soal hasil, tetapi juga gaya bermain. Pendekatan pragmatis Mourinho ditinggalkan, digantikan permainan menyerang, berani, dan progresif.
Carrick menunjukkan kecenderungan serupa. Ia dinilai lebih berani daripada Amorim, termasuk saat membuat pergantian ofensif di laga krusial melawan Arsenal.
Perbedaan juga terlihat dalam cara menghadapi media. Jika Mourinho dan Amorim kerap mengkritik pemain secara terbuka, Carrick memilih membela anak asuhnya, termasuk saat Diogo Dalot disorot setelah laga melawan Manchester City.
Dinamika Internal dan Struktur Klub
Di luar lapangan, Solskjaer dianggap memudahkan klub melakukan modernisasi struktur. Ia dipandang lebih terbuka terhadap pembagian peran, berbeda dengan Mourinho yang cenderung dominan.
Kondisi itu memungkinkan Manchester United menunjuk direktur sepak bola dan direktur teknik pada 2021. Klub merasa lebih leluasa bergerak tanpa konflik internal.
Situasi serupa terjadi usai kepergian Amorim, yang hubungannya dengan direktur sepak bola Jason Wilcox memburuk. Kali ini, klub menegaskan manajer baru harus menerima struktur yang ada, bukan menantangnya.
Hasil, Kandidat Eksternal, dan Bayang-Bayang Sejarah
Pada akhirnya, hasil tetap menjadi faktor penentu. Solskjaer memenangkan 14 dari 19 laga sebagai caretaker sebelum diangkat permanen pada Maret 2019.
Manchester United kini masih berencana melanjutkan pencarian pelatih, dengan nama-nama seperti Thomas Tuchel, Mauricio Pochettino, Carlo Ancelotti, dan Julian Nagelsmann masuk radar, alongside pelatih berpengalaman Premier League.
Namun, Carrick memiliki satu modal penting, yaitu pemahaman tentang tekanan unik di Old Trafford, sesuatu yang juga dimiliki Solskjaer.
Jika hasil positif terus berlanjut, klub mungkin kembali dihadapkan pada dilema lama. Sejarah pernah berulang, dan kali ini, bisikannya mulai terdengar lagi.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Start Impresif Liam Rosenior: Pergantian Pemain Berani Antar Chelsea ke Empat Besar
- Dari Tekanan ke Pesta Gol: Malam Istimewa Hugo Ekitike di Anfield
- Arsenal Kembali Menang, Arteta Kirim Pesan Tegas ke Para Pesaing
- Michael Carrick Ingin Pulangkan Marcus Rashford ke Man United, tapi Jalan Terjal Menanti
- Kapan Bursa Transfer Januari 2026 Ditutup? Simak Jadwal Lengkapnya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Michael Carrick Yakin Kobbie Mainoo Belum Tunjukkan Potensi Terbaiknya
Liga Inggris 19 Maret 2026, 00:31
LATEST UPDATE
-
Jadwal La Liga Pekan Ini Live di beIN Sports dan Vidio, 21-23 Maret 2026
Liga Spanyol 20 Maret 2026, 16:21
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 20 Maret 2026, 16:16
-
Keputusan Kejam Mikel Arteta: Kunci Arsenal Gulingkan Man City di Final
Liga Inggris 20 Maret 2026, 15:27
-
Raphinha: Barcelona vs PSG di Final Liga Champions
Liga Champions 20 Maret 2026, 14:17
-
Real Madrid Bersama Alvaro Arbeloa Mulai Menemukan Arah yang Lebih Jelas
Liga Champions 20 Maret 2026, 13:55
-
5 Pemain Real Madrid yang Berpotensi Hengkang di Musim Panas 2026
Liga Spanyol 20 Maret 2026, 13:20
-
Daftar Belanja AC Milan: 11 Nama Dipantau demi Perkuat Skuad
Liga Italia 20 Maret 2026, 12:50
-
Prediksi Milan vs Torino, Minggu 22 Maret 2026
Liga Italia 20 Maret 2026, 10:59
-
Alasan-alasan Joshua Zirkzee Cocok untuk Juventus
Liga Italia 20 Maret 2026, 10:35
-
Prediksi Bournemouth vs Man United 21 Maret 2026
Liga Inggris 20 Maret 2026, 10:24
-
Prediksi Barcelona vs Rayo Vallecano 22 Maret 2026
Liga Spanyol 20 Maret 2026, 09:45
-
Prediksi Juventus vs Sassuolo 22 Maret 2026
Liga Italia 20 Maret 2026, 09:22
LATEST EDITORIAL
-
5 Calon Pelatih Baru Chelsea Jika Liam Rosenior Dipecat, Mourinho Masuk Daftar
Editorial 18 Maret 2026, 17:00
-
4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Leverkusen
Editorial 17 Maret 2026, 19:28








