Dekade Roller Coaster Leicester City: 10 Tahun Lalu Juara Premier League, Kini Degradasi ke League One
Ari Prayoga | 22 April 2026 10:01
Bola.net - Perjalanan Leicester City dalam satu dekade terakhir menjadi salah satu kisah paling kontras dalam sejarah sepak bola Inggris. Dari tim yang sempat menciptakan keajaiban dengan menjuarai Premier League, kini mereka justru terperosok hingga ke kasta ketiga, League One.
Pernyataan gelandang Jordan James pada Desember lalu, yang menyebut mustahil Leicester terdegradasi lagi, kini terdengar seperti ironi. Hasil imbang melawan Hull City menjadi penutup pahit musim buruk yang memastikan The Foxes turun kasta.
Hanya sepuluh tahun lalu, Leicester menorehkan sejarah dengan menjuarai Premier League di bawah asuhan Claudio Ranieri. Lima tahun berselang, mereka kembali merasakan kejayaan dengan mengangkat trofi FA Cup bersama Brendan Rodgers.
Namun, mimpi indah itu perlahan berubah menjadi mimpi buruk.
Tanda-tanda kemunduran sebenarnya sudah terlihat sejak 2020, saat Leicester gagal mengamankan tiket Liga Champions setelah mengalami penurunan performa di akhir musim. Dampak finansial dari kegagalan tersebut, ditambah pandemi COVID-19, memberikan tekanan besar pada keuangan klub.
Kebijakan Transfer yang Jadi Bumerang

Kesalahan manajemen semakin terlihat pada bursa transfer musim panas 2021. Leicester menggelontorkan dana besar untuk mendatangkan pemain seperti Patson Daka, Boubakary Soumaré, dan Jannik Vestergaard tanpa diimbangi penjualan pemain kunci.
Dampaknya terasa hingga kini, dengan beban finansial yang terus menghantui klub.
Kekalahan telak 1-4 dari rival lokal Nottingham Forest di ajang FA Cup 2022 menjadi salah satu titik balik kehancuran. Rodgers saat itu bahkan mengakui timnya membutuhkan penyegaran dan menyebut Leicester sudah “bukan klub yang sama”.
Kepergian pemain-pemain kunci seperti Wes Morgan, Christian Fuchs, dan Kasper Schmeichel membuat standar permainan menurun drastis.
Leicester akhirnya terdegradasi dari Premier League, dengan Rodgers dipecat dan digantikan oleh Dean Smith. Namun keputusan itu dinilai terlambat untuk menyelamatkan musim.
Kesalahan yang Terus Berulang
Alih-alih melakukan evaluasi menyeluruh, manajemen klub di bawah kepemimpinan Aiyawatt Srivaddhanaprabha justru mempertahankan struktur lama, termasuk direktur sepak bola Jon Rudkin.
Meski sempat kembali ke Premier League pada musim 2023/24 di bawah Enzo Maresca, kesuksesan itu ternyata rapuh. Leicester kembali mengeluarkan dana besar untuk pemain seperti Harry Winks dan Conor Coady dengan kontrak tinggi.
Langkah tersebut berujung pelanggaran aturan keuangan EFL, yang membuat klub kembali mendapat sanksi.
Krisis Kepelatihan dan Penalti Poin
Pergantian pelatih menjadi masalah lain. Setelah Maresca hengkang ke Chelsea, Leicester menunjuk Steve Cooper, yang gagal memenuhi ekspektasi.
Ia kemudian digantikan oleh Ruud van Nistelrooy, namun hasilnya tak membaik. Leicester kalah dalam 18 dari 25 laga liga, yang berujung degradasi kembali.
Kondisi semakin parah setelah klub terkena pengurangan enam poin akibat pelanggaran aturan finansial. Situasi ruang ganti pun disebut memburuk, terutama setelah kekalahan dramatis dari Southampton.
Manajemen yang Lambat dan Tanpa Arah
Penunjukan pelatih baru juga berjalan lambat. Van Nistelrooy baru dipecat hampir sebulan setelah musim berakhir, sementara penggantinya Martí Cifuentes baru datang kurang dari sebulan sebelum musim dimulai.
Kepergian legenda klub Jamie Vardy tanpa pengganti sepadan semakin memperparah situasi.
Pengganti berikutnya, Gary Rowett, juga gagal mengangkat performa tim. Leicester hanya meraih satu kemenangan di bawah asuhannya, memastikan mereka terjerumus ke League One untuk kedua kalinya dalam sejarah.
Kisah Leicester City kini menjadi contoh nyata bagaimana klub dengan fondasi kuat bisa runtuh akibat kesalahan manajemen yang berulang. Bukan hanya soal performa di lapangan, tetapi juga keputusan di ruang direksi yang terus menumpuk masalah.
Melihat tren yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, kejatuhan Leicester bukan lagi kejutan, melainkan konsekuensi dari kegagalan yang terus dibiarkan terjadi.
Klasemen Premier League 2025/2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bukan Main Jelek, MU Gak Hoki Aja Gagal Menang Lawan Everton!
Liga Inggris 7 September 2026, 09:47
-
Wow! Baru Tiga Laga, Fiorentina Pecat Pelatih Kepala Mereka
Liga Italia 7 September 2026, 09:08
-
Rapor Pemain AC Milan Saat Ditahan Imbang Juventus: Cisse Brillian, De Winter Solid!
Liga Italia 7 September 2026, 08:30
-
Comeback di Menit Akhir, Luciano Spalletti Acungi Jempol Perjuangan Juventus
Liga Italia 7 September 2026, 08:00
LATEST UPDATE
-
Prediksi Lille vs Real Betis 9 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 18:44
-
Prediksi Club Brugge vs Aston Villa 8 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 18:14
-
Prediksi AEK Athena vs LASK 8 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 17:46
-
Prediksi Dortmund vs Villarreal 9 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 17:28
-
Prediksi Skor Real Madrid vs Inter 9 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 17:00
-
Jadwal Liga Champions di SCTV Pekan Ini, 8-10 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 16:45
-
Prediksi Porto vs Man City, 9 September 2026
Liga Champions 7 September 2026, 16:00
-
Ini Penyebab MU Gagal Menang dari Everton versi Michael Carrick
Liga Inggris 7 September 2026, 15:00
-
Arti Penting Kemenangan Lawan Chelsea untuk Arsenal
Liga Spanyol 7 September 2026, 14:30
-
Rodri yang Kian Menyatu dengan Denyut Nadi Barcelona
Liga Spanyol 7 September 2026, 14:00
-
Habis Futsal atau Gym? Lakukan 3 Langkah Ini Biar Tetap Bersih dan Wangi
Lain Lain 7 September 2026, 13:23
-
Barcelona Kian Kokoh di Puncak Klasemen, Hansi Flick: Bodo Amat!
Liga Spanyol 7 September 2026, 11:03
-
Kalah dari Arsenal, Xabi Alonso Soroti Rapuhnya Pertahanan Chelsea
Liga Inggris 7 September 2026, 10:37
-
Bukan Main Jelek, MU Gak Hoki Aja Gagal Menang Lawan Everton!
Liga Inggris 7 September 2026, 09:47
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51


