Homesick, Manchester United Amat Lemah di Kandang Lawan
Asad Arifin | 23 September 2019 14:34
Bola.net - Homesick sering disebut sebagai kondisi di mana seseorang merasa menderita ketika jauh dari rumah atau lingkungan asalnya. Dan, kini Manchester United sedang mengalami masalah itu: Homesick.
Manchester United begitu sulit untuk bisa meraih kemenangan pada laga tandang.
Manchester United baru saja kalah di laga tandang. Setan Merah tidak mampu berbuat banyak saat berkunjung markas West Ham di London Stadium, Minggu (22/9/2019) lalu. United kalah dengan skor 2-0.
Hasil ini membuat posisi United di klasemen sementara Premier League terus merosot. Setan Merah kini berada di posisi ke-8 dengan hanya meraih delapan poin. United juga terus mencatat rekor buruk di laga tandang.
Rekor Buruk Manchester United di Laga Tandang
Ole Gunnar Solskjaer mulai bekerja sebagai manajer Manchester United pada Desember 2018 lalu. Saat itu, Solskjaer mampu memberikan kesan yang positif. United selalu menang dalam sembilan laga tandang beruntun di semua kompetisi.
United saat itu bahkan mampu menang pada laga-laga sulit melawan Chelsea, PSG, Tottenham dan Arsenal.
Namun, catatan tersebut sama sekali tidak berbekas. Keperkasaan United di kandang lawan luntur begitu saja. Seran merah seolah sedang menderita 'homesick' karena sudah gagal menang sembilan laga tandang terakhir.
Pasukan Solskjaer kalah enam kali dan tiga kali imbang dalam sembilan laga tandang terakhir. Hasil ini juga diperparah dengan fakta bahwa United hanya mencetak lima gol dan kebobolan 18 gol di markas lawan.
Opta merangkumnya secara lebih detail di bawah ini:
Pengakuan Solskjaer Bahwa MU Masih Tertinggal
Solskjaer tidak tutup mata dengan kondisi buruk yang dialami oleh Manchester United. Manajer asal Norwegia tersebut mengakui jika Manchester United belum mampu berada di level yang sama dengan Manchester City dan Liverpool.
"Saya ingin menjadi bagian yang mengembalikan klub ini ke tempat yang semestinya," ujar Solskjaer kepada Sky Sports.
"Saat ini Premier League sudah berubah menjadi monster yang berbeda. Manchester City dan Liverpool musim lalu benar-benar fantastis sementara kami masih dalam fase membangun sebuah tim yang baru."
Tugas Solskjaer ke depan dipastikan makin sulit. Sebab, selain harus mampu mengembalikan performa tim, Solskjaer juga punya sejumlah masalah. Salah satunya adalah mininya stok penyerang tengah dan cedera yang dialami oleh Marcus Rashford.
Sumber: Opta
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juventus Pasang Harga Teun Koopmeiners Usai Dilirik Manchester United
Liga Italia 22 April 2026, 17:48
-
Para Penyerang Chelsea Tumpul, Harapan ke Liga Champions Kian Semu
Liga Inggris 22 April 2026, 17:36
LATEST UPDATE
-
Timnas Argentina: Siapa Saja yang Hampir Pasti Masuk Skuad Piala Dunia 2026?
Piala Dunia 23 April 2026, 01:00
-
106 Hari yang Berujung Pemecatan: Kisah Singkat Liam Rosenior di Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:24
-
Calum McFarlane Kembali Jadi Pelatih Sementara Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:17
-
Juventus Cari Alternatif: Alisson Sulit, De Gea Jadi Opsi
Liga Italia 22 April 2026, 23:23
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37














