Frank Lampard Dituding Sekadar Beli Pemain, tapi Tidak Tahu Cara Memainkannya
Richard Andreas | 7 Oktober 2020 23:59
Bola.net - Chelsea merupakan klub paling aktif belanja pemain di bursa transfer musim panas ini. Frank Lampard mendapatkan beberapa pemain bintang untuk memperkuat skuadnya, yang ternyata tidak semudah dugaan.
Ya, meski sudah didukung klub dengan pembelian melebihi 200 juta pounds, Lampard sudah dikritik di awal musim ini. Dia dinilai terlalu sering menggonta-ganti susunan pemain.
Taktik Chelsea tak jelas, bahkan formasi terbaiknya pun belum ketemu. Memang ada beberapa pemain cedera, tapi Lampard seharusnya bisa memberikan solusi dengan banyak pemain top dalam skuadnya.
Sebab itu, jika melihat Chelsea kesulitan sekarang, Lampard pun mulai dikritik tidak becus membangun skuad, hanya bisa beli pemain.
Benarkah demikian? Scroll ke bawah ya, Bolaneters!
Menyatukan skuad
Kritikan ini disampaikan oleh Stewart Robson, analis Premier League. Menurutnya kasus ini bukan hal baru, sudah banyak contoh bahwa pembelian pemain top saja tidak cukup untuk mengembangkan tim.
"Semua orang bicara soal membeli banyak pemain dan memperkuat kedalaman skuad, mendatangkan banyak pemain sekaligus dan melakukannya dengan cepat," ujar Robson dikutip dari Sportskeeda.
"Namun, jika Anda gagal menyatukan mereka, Anda akan menghadapi masalah besar."
Masalah Chelsea
Robson bicara bukan tanpa alasan. Menurutnya, hanya perlu melihat beberapa pertandingan awal untuk memahami bahwa Chelsea sedang bermasalah. The Blues tidak bisa berdalih mesin belum panas.
"Saya kira pada beberapa pertandingan pertamanya, Chelsea terlihat punya beberapa masalah. Kita menyaksikannya pada laga kontra West Brom ketika mereka tidak bisa bertahan," sambung Robson.
"Kita pun melihat beberapa pertandingan awal Spurs, tapi sepertinya sekarang Spurs sudah bergerak bersama, mereka punya pemahaman gaya bermain."
Tidak ada rencana
Singkatnya, Robson merasa Lampard bukan pelatih yang cocok untuk skuad Chelsea sekarang. Lampard memang punya banyak pemain top, tapi masalahnya ada pada membentuk dan menyatukan mereka.
"Inilah satu kritik saya untuk Chelsea. Saya tidak yakin ketika Frank Lampard membeli pemain-pemain itu, dia sudah tahu di mana mereka akan bermain dan seperti apa tim terbaiknya," lanjut Robson.
"Bahkan sampai sekarang saya masih tidak yakin dia tahu tim terbaiknya," pungkasnya.
Sumber: Sportskeeda
Baca ini juga ya!
- Solskjaer Diprediksi Dipecat, Lalu Bisakah Pochettino Jadi 'The Man' untuk MU?
- Dominic Calvert-Lewin: Striker no. 9 Sempurna, Tumbuh di Sheffield Mekar di Everton
- Bisa Tinggalkan MU ke AS Roma, Smalling: Leganya Luar Biasa!
- Jangan Buru-Buru Serang MU karena Gagal Dapatkan Sancho, Pahami Alasannya Yuk!
- Waduh, Edinson Cavani Absen Pada Laga Newcastle vs MU?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di Vidio, 4-6 Maret 2026
Liga Inggris 5 Maret 2026, 17:30
-
St James' Park yang Angker buat Manchester United
Liga Inggris 5 Maret 2026, 16:16
LATEST UPDATE
-
Bagaimana Nasib Rodrygo di Real Madrid usai Cedera Lutut Serius?
Liga Spanyol 5 Maret 2026, 23:53
-
Real Madrid Mau Rekrut Vitinha? Lupakan Saja!
Liga Spanyol 5 Maret 2026, 23:00
-
Hasil Persik vs PSBS Biak: Comeback Manis Macan Putih
Bola Indonesia 5 Maret 2026, 22:41
-
Hasil Persijap vs Persis: Tanpa Gol di Stadion Gelora Bumi Kartini
Bola Indonesia 5 Maret 2026, 22:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Siapa Lebih Unggul?
Editorial 4 Maret 2026, 14:37

















