Chelsea 0 vs 1 Leicester City: Bukan Cuma Karena Dewi Fortuna
Aga Deta | 16 Mei 2021 12:11
Bola.net - Leicester City sukses menjuarai Piala FA musim 2020/2021. The Foxes sukses meraih kemenangan 1-0 dari Chelsea, pada partai puncak ajang ini.
Gol semata wayang dalam pertandingan yang dihelat di Wembley, Sabtu (15/05) malam WIB ini dicetak oleh Youri Tielemans.
Kendati saat ini posisi mereka di klasemen sementara Premier League berada di atas Chelsea, kemenangan Leicester City ini kerap disebut bak kemenangan David kala menghadapi Goliath. Pasalnya, saat ini, Chelsea sedang on-fire. Pada laga sebelumnya pun, skuad Thomas Tuchel sukses mengalahkan Manchester City, sang juara Premier League musim ini.
Namun, sejumlah data menunjukkan bahwa kemenangan Leicester kali ini bukan semata berkat campur tangan dewi fortuna. Apa saja data tersebut? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Chelsea Dominasi Permainan
Pada laga ini, Chelsea membuktikan reputasi mereka sebagai tim yang lebih diunggulkan. The Blues sukses mendominasi penguasaan bola pada pertandingan kontra Leicester.
Hakim Ziyech dan kawan-kawan mencatatkan penguasaan bola sebesar 63,9 persen. Sementara, Leicester tercatat hanya menguasai bola sebanyak 36,1 persen.
Chelsea pun mampu memanfaatkan dominasi mereka dengan efektif. The Blues mampu melepas 13 tembakan pada laga ini. Sementara, Leicester sendiri hanya mampu melepas enam tembakan, kurang dari separuh jumlah tembakan Chelsea.
Kualitas Leicester Menang Tipis
Unggul soal kuantitas, ternyata tak diiringi oleh kualitas peluang yang diciptakan para penggawa Chelsea. Pada laga ini, menurut laman footystats, nilai expected goals (xG) yang dimiliki penggawa Chelsea berada di level 1,88. Sementara, nilai xG Leicester berada di angka 0,89.
Sekilas, terlihat bahwa nilai xG Chelsea jauh lebih tinggi dari Leicester. Namun, jangan lupa bahwa nilai ini merupakan akumulasi seluruh peluang mereka.
Jika dirata-rata, nilai xG kedua tim ini sejatinya setara. Nilai xG rata-rata Chelsea berada di angka 0,144. Sementara, Leicester memiliki nilai xG seebesar 0,148.
Tielemans Penembak Jitu
Pembeda pada laga ini adalah Youri Tielemans. Sepakannya dari luar kotak penalti mampu membobol gawang Kepa Arrizabalaga.
Banyak yang menyebut sepakan pemain asal Belgia ini untung-untungan. Namun, data statistik tak berkata demikian.
Laman Understat mencatat bahwa pemain 24 tahun ini sudah mencetak empat dari 17 golnya dari luar kotak penalti. Kemampuannya menuntaskan peluang dari luar kotak penalti pun sangat bagus. Terbukti, dari peluang-peluang dengan nilai xG total sebesar 3,51, ia sukses mencetak empat gol.
Ketajamannya terbukti pada laga kontra Chelsea ini. Ia sukses memanfaatkan peluang dengan nilai xG sebesar 0,02 untuk menjadi gol kemenangan timnya.
Tembok Bernama Schmeichel
Bukan hanya Tielemans, Kasper Schmeichel merupakan pahlawan Leicester pada laga ini. Nama Schmeichel memang secara turun-temurun menjadi salah satu jaminan di bawah mistar gawang.
Pada laga ini, Kasper menunjukkan bahwa ia layak menjadi waris dari salah satu kiper terbaik dunia, Peter Schmeichel. Kasper sukses mematahkan peluang-peluang Chelsea yang mengarah ke gawangnya pada laga ini.
Laman Whoscored mencatat bahwa Kasper melakukan tiga penyelamatan, di mana dua di antaranya krusial bagi kemenangan Leicester pada laga ini. Dua peluang yang mengarah ke gawangnya, memiliki nilai xG tertinggi pada laga tersebut, masing-masing 0,42 dan 0,35. Namun, berkat ketangguhan Schmeichel sebagai palang pintu terakhir, gawang Leicester mampu tetap tak kebobolan pada laga ini.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Setelah Chelsea, Liverpool Bidik Arsenal Sebagai Korban Berikutnya!
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 20:58
-
Prediksi BRI Super League: Java United vs Bhayangkara FC 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:02
-
Bruno Fernandes On Fire, Siap Bawa MU Menang di Kandang Chelsea
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 18:00
-
Sir Jim Ratcliffe Pantau Langsung Laga Chelsea vs MU, Tekanan untuk Michael Carrick?
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:34
-
Terus Cadangkan Estevao, Ini Penjelasan Xabi Alonso
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 16:15
LATEST UPDATE
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

