Ibrahimovic Ungkap Perbedaan Mourinho dan Guardiola
Editor Bolanet | 17 Mei 2016 00:13
Bersama Mourinho, pemain 34 tahun tersebut mengaku senang karena ia bisa meraih Scudetto dan menjadi top skor pada musim 2008/2009. Setelah pindah ke Barca di bawah arahan Guardiola, pemain asal Swedia tersebut meredup yang membuatnya hengkang ke AC Milan.
Dalam sebuah autobiografi Carlo Ancelotti dengan judul 'Quiet Leadership', Ibrahimovic menjelaskan perbedaan antara dua pelatih di atas.
Mourinho adalah orang yang disiplin. Apa yang ada pada dirinya adalah permainan, ia suka membuat manipulasi. Trik semacam itu hal yang baru bagi saya--sepanjang waktu melakukan satu hal untuk mendapatkan hal lain dan itu memicu saya. Permainan ini cocok untuk saya; saya menjadi top skor di bawah asuhannya dan kami menjuarai liga, kata Ibra seperti dilansir Daily Express.
Setelah Mourinho saya ingin membahas Pep Guardiola, pelatih berotak besar dalam sepakbola. Dia selalu punya solusi mengatasi tim yang akan kami hadapi, sangat tahu apa yang harus dilakukan untuk meraih kemenangan, tahu apa yang harus ia capai. Kami bisa jadi menang 2-0 di babak pertama, tapi ia akan bilang, 'kita belum selesai sampai di sini. Saya ingin tiga, empat, lima, enam, tujuh.' Dia seperti mesin, puji Ibra pada pelatih Manchester City musim depan tersebut. [initial]
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47
















