FA Segera Susun Kebijakan Sosial Media Bagi Pemain
Editor Bolanet | 10 Oktober 2012 12:10
- Asosiasi sepak bola Inggris (FA) sedang menjajaki kemungkinan dibentuknya kebijakan terkait penggunaan media sosial oleh para pemain.
FA tampaknya terpaksa mempelajari kebijakan tersebut, menyusul beberapa kasus yang menimpa sejumlah pemain yang berlaga di Premier League, yang berawal dari situs jejaring sosial.
Yang terbaru tentu saja Ashley Cole. Defender tersebut baru saja mendapat hukuman pemotongan gaji, akibat menyerang FA melalui akun Twitter pribadinya, terkait kesaksiannya pada sidang kasus rasial John Terry.
Dan sayangnya, Cole bukanlah satu-satunya pemain yang pernah terjerat masalah yang berawal dari kegiatan berpendapat mereka di situs sosial media.
Hal itu seperti dijelaskan oleh sekretaris umum FA, Alex Horne, yang menyebut bahwa pertanggungjawaban atas apa yang dilakukan pemain di media sosial sifatnya personal.
Secara efektif, kicauan di Twitter adalah seperti saya berbicara dengan anda, di mana ada jutaan orang yang mengetahui, atau berusaha untuk mengetahuinya, terang Harne.
Klub dan negara ingin membantu mereka sebisa mungkin, dengan menegaskan pedoman dan upaya penyelamatan, dalam hal 'berpikir sebelum berkomentar'.
Harne menambahkan, bahwa FA memiliki sebuah kebijakan, yang mana bila garis tersebut dilewati, maka mereka akan mengenakan sanksi. Begitu juga dengan kebijakan di dalam masing-masing klub.
Lebih lanjut, ia kembali menegaskan bahwa tujuan utama dibentuknya rancangan kebijakan tersebut semata-mata adalah memperjelas kode etik yang digunakan para pemain di media sosial. (sky/atg)
FA tampaknya terpaksa mempelajari kebijakan tersebut, menyusul beberapa kasus yang menimpa sejumlah pemain yang berlaga di Premier League, yang berawal dari situs jejaring sosial.
Yang terbaru tentu saja Ashley Cole. Defender tersebut baru saja mendapat hukuman pemotongan gaji, akibat menyerang FA melalui akun Twitter pribadinya, terkait kesaksiannya pada sidang kasus rasial John Terry.
Dan sayangnya, Cole bukanlah satu-satunya pemain yang pernah terjerat masalah yang berawal dari kegiatan berpendapat mereka di situs sosial media.
Hal itu seperti dijelaskan oleh sekretaris umum FA, Alex Horne, yang menyebut bahwa pertanggungjawaban atas apa yang dilakukan pemain di media sosial sifatnya personal.
Secara efektif, kicauan di Twitter adalah seperti saya berbicara dengan anda, di mana ada jutaan orang yang mengetahui, atau berusaha untuk mengetahuinya, terang Harne.
Klub dan negara ingin membantu mereka sebisa mungkin, dengan menegaskan pedoman dan upaya penyelamatan, dalam hal 'berpikir sebelum berkomentar'.
Harne menambahkan, bahwa FA memiliki sebuah kebijakan, yang mana bila garis tersebut dilewati, maka mereka akan mengenakan sanksi. Begitu juga dengan kebijakan di dalam masing-masing klub.
Lebih lanjut, ia kembali menegaskan bahwa tujuan utama dibentuknya rancangan kebijakan tersebut semata-mata adalah memperjelas kode etik yang digunakan para pemain di media sosial. (sky/atg)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Everton vs Liverpool: Virgil van Dijk
Liga Inggris 20 April 2026, 02:18
LATEST UPDATE
-
Jadwal Live Streaming MotoGP Spanyol 2026 di Vidio, 24-26 April 2026
Otomotif 20 April 2026, 11:55
-
Jadwal Lengkap Balapan MotoGP 2026
Otomotif 20 April 2026, 11:43
-
Jadwal Live Streaming Seri 1 Mandalika Racing Series 2026, 24-26 April 2026
Otomotif 20 April 2026, 11:39
-
Jadwal Lengkap Balapan Pertamina Mandalika Racing Series 2026
Otomotif 20 April 2026, 10:55
LATEST EDITORIAL
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00














