Chelsea Tim yang Tidak Jelas

Richard Andreas | 21 April 2026 18:48
Chelsea Tim yang Tidak Jelas
Ekspresi para pemain Chelsea dalam laga versus PSG di 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu (18/3/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung

Bola.net - Chelsea tengah berada dalam periode sulit setelah serangkaian hasil buruk mengguncang posisi mereka di klasemen. Kekalahan demi kekalahan membuat peluang finis di zona Liga Champions semakin terancam.

Situasi ini juga memicu reaksi dari suporter. Ketidakpuasan terlihat jelas, baik di dalam stadion maupun di luar lapangan, seiring tekanan yang meningkat terhadap manajemen klub.

Advertisement

Di tengah kondisi tersebut, mantan pemain dan pelatih Chelsea, Roberto Di Matteo memberikan pandangannya. Ia menyoroti sejumlah aspek penting, mulai dari kebijakan transfer hingga situasi pelatih Liam Rosenior.

1 dari 3 halaman

Inkonsistensi Chelsea dan Evaluasi Kebijakan Transfer

Inkonsistensi Chelsea dan Evaluasi Kebijakan Transfer

Selebrasi Tosin Adarabioyo dkk. dalam laga Chelsea vs Port Vale di FA Cup 2025/2026, Sabtu (4/4/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Chelsea kini berada di posisi keenam klasemen setelah menelan empat kekalahan beruntun. Kondisi ini menempatkan mereka dalam situasi sulit untuk mengamankan tiket Liga Champions.

Reaksi negatif dari suporter pun tak terhindarkan. Sorakan kecewa terdengar setelah kekalahan dari Manchester United, bahkan sebagian fans menggelar aksi protes terhadap kepemilikan klub.

Di Matteo menilai inkonsistensi performa tim tidak lepas dari komposisi skuad yang masih sangat muda. Ia mengungkapkan bahwa klub sendiri mulai mempertimbangkan perubahan dalam kebijakan transfer.

“Saya kira pemilik baru saja bicara minggu lalu. Pada akhir pekan dia mengatakan bahwa mereka mungkin akan mempertimbangkan untuk sedikit mengubah kebijakan transfer," kata Di Matteo.

“Itu sangat penting. Jika Anda ingin memiliki konsistensi, jika Anda ingin bisa bersaing, mungkin untuk Liga Inggris, Anda perlu memiliki keseimbangan yang baik.”

“Anda membutuhkan pemain muda yang sangat bagus dan berbakat, tetapi Anda juga membutuhkan sedikit pengalaman di dalam tim.”

2 dari 3 halaman

Rosenior Dinilai Butuh Waktu

Rosenior Dinilai Butuh Waktu

Liam Rosenior memberi instruksi kepada Wesley Fofana dalam laga Chelsea vs Manchester City di Premier League 2025/2026, Minggu (12/4/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Selain soal skuad, Di Matteo juga menyoroti posisi Liam Rosenior yang kini berada di bawah tekanan. Ia menilai situasi yang dihadapi pelatih tersebut tidaklah mudah.

Rosenior baru mengambil alih tim pada pertengahan musim, menggantikan Enzo Maresca. Kondisi ini membuatnya harus bekerja dengan skuad yang dibangun untuk sistem yang berbeda.

“Dia mengambil alih tim yang dibangun untuk pelatih yang berbeda, dengan sistem yang berbeda," lanjut Di Matteo.

“Selalu sulit untuk bisa memberikan sentuhan Anda pada tim di tengah musim. Semua orang berharap Anda langsung membuat segalanya berjalan dengan baik.”

3 dari 3 halaman

Tunggu Chelsea Musim Depan

Di Matteo menambahkan bahwa perubahan signifikan baru bisa terlihat pada musim berikutnya. Ia menilai Rosenior membutuhkan waktu untuk menyesuaikan tim dengan pendekatannya sendiri.

“Saya kira musim depan kita akan bisa melihat timnya melakukan beberapa penyesuaian terhadap cara bermain atau mendatangkan pemain yang sesuai dengan sistemnya," tutupnya.

Di sisi lain, pemilik bersama Chelsea Behdad Eghbali sebelumnya juga menegaskan dukungan klub terhadap Rosenior dan tetap optimistis dengan proyek jangka panjang yang sedang dibangun.