Drama dalam Laga Tottenham vs Newcastle, Lagi-lagi Soal Penalti di Menit Akhir
Yaumil Azis | 28 September 2020 04:09
Bola.net - Premier League baru berjalan tiga pekan, namun telah menciptakan serangkaian kontroversi yang menarik untuk disaksikan. Salah satunya terjadi saat Tottenham Hotspur bertemu Newcastle United hari Minggu (27/9/202) lalu.
Sebagai informasi, pertandingan yang dilangsungkan di Tottenham Hotspur Stadium tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1. Awalnya, tuan rumah sempat unggul lebih dulu lewat gol Lucas Moura di menit ke-25.
Penampilan gemilang dari kiper Newcastle, Karl Darlow, membuat Tottenham bersiap-siap untuk menerima kemenangan tipis. Namun pada masa injury time, wasit malah meniup peluit dan memberikan hadiah penalti kepada the Magpies.
Wasit memberikan hadiah penalti setelah mendapatkan masukan dari VAR kalau pemain Tottenham, Eric Dier, kedapatan menyentuh bola dengan tangannya di kotak terlarang. Callum Wilson pun berhasil menunaikan tugasnya dengan baik sebagai eksekutor penalti.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Kejadian yang Memalukan
Momen ini menjadi kejutan bagi banyak orang. Beberapa orang meyakini kalau Newcastle tidak pantas mendapatkan hadiah penalti, sebab Dier tidak dalam situasi di mana dirinya dengan sengaja memutus pergerakan bola dengan tangannya.
"Benar-benar memalukan. Sungguh sebuah lelucon," ucap legenda Liverpool, Jamie Carragher, soal aturan handball baru yang diterapkan pada musim ini, sebagaimana yang dikutip dari Sky Sports.
"Eric Dier melompat, tidak memiliki kontrol ke mana lengannya akan berada, sundulannya berjarak setengah yard darinya, mengenai belakang tangannya, tidak tahu apa yang sedang terjadi. Ini lelucon," lanjutnya.
Ubah Aturannya Segera
Carragher berharap aturan baru mengenai handsball yang telah diterapkan musim ini segera dicabut. Sebab kalau terus dipertahankan, kejadian yang sama akan berulang dalam laga-laga berikutnya.
"Apakah itu Premier League, FA, FIFA, Pierluigi Collina, siapapun yang terlibat dalam ini, hentikan, sebab anda merusak sepakbola bagi semuanya. Benar-benar lelucon," tambahnya.
"Anda membuat masalah yang lebih banyak lagi Premier League, FIFA, UEFA, siapapun yang terlibat. Ubah aturan itu sekarang!" pungkasnya.
Dalam aturannya, diketahui kalau penalti akan diberikan saat seorang pemain membuat dirinya 'menjadi lebih besar tanpa secara natural' dengan lengannya. IFAB menganggap tangan ataupun lengan yang berada di atas pundak sebagai posisi yang tidak alami.
Ada pengecualian, seperti saat pemain terjatuh. Penalti juga akan diberikan jika bola memantul dan mengenai tangan pemain terdekat atau bila sang pemain tidak dapat melihat laju bola.
(Sky Sports)
Baca Juga:
Hasil Pertandingan Tottenham vs Newcastle United: Skor 1-1
Menengok Kiprah 4 Manajer dengan Gaji Paling Mahal di Premier League
Protes Unik Jose Mourinho di Laga Melawan Shkendija: Gawang Terlalu Kecil, 5 cm
Incar Skriniar, Tottenham Siap Tawarkan Duit Rp873 Miliar Pada Inter
Dipusingkan Jadwal, Jose Mourinho Ketar-Ketir dengan Peluang Tottenham di Liga Europa
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Piala Dunia 22 Juli 2026, 16:47
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
LATEST UPDATE
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Langka, Lampaui Pencapaian Messi dan Ronaldo
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:00
-
Real Madrid Resmi Rilis Jersey Tandang Hijau untuk Musim 2026/2027
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 19:49
-
Karim Adeyemi Resmi Gabung Barcelona dari Borussia Dortmund
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 18:24
-
Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Persaingan Ketat dan Optimisme Juara
Tim Nasional 23 Juli 2026, 15:59
-
Jordi Amat Bidik Gelar Juara Piala AFF 2026 Bersama Timnas Indonesia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 15:31
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34














