Chelsea vs Arsenal, Rosenior Buka-bukaan Soal Kondisi dan Posisi Ideal Cole Palmer

Editor Bolanet | 14 Januari 2026 17:00
Chelsea vs Arsenal, Rosenior Buka-bukaan Soal Kondisi dan Posisi Ideal Cole Palmer
Selebrasi Cole Palmer usai mencetak gol di laga Chelsea melawan Bournemouth pada lanjutan Liga Inggris. (c) AP Photo/Kin Cheung

Bola.net - Liam Rosenior tak bisa menyembunyikan antusiasmenya setelah resmi memegang kendali di Stamford Bridge. Di mata pelatih baru Chelsea ini, sosok Cole Palmer adalah talenta spesial yang siap meledak lebih dahsyat.

Namun, Rosenior menegaskan satu prinsip keras yang tak bisa ditawar. Ia tidak akan membiarkan euforia itu membuatnya berjudi dengan kesehatan sang bintang, maupun pemain The Blues lainnya.

Advertisement

Palmer memang tidak terlihat batang hidungnya saat pelatih anyar itu menurunkan susunan pemain pertamanya. Absennya sang gelandang serang terasa wajar saat Chelsea melumat Charlton Athletic 5-1 di putaran kelima FA Cup, pekan lalu.

Keputusan mengistirahatkan Palmer bukan tanpa alasan. The Blues sedang menatap jadwal neraka dengan deretan laga padat di empat kompetisi berbeda sepanjang Januari ini.

Kini, jelang laga krusial Carabao Cup kontra Arsenal, Rosenior masih menutup rapat kartu as-nya. Ia belum memberi kepastian apakah Pemain Terbaik Musim 2023/24 itu akan bermain atau kembali disimpan.

1 dari 3 halaman

Potensi Besar di Usia Muda

Potensi Besar di Usia Muda

Ekspresi Cole Palmer di laga Manchester City vs Chelsea, Senin (05/01/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Rosenior secara terbuka menyejajarkan Palmer dengan deretan bintang muda elit yang kini menghuni skuad London Biru. Baginya, tugas utama pelatih adalah membangun koneksi personal untuk membuka kunci potensi terbaik mereka.

"Saya pikir Cole adalah talenta spesial, sama seperti Moises Caicedo, Enzo Fernandez, Pedro Neto, dan Estevao yang juga talenta istimewa," ujar Rosenior.

Proses pengenalan ini diakuinya membutuhkan waktu dan kesabaran. Meski demikian, Rosenior tak menampik bahwa kualitas yang dimiliki pemain berusia 23 tahun itu sudah berada di level yang luar biasa.

"Tugas saya adalah mengenalnya, terhubung dengannya, dan memahami apa yang bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya," imbuhnya.

Sang pelatih bahkan menyoroti momen jenius Palmer saat melawan Fulham sebagai bukti nyata. Kala itu, aksi step-over Palmer membuka ruang bagi Liam Delap, ditambah satu operan "tak masuk akal" kepada Pedro Neto.

"Hal yang menakutkan tentang Cole adalah dia sudah memiliki kemampuan kelas dunia, padahal usianya baru 23 tahun," kenang Rosenior penuh kagum.

"Dia punya lebih banyak lagi potensi. Saya tak sabar untuk bekerja dengannya secara rutin," tambahnya lagi.

2 dari 3 halaman

Haram Ambil Risiko di Fase Krusial

Haram Ambil Risiko di Fase Krusial

Aksi Cole Palmer di laga Chelsea melawan Bournemouth pada lanjutan Liga Inggris. (c) AP Photo/Kin Cheung

Meski hasrat untuk memainkan Palmer begitu besar, Rosenior tetap realistis melihat riwayat medis sang pemain. Palmer sempat melewatkan porsi besar di paruh pertama musim ini akibat cedera pangkal paha dan kaki.

Kondisi ini berlaku bagi seluruh anggota skuad, bukan hanya Palmer seorang. Chelsea dihadapkan pada enam laga sisa di Carabao Cup, Premier League, dan Liga Champions sebelum bulan ini berakhir.

"Saya melakukan percakapan mendalam yang sangat baik dengan Cole , dan saya juga sudah bicara panjang lebar dengan tim medis," tegas Rosenior.

Pelatih muda ini menekankan bahwa memaksakan pemain di tengah jadwal delapan pertandingan dalam empat minggu adalah tindakan bunuh diri. Ia lebih memilih percaya pada kedalaman skuadnya, seperti yang terbukti saat merotasi delapan pemain kontra Charlton.

"Kita berada di tahap musim di mana kami punya delapan pertandingan lagi dalam empat minggu, jadi gila bagi saya untuk mengambil risiko terhadap pemain mana pun di fase ini," cetusnya.

Ambisi jangka panjang menjadi alasan utama di balik kebijakan rotasi ketat ini. Rosenior ingin memastikan skuadnya tetap bugar dan kuat saat kompetisi memasuki fase penentuan di akhir musim nanti.

"Mengambil risiko terhadap kesehatan pemain di bulan Januari adalah hal gila jika Anda punya ambisi untuk tetap kuat di akhir musim," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Teka-teki Posisi dan Filosofi 11 Pemain

Rosenior enggan membocorkan di mana ia akan menempatkan Palmer dalam sistem taktiknya nanti. Ia justru menekankan fleksibilitas sang pemain sebagai aset berharga yang bisa dimanfaatkan di berbagai sektor lini serang.

"Pemain bagus bisa bermain di mana saja," lanjutnya santai.

Fleksibilitas Palmer yang pernah bermain sebagai false nine, sayap kanan, sayap kiri, hingga posisi nomor 10, memberinya keleluasaan taktik. Namun, fokus Rosenior bukan hanya pada satu individu, melainkan fungsi tim secara keseluruhan.

"Saya pernah melihat Cole bermain sebagai false nine, saya melihatnya bermain di kanan, di kiri, saya melihatnya bermain sebagai nomor 10. Dia hanyalah pemain kelas dunia," puji Rosenior.

Dalam filosofi Rosenior, setiap pemain harus memiliki lisensi untuk berekspresi, terutama dalam menciptakan peluang dan mencetak gol. Namun, kebebasan itu harus dibayar dengan kerja keras saat tim kehilangan bola.

"Tugas saya bukan hanya tentang dia, ini tentang fungsionalitas tim, di mana pemain lain menyesuaikan diri di sekitarnya," jelas sang pelatih.

Ia menuntut 11 pemain di lapangan untuk berpikir sebagai penyerang sekaligus bek. Beruntung, Palmer dinilai memiliki etos kerja yang sesuai dengan tuntutan tinggi tersebut.

"Tapi Cole telah menunjukkan bahwa tanpa bola dia melakukan pressing dan bekerja sangat keras untuk tim. Jadi saya sangat menantikan bekerja dengannya," tutup Rosenior optimis.

LATEST UPDATE