Arsenal Kembali Menang, Arteta Kirim Pesan Tegas ke Para Pesaing

Arsenal Kembali Menang, Arteta Kirim Pesan Tegas ke Para Pesaing
Skuad Arsenal merayakan gol Martin Zubimendi ke gawang Leeds United, Sabtu (31/01/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Bola.net - Arsenal memilih merespons tekanan dengan caranya sendiri. Kekalahan 2-3 dari Manchester United pekan lalu sempat memicu perdebatan soal apakah The Gunners perlu mengubah pendekatan demi menjaga peluang juara.

Isu tersebut mengiringi mereka menuju laga tandang melawan Leeds United. Banyak yang menanti apakah Arsenal akan tampil berbeda atau tetap setia pada identitas permainan yang dibangun Mikel Arteta.

Jawabannya datang lewat kemenangan 4-0 yang tegas. Hasil itu bukan sekadar tiga poin, melainkan penegasan bahwa Arsenal ingin menjalani perburuan gelar dengan keyakinan penuh pada metode mereka sendiri.

1 dari 4 halaman

Respons Tegas Arsenal Usai Kekalahan

Respons Tegas Arsenal Usai Kekalahan

Momen saat gelandang Arsenal Martin Zubimendi menjebol gawang Leeds, Sabtu (31/01/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Sehari setelah kekalahan dari Manchester United, Arteta menggelar pertemuan internal untuk meredakan suasana. Dalam pertemuan itu, para pemain berkomitmen untuk bermain dengan kenikmatan, keberanian, dan keyakinan untuk menang.

Perubahan sempat terlihat dari keputusan mencadangkan kapten Martin Odegaard saat melawan Leeds. Namun di atas lapangan, Arsenal justru tampil sangat khas dengan gaya Arteta yang terstruktur dan efisien.

Empat gol lahir dari situasi bola mati, penyelesaian jarak dekat, hingga kontribusi pemain pengganti. Kemenangan ini memperlebar kembali jarak Arsenal di puncak klasemen menjadi tujuh poin.

2 dari 4 halaman

Dominasi, Bola Mati, dan Keyakinan

Dominasi, Bola Mati, dan Keyakinan

Noni Madueke merayakan gol bunuh diri Karl Darlow di laga Leeds vs Arsenal, Sabtu (31/01/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Permainan Arsenal mungkin tidak selalu atraktif, tetapi efektif. Mereka menguasai wilayah permainan dan meredam atmosfer Elland Road dengan kontrol yang nyaris tak tergoyahkan.

Arteta menegaskan kepuasannya terhadap sikap tim. “Mentalitasnya bagus,” kata Arteta.

“Saya sudah sampaikan, bermain dengan tingkat kenikmatan tentang posisi kami saat ini, lalu dengan keyakinan untuk percaya pada apa yang kami lakukan, seberapa bagus kami, dan bahwa kami bisa mengalahkan siapa pun.”

Ia menambahkan bahwa keyakinan itu harus dibuktikan di lapangan.

“Kami berhasil melakukannya. Dan kemudian Anda harus menunjukkan kualitas untuk melakukannya di liga ini, membuktikannya, dan itu muncul dengan cara-cara yang hebat dan berbeda.”

3 dari 4 halaman

Detail Laga dan Fondasi Pertahanan

Satu jam pertama menjadi fase paling sengit, di mana kekuatan fisik Arsenal dan efektivitas bola mati menjadi pembeda. Noni Madueke, yang tampil karena Bukayo Saka cedera saat pemanasan, menjadi ancaman utama.

Dari sepak pojok Madueke, Martin Zubimendi mencetak gol pembuka. Tekanan berlanjut hingga gol kedua lahir, juga dari situasi sepak pojok, yang berujung bola masuk ke gawang sendiri setelah upaya sapuan kiper Leeds, Karl Darlow.

Leeds sempat mencoba bangkit di awal babak kedua, tetapi masuknya Odegaard dan Gabriel Martinelli kembali mengubah ritme. Umpan Odegaard berujung gol Viktor Gyokeres, sebelum Gabriel Jesus menutup kemenangan dengan gol keempat.

4 dari 4 halaman

Identitas Kembali Menguat di Jalur Juara

Leeds hanya mampu melepaskan tiga tembakan sepanjang laga. Ketangguhan defensif ini kembali menjadi fondasi Arsenal dalam menjaga posisi teratas klasemen.

“Kontrol itu adalah sesuatu yang kami inginkan,” ujar Arteta. “Anda selalu punya lawan yang akan menguji, dan Anda harus mengeksekusi aksi-aksi dengan sangat konsisten jika tidak ingin kebobolan. Sangat mengesankan.”

Pelatih Leeds, Daniel Farke, mengakui keunggulan lawan. “Mereka siap dari detik pertama sampai terakhir. Apa pun yang kami lakukan, mereka selalu punya jawaban. Kami benar-benar tidak mampu menciptakan peluang.”