DNA Man United itu Nyata! Sihir Old Trafford dan Candu Kemenangan di Menit Akhir

Afdholud Dzikry | 2 Februari 2026 08:11
DNA Man United itu Nyata! Sihir Old Trafford dan Candu Kemenangan di Menit Akhir
Pelatih Manchester United Michael Carrick. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Pelatih MU, Michael Carrick akhirnya buka suara soal perdebatan DNA Manchester United. Banyak pihak luar sempat meragukan identitas tersebut.

Bahkan ada yang menertawakan konsep mentalitas Setan Merah itu. Namun, laga dramatis kontra Fulham, Minggu (1/2/2026) malam WIB menjadi jawaban telak.

Advertisement

Gol kemenangan di masa injury time membungkam semua keraguan. Carrick menegaskan bahwa itulah wajah asli Manchester United.

Atmosfer Old Trafford seketika pecah menyambut gol Benjamin Sesko. Momen magis ini mempererat ikatan antara pemain dan suporter.

1 dari 3 halaman

Sihir Stretford End

Sihir Stretford End

Selebrasi pemain Manchester United usai laga melawan Fulham di Old Trafford. (c) AP Photo/Dave Thompson

Carrick mengakui tidak ada perasaan yang lebih baik dari momen ini. Kemenangan dramatis memberikan kepuasan batin yang berbeda.

Ia merasa beruntung bisa menjadi bagian dari laga gila tersebut. Emosi yang meluap di tribune Stretford End adalah segalanya.

Koneksi emosional ini jauh lebih berharga daripada sekadar tiga poin. Suporter pulang dengan membawa semangat yang berapi-api.

"Ini perasaan terbaik, harus saya katakan. Saat Anda mendapatkan momen kegembiraan seperti itu, bagi saya tak ada tempat yang lebih baik," ujar Carrick.

"Di depan Stretford End seperti itu, akhirnya itu menjadi lebih bermakna. Saya pikir orang-orang pulang dengan lebih dari sekadar kemenangan United hari ini," tambahnya.

2 dari 3 halaman

Ketenangan Carrick

Menjadi pelatih ternyata memberikan perspektif berbeda bagi Carrick. Ia dituntut tetap dingin meski situasi di lapangan memanas.

Carrick mengaku tetap tenang saat Fulham menyamakan kedudukan. Ia sadar masih ada waktu delapan menit untuk comeback.

Keyakinan sang manajer terhadap skuadnya sangat tinggi. Ia percaya para pemain bisa menciptakan momen pembeda.

"Saya cukup tenang sepanjang laga, jelas saya kecewa dengan gol kedua. Namun saya sadar masih ada delapan menit tersisa saat mereka mencetak gol," ungkap Carrick.

"Saya berpikir masih ada waktu panjang. Kami masih memiliki pemain di lapangan yang bisa benar-benar membuat perbedaan," lanjutnya.

3 dari 3 halaman

Keyakinan Berbuah Manis untuk MU

Insting Carrick terbukti tepat jelang akhir pertandingan. Manchester United memang memiliki tradisi mencetak gol di momen krusial.

Bruno Fernandes menjadi otak serangan dari sisi kanan. Umpan matangnya diselesaikan dengan dingin oleh Benjamin Sesko.

Ledakan emosi pun tak tertahankan di pinggir lapangan. Seluruh elemen tim merayakan gol tersebut dengan liar.

"Sulit untuk menahan emosi Anda saat gol terjadi seperti itu. Jadi saya pikir kami semua merayakannya saat bola masuk," tutur sang pelatih.

"Saya merasa kami akan mendapatkan momen, kami cenderung memilikinya di laga seperti ini. Ben (Sesko) benar-benar melakukannya dari umpan Bruno," tutup Carrick.

LATEST UPDATE