Finis Peringkat 17 Premier League, Kok Tottenham Bisa Jorjoran di Bursa Transfer Awal Musim 2026/2027?
Asad Arifin | 7 Juli 2026 02:03
Bola.net - Tottenham Hotspur menjadi salah satu klub paling agresif pada bursa transfer musim panas 2026. Padahal, secara prestasi, Spurs baru saja menutup musim 2025/2026 dengan finis di peringkat ke-17 klasemen akhir Premier League, hanya terpaut dua poin dari zona degradasi.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan besar di kalangan penggemar sepak bola. Bagaimana klub yang nyaris terdegradasi masih mampu menggelontorkan dana dalam jumlah fantastis untuk mendatangkan pemain-pemain berkualitas?
Sejauh ini, Tottenham telah mendatangkan sejumlah nama besar. Sandro Tonali bergabung setelah sebelumnya merekrut Mateus Fernandes dari West Ham United dengan nilai transfer sekitar Rp1,87 triliun (dari £85 juta), sementara Andy Robertson dan Marcos Senesi didapatkan secara gratis.
Jika transfer Jan Paul van Hecke juga terealisasi, total belanja Tottenham berpotensi mencapai sekitar Rp5,21 triliun (dari £237 juta). Meski terlihat sangat besar, aktivitas tersebut ternyata masih berada dalam koridor regulasi keuangan yang berlaku.
Aturan SCR dan Pendapatan Besar Jadi Kunci Tottenham

Salah satu alasan utama Tottenham mampu bergerak agresif adalah penerapan aturan baru Squad Cost Ratio (SCR). Regulasi ini memperbolehkan klub menggunakan hingga 85 persen dari total pendapatannya untuk membiayai skuad, termasuk gaji pemain, amortisasi transfer, hingga biaya agen.
Dalam laporan keuangan musim 2024/2025, beban gaji dan amortisasi Tottenham hanya mencapai 61 persen dari total pendapatan klub. Angka tersebut masih jauh di bawah batas maksimum yang diperbolehkan, sehingga Spurs memiliki ruang finansial yang cukup besar untuk berinvestasi pada pemain baru.
Faktor lain yang memperkuat kondisi keuangan Tottenham adalah keberhasilan memaksimalkan stadion baru mereka sebagai sumber pendapatan. Selain pertandingan sepak bola, stadion tersebut kini dapat menggelar hingga 30 acara non-sepak bola setiap tahun, termasuk konser musik dan pertandingan NFL.
Dampaknya sangat signifikan terhadap pemasukan klub. Pendapatan dari hari pertandingan meningkat dari sekitar Rp990 miliar (dari £45 juta) saat masih menggunakan White Hart Lane menjadi sekitar Rp2,77 triliun (dari £126 juta), sedangkan pendapatan komersial melonjak dari sekitar Rp1,61 triliun (dari £73 juta) menjadi sekitar Rp6,09 triliun (dari £277 juta) pada musim 2024/2025.
Belanja Fantastis Tak Selalu Membebani Keuangan Klub

Besarnya nilai transfer yang dikeluarkan Tottenham tidak serta-merta dibukukan sekaligus dalam satu musim. Dalam akuntansi sepak bola modern, biaya transfer diamortisasi atau dibagi selama masa kontrak pemain, dengan batas maksimal lima tahun.
Artinya, apabila Tottenham menghabiskan sekitar Rp5,28 triliun (setara £240 juta) pada bursa transfer musim panas ini, beban amortisasi yang masuk ke laporan keuangan hanya sekitar Rp1,06 triliun (setara £48 juta) per musim apabila seluruh pemain dikontrak selama lima tahun.
Laporan keuangan musim 2024/2025 juga menunjukkan Tottenham membukukan pendapatan sekitar Rp14,84 triliun (dari £565 juta). Berdasarkan ketentuan SCR, klub secara teori masih diperbolehkan mengalokasikan hingga sekitar Rp12,60 triliun (dari £480 juta) setiap musim untuk kebutuhan skuad.
Dengan kombinasi pendapatan komersial yang terus meningkat, pemanfaatan stadion multifungsi, serta ruang belanja yang masih longgar dalam aturan SCR, Tottenham memiliki fondasi finansial yang kuat. Itulah sebabnya posisi ke-17 di Premier League tidak otomatis menghalangi Spurs untuk belanja pemain.
Sumber: BBC Sport
Baca Ini Juga
MU Diuntungkan dengan Tersingkirnya Brasil dari Piala Dunia 2026, Kok Bisa?
Mau Andrey Santos, MU Harus Setor Segini ke Chelsea
Manuver Mengejutkan MU: Andrey Santos Masuk Radar, Chelsea Siap Kehilangan Gelandang Masa Depan?
Penjelasan Mengapa Transfer Ederson ke Manchester United Tak Kunjung Diumumkan
MU Harus Siap Kere Mendadak! Lille Tidak Akan Jual Murah Ayyoub Bouaddi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kans MU untuk Dapatkan Unai Emery itu Nol!
Liga Inggris 2 November 2026, 19:49
-
Barcelona Beneran Berminat Pada Bek Manchester United Ini, Tapi...
Liga Spanyol 2 November 2026, 18:59
-
Betah, Morgan Rogers Siap Bantu Chelsea Tsunami Trofi!
Liga Inggris 2 November 2026, 18:34
-
Musuh dalam Selimut Manchester United itu Bernama Lisandro Martinez
Liga Inggris 2 November 2026, 18:23
LATEST UPDATE
-
Hasil Pakhtakor vs Al Nassr: Tanpa Cristiano Ronaldo, Joao Felix Pimpin Pesta Gol
Asia 3 November 2026, 00:05
-
Barcelona Buka Peluang Jual Jules Kounde, Chelsea Mulai Pelajari Situasinya
Liga Spanyol 2 November 2026, 21:50
-
Hansi Flick Buka Suara soal Situasi Alejandro Balde di Barcelona
Liga Spanyol 2 November 2026, 21:36
-
Real Madrid Putuskan Tidak Belanja pada Januari Meski Lini Tengah Butuh Tambahan
Liga Spanyol 2 November 2026, 21:10
-
Kondisi MU Belum Membaik, Eddie Howe Segera Diangkat Jadi Manajer MU?
Liga Inggris 2 November 2026, 21:06
-
Hansi Flick Tegaskan Barcelona Tak Akan Remehkan Aston Villa di Liga Champions
Liga Champions 2 November 2026, 20:54
-
Kabar Terbaru JJ Gabriel: Jadinya Gabung Real Madrid?
Liga Inggris 2 November 2026, 20:42
-
Thibaut Courtois Ukir Rekor Istimewa di Real Madrid: Kebanggaan Luar Biasa
Liga Spanyol 2 November 2026, 20:30
-
Jelang Lawatan ke Old Trafford, AS Roma Tebar Psywar ke Manchester United
Liga Champions 2 November 2026, 20:22
-
Tinggalkan MU, Bruno Fernandes Menuju ke Arab Saudi?
Liga Inggris 2 November 2026, 20:10
-
Luciano Spalletti Berharap Kemenangan atas Napoli Pulihkan Kepercayaan Diri Juventus
Liga Italia 2 November 2026, 19:50
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



