Ini Alasan Matip Sering Tinggalkan Lini Pertahanan dan Menggiring Bola Jauh ke Depan
Dimas Ardi Prasetya | 26 April 2019 02:25
Bola.net - - Bek Liverpool Joel Matip mengaku ia sering menggiring bola jauh ke depan karena terdorong oleh keinginannya untuk membantu rekan-rekannya di area pertahanan lawan.
Matip bukan pilihan pertama Jurgen Klopp di lini pertahanan Liverpool. Ia jadi sering main menyusul cederanya Joe Gomez dan Dejan Lovren.
Matip tampil apik bersama Virgil Van Dijk di lini belakang. Namun ia juga memiliki nilai lebih.
Ia sempat beberapa kali beraksi menggiring bola dari lini pertahanan, melalui garis tengah dan melewati beberapa pemain lawan hingga mendekati area kotak penalti musuh. Aksi itu kadang cukup manjur untuk memecah pertahanan ketat lawan.
Enjoy
Matip mengaku ia berharap bisa membantu rekan setimnya dengan aksinya itu. Bek asal Kamerun itu juga sangat menikmati aksinya tersebut.
"Saya seorang bek tetapi saya sangat menikmati memiliki bola di semua situasi," Matip mengatakan kepada Liverpoolfc.com.
"Kami menguasai bola cukup sering dan saya mencoba membantu rekan tim saya dan mencoba melakukan sesuatu agar tim bisa menciptakan sesuatu. Saya sangat menikmatinya. Saya pikir tidak buruk jika Anda menikmati cara Anda bermain," tuturnya.
Restu Klopp
Matip menambahkan, ia tidak melakukan aksi itu seenaknya sendiri. Ia melakukannya karena mendapat restu juga dari Klopp.
Ia juga mengatakan aksi itu harus diperhitungkan secermat mungkin. Jika situasi tidak memungkinkan dan bisa membahayakan pertahanan, maka ia tak akan berani melakukannya.
"Ketika saya masih muda saya mencoba bermain dari belakang. Saya pikir itulah cara saya, cara saya bermain. Kadang-kadang itu membantu dan saya berharap itu akan membantu tim kami," terangnya.
"Mungkin saya seharusnya tidak melakukannya setiap beberapa menit tetapi saya pikir ia [Klopp] mempercayai saya. Jika saya masuk dan risikonya tidak terlalu tinggi dan saya dapat membantu tim maka itu membantu," tandas Matip.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Inter vs Arsenal 1-3: Proses Pendewasaan Nerazzurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:36
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Newcastle vs PSV - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Marseille vs Liverpool - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Juventus vs Benfica - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Chelsea vs Pafos - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Slavia Praha vs Barcelona - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Atalanta vs Athletic Club - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
BRI Super League: Begini Kesiapan Persib Jelang Lawan PSBS Biak pada Pekan ke-18
Bola Indonesia 21 Januari 2026, 19:37
-
Bicara Hati ke Hati, Cara Intim Duo Yamaha Bangun Chemistry Jelang MotoGP 2026
Otomotif 21 Januari 2026, 18:54
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06









