David Raya Akui Hancur Setelah Arsenal Gagal Juara Liga Champions

Aga Deta | 20 Juni 2026 23:24
David Raya Akui Hancur Setelah Arsenal Gagal Juara Liga Champions
Kiper Arsenal, David Raya, bereaksi setelah pertandingan Premier League melawan West Ham, Minggu (10/5/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Ian Walton

Bola.net - David Raya mengungkapkan betapa berat kekalahan Arsenal dari Paris Saint-Germain (PSG) di final Liga Champions musim 2025-26. Kiper asal Spanyol itu mengaku merasa hancur karena The Gunners sangat dekat dengan trofi yang sudah lama mereka impikan.

Arsenal menjalani musim yang mengesankan dengan menjuarai Premier League untuk pertama kalinya dalam 22 tahun. Tim asuhan Mikel Arteta juga berpeluang mencatat sejarah dengan meraih gelar liga dan Liga Champions dalam satu musim.

Advertisement

Namun, impian tersebut sirna setelah Arsenal kalah melalui adu penalti dari PSG. Pertandingan berakhir imbang 1-1 setelah waktu normal sebelum wakil Prancis itu keluar sebagai pemenang.

Kekalahan tersebut meninggalkan luka mendalam bagi Raya. Meski bangga dengan perjalanan tim sepanjang musim, ia mengaku membutuhkan waktu untuk menerima hasil yang menyakitkan itu.

1 dari 4 halaman

Raya Sulit Melupakan Kekalahan dari PSG

Raya Sulit Melupakan Kekalahan dari PSG

Reaksi kesedihan kiper Arsenal, David Raya usai gagal di final Liga Champions melawan PSG lewat adu penalti, 30 Mei 2026. (c) AP Photo/Vadim Ghirda

Raya mengaku tidak mampu langsung berbicara banyak setelah final berakhir. Bahkan saat bertemu rekan setimnya di timnas Spanyol, Fabian Ruiz, ia baru bisa menyampaikan ucapan selamat setelah emosinya mulai mereda.

Menurut Raya, perbincangan mereka baru benar-benar terjadi sehari setelah pertandingan. Ia tetap ikut senang melihat Ruiz kembali mengangkat trofi Liga Champions.

“Saya datang sedikit lebih awal daripada Fabian. Saat itu saya sedang menyapa beberapa pemain lain ketika dia tiba, lalu saya menghampirinya untuk mengucapkan selamat. Itu hampir menjadi hal pertama yang saya lakukan,” kata Raya kepada The Guardian.

“Saya tidak benar-benar bisa berbicara setelah final. Saya tidak memiliki kekuatan untuk itu. Keesokan harinya kami berbicara tentang pertandingan dengan lebih tenang, hanya dua sahabat yang mengobrol. Saya ikut senang karena dia bisa mengangkat trofi itu untuk kedua kalinya,” ujar Raya.

2 dari 4 halaman

Kekalahan di Final Membuat Raya Hancur

Kekalahan di Final Membuat Raya Hancur

David Raya menghentikan Bradley Barcola dalam laga final Liga Champions antara PSG vs Arsenal di Puskas Arena, Budapest, 30 Mei 2026 (c) AP Photo/Andreea Alexandru

Arsenal mencapai final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhir. Karena itu, kekalahan lewat adu penalti terasa sangat menyakitkan bagi para pemain.

Raya mengaku tetap bangga terhadap perjuangan tim sepanjang musim. Namun, kedekatan Arsenal dengan trofi membuat rasa kecewa yang dirasakannya semakin besar.

“Masalahnya adalah ketika Anda kalah di final Liga Champions, ketika Anda mencapai tahap itu untuk pertama kalinya dalam 20 tahun dan kemudian kalah melalui adu penalti, hal itu menghancurkan Anda dari dalam,” tutur Raya.

“Saya meninggalkan tempat itu dengan kepala tegak karena pekerjaan yang telah kami lakukan sepanjang tahun, tetapi saya hancur di dalam karena kami sangat, sangat, sangat dekat. Anda tidak pernah tahu kapan akan bermain di final lagi atau bahkan apakah akan mendapat kesempatan itu lagi,” tambah Raya.

3 dari 4 halaman

Dukungan Suporter Bantu Raya Bangkit

Dukungan Suporter Bantu Raya Bangkit

David Raya usai laga Sporting CP vs Arsenal di perempat final Liga Champions 2025/2026, Rabu (8/4/2026). (c) AP Photo/Armando Franca

Kesedihan Raya belum hilang saat Arsenal kembali ke Inggris sehari setelah final. Ia mengaku malam setelah pertandingan dan perjalanan pulang menjadi momen yang sangat berat.

Namun suasana berubah ketika ia melihat antusiasme suporter Arsenal saat perayaan gelar Premier League. Momen tersebut membuatnya kembali melihat sisi positif dari musim yang telah dijalani.

“Ketika saya pulang, saya merasa hancur. Kami menginap semalam di Budapest dan pulang keesokan harinya. Malam itu sangat berat, begitu juga pagi berikutnya,” jelas Raya.

“Lalu Anda tiba di Emirates dan melihat para suporter, dan itu mengangkat semangat Anda. Ketika berdiri di atas bus dengan trofi Premier League dan melihat apa arti semua itu bagi mereka, Anda menyadari apa yang telah dicapai. Saat itulah Anda berpikir bahwa musim depan kami bisa tampil lebih baik dan memenangkan Liga Champions,” tegas Raya.

Sumber: FotMob

4 dari 4 halaman

Klasemen Premier League