Ganti Tiga Manajer, Habiskan Rp 7 Triliun untuk Rekrut 29 Pemain, dan Tottenham Masih Begitu-begitu Saja
Abdi Rafi Akmal | 21 Maret 2023 10:26
Bola.net - Tottenham, oh, Tottenham. Tekad mendapatkan trofi sejak 2019 ternyata masih belum berbuah hasil. Tottenham masih begitu-begitu saja sejak dulu hingga sekarang.
Lemari trofi Tottenham terakhir kali diisi pada 2007/2008 setelah memenangkan Piala Liga. Setelahnya, lemari trofi itu mungkin hanya dibuka untuk perawatan.
Untungnya, Tottenham bertekad mengakhiri situasi menyedihkan sejak 2019. Kesabaran manajemen dan penggemar sudah habis menunggu Mauricio Pochettino memberikan gelar perdana untuk klub.
Investasi mulai dilakukan dengan merekrut langsung pelatih top dan memberikan dana seabrek untuk merekrut pemain yang diperlukan. Bagaimana hasilnya?
Jose Mourinho

Mourinho langsung ditunjuk oleh Tottenham jadi manajer setelah Mauricio Pochettino dipecat pada November 2019. Penunjukan Special One jelas sesuatu yang mengejutkan.
Selama menangani klub manapun, Mourinho minimal bisa memberikan satu trofi. Bahkan ketika bersama Porto dan Manchester United yang masih medioker kala itu, kompetisi Eropa pernah ditaklukkannya.
Mourinho menghabiskan dana sebesar 131 juta Poundsterling atau Rp 2,4 triliun untuk memboyong sepuluh pemain baru selama masa kepelatihannya.
Hasilnya? Nihil.
April 2021 menjadi akhir perjalanan Mourinho di Tottenham. Untuk pertama kalinya, Mourinho gagal memberikan trofi bagi klub sejak melatih Porto.
Tidak hanya itu, Mourinho total hanya memainkan 86 pertandingan. Jumlah pertandingan paling sedikit sejak ia melatih Porto pada 2004 lalu.
Nuno Espirito Santo

Tottenham sempat punya masa jeda beberapa bulan tanpa pelatih kepala. Sampai akhirnya pada Juli 2021, Nuno Espirito Santo yang sebelumnya menangani Wolverhampton ditunjuk jadi manajer.
Pelatih asal Portugal itu sempat membelanjakan 57 juta Poundsterling atau Rp 1 triliun untuk membeli lima pemain. Ia bisa melakukan itu karena masih dalam bursa transfer musim panas.
Namun, Nuno hanya bertahan selama 17 pertandingan. November 2021 ia dipecat tanpa sempat membuktikan apapun, termasuk meraih trofi.
Antonio Conte

Pelatih top lain yang didatangkan setelah Nuno adalah Conte. Sosok yang baru saja mempersembahkan trofi Liga Italia bagi Inter Milan itu mulai menangani Tottenham pada November 2021. Kontraknya hingga 2023.
Revolusi lebih besar dilakukan selama Conte jadi manajer. Dari tiga jendela transfer yang dilewatinya, Conte menghabiskan 192 juta Poundsterling atau Rp 3,6 triliun untuk merekrut 14 pemain baru.
Nasib Conte di Tottenham ternyata masih sama sialnya dengan Mourinho dan Nuno. Menjadi juara seperti jadi satu-satunya pengecualian bagi kelangsungan hidup Tottenham.
Jangankan manajemen dan penggemar, Conte sendiri sampai frustrasi. Ia blak-blakan mengkritik elemen tim yang dianggap jadi biang keladi terpuruknya Tottenham.
Alhasil, rumor pemecatannya mulai mengudara. Entah nanti dipecat atau menunggu kontraknya habis setelah musim 2022/2023 berakhir, Conte juga gagal memberi trofi perdana untuk Tottenham.
Akumulasi Investasi
Tottenham sudah melakukan tiga pergantian manajer sejak 2019. Sebentar lagi akan menuju pergantian yang keempat setelah kerja sama dengan Conte berakhir.
Selama pergantian itu, Tottenham masih belum bisa mendapatkan gelar. Padahal, Mourinho dan Conte adalah pelatih yang dikenal punya mental pemenang.
Tidak hanya investasi manajer yang gagal, total 380 juta Poundsterling atau sekitar Rp 7 triliun dana yang dihabiskan untuk merekrut total 29 pemain sama sekali tidak menhgasilkan apapun.
Lantas, masalahnya di mana, Spurs?
Sumber: Football Daily
Klasemen Premier League 2022/2023
Baca Juga:
- Antonio Conte Bicara Fakta Menyakitkan dan Tottenham Tidak Siap Mendengarnya
- Segera Dipecat Tottenham, Antonio Conte Sudah Pulang ke Italia
- 3 Kandidat Pelatih yang Bisa Gantikan Antonio Conte di Tottenham
- Jadwal Lengkap Premier League 2022/2023 di SCTV dan Vidio
- Prahara! Buka Borok Klub, Antonio Conte Segera Dipecat Tottenham
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Daftar Transfer Resmi Premier League Januari 2026
Liga Inggris 20 Januari 2026, 12:09
LATEST UPDATE
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
-
Alfeandra Dewangga Siap Bawa Persib Cetak Sejarah Juara 3 Kali Berturut-turut
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 12:30
-
Conte Puji Hojlund Setinggi Langit, Tapi Emosi Jiwa Soal Jadwal Liga Champions
Liga Champions 20 Januari 2026, 12:11
-
Daftar Transfer Resmi Premier League Januari 2026
Liga Inggris 20 Januari 2026, 12:09
-
Ingat 2 Trofi UCL! Arbeloa Semprot Fans Madrid yang Hobi Cemooh Vinicius Jr
Liga Champions 20 Januari 2026, 11:17
-
Siulan Suporter di Bernabeu Cuma Bikin Real Madrid Lemah
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 11:03
-
Bersama Michael Carrick, MU Diyakino Sanggup Tembus Liga Champions
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:40
LATEST EDITORIAL
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19








