Chelsea Murka di Wembley: The Blues Klaim Harusnya Dapat Penalti saat Tumbang dari Manchester City

Asad Arifin | 17 Mei 2026 02:06
Chelsea Murka di Wembley: The Blues Klaim Harusnya Dapat Penalti saat Tumbang dari Manchester City
Marc Guehi mencoba memblok tembakan Joao Pedro dalam laga final FA Cup antara Chelsea vs Manchester City di Wembley Stadium, 16 Mei 2026 (c) AP Photo/Richard Pelham

Bola.net - Chelsea pulang dengan kekecewaan dari Wembley Stadium setelah kalah 0-1 dari Manchester City pada final Piala FA 2025/2026, Sabtu (16/5) malam WIB. Gol Antoine Semenyo pada babak kedua memastikan The Blues gagal mengakhiri tren negatif di final Wembley.

Kekalahan tersebut memperpanjang catatan buruk Chelsea yang kini selalu kalah dalam tujuh final terakhir di stadion nasional Inggris itu. Namun, hasil akhir pertandingan juga memunculkan kontroversi terkait keputusan wasit Darren England.

Advertisement

Chelsea merasa seharusnya mendapatkan hadiah penalti pada babak kedua ketika Jorrel Hato dijatuhkan Abdukodir Khusanov di dalam kotak penalti Manchester City. Meski para pemain The Blues langsung melakukan protes, wasit memilih membiarkan pertandingan tetap berjalan.

Insiden tersebut langsung menjadi bahan perdebatan setelah pertandingan usai. Pelatih sementara Chelsea, Calum McFarlane, bahkan secara terbuka menyebut timnya dirugikan oleh keputusan wasit.

1 dari 3 halaman

Chelsea Yakin Harusnya Dapat Penalti

Chelsea Yakin Harusnya Dapat Penalti

Abdukodir Khusanov mencoba memblok tembakan Cole Palmer dalam laga final FA Cup antara Chelsea vs Manchester City di Wembley Stadium, 16 Mei 2026 (c) AP Photo/Richard Pelham

Momen kontroversial terjadi tidak lama setelah Chelsea melakukan perubahan untuk meningkatkan intensitas serangan. Dalam situasi perebutan bola di area penalti, Khusanov terlihat melakukan kontak terhadap Jorrel Hato.

Para pemain Chelsea langsung meminta penalti kepada wasit Darren England. Namun, sang pengadil lapangan tidak menganggap insiden tersebut sebagai pelanggaran.

Calum McFarlane menilai keputusan itu sangat merugikan timnya. Menurutnya, kontak terhadap Hato cukup jelas dan seharusnya menghasilkan hadiah penalti bagi Chelsea.

"Saya pikir itu keputusan yang sulit. Tabrakan Hato dan Khusanov seharusnya penalti," ucap McFarlane.

"Jorrel berada di depan gawang. Jika terjadi di tempat lain di lapangan, itu pelanggaran, terkadang Anda mendapatkannya, terkadang tidak," tegas McFarlane.

2 dari 3 halaman

Alan Shearer Punya Pandangan Berbeda

Alan Shearer Punya Pandangan Berbeda

Bernardo Silva dan Malo Gusto berebut bola dalam laga final FA Cup antara Chelsea vs Manchester City di Wembley Stadium, 16 Mei 2026 (c) AP Photo/Richard Pelham

Sebelum insiden Hato dan Khusanov, Chelsea juga sempat meminta penalti ketika Joao Pedro terjatuh di dalam kotak penalti Manchester City. Situasi itu terjadi pada akhir babak pertama saat Khusanov melakukan duel dengan striker The Blues tersebut.

Video Assistant Referee (VAR) sempat meninjau kejadian itu dalam waktu singkat. Namun, VAR memutuskan tidak ada pelanggaran yang dilakukan pemain Manchester City.

Legenda Inggris, Alan Shearer, justru mendukung keputusan wasit dan VAR dalam insiden tersebut. Menurutnya, Khusanov melakukan aksi bertahan yang masih berada dalam batas wajar.

"Saya tidak yakin dia bisa menghindar dari Joao Pedro," kata Alan Shearer.

"Saya rasa VAR tidak akan melakukan apa pun tentang itu. Saya pikir dia berdiri teguh, menghalangi jalannya, dan saya pikir itu adalah pertahanan yang sangat bagus," sambung Alan Shearer.

Sumber: Football London

LATEST UPDATE