Ini Bukti Manchester United Adalah Pogba's Show, Angka Tak Berbohong!
Afdholud Dzikry | 24 Juni 2019 13:13
Bola.net - Manchester United telah mengalami kesulitan selama beberapa tahun belakangan, tidak ada keraguan tentang itu. Kurangnya kerja tim di dalam skuad mereka begitu terlihat, dan ada bukti yang mendukung hal itu.
Paul Pogba mungkin telah banyak disebut sebagai salah satu sumber masalah di tubuh Manchester United. Namun statistik tampaknya menunjukkan bahwa Setan Merah justru bergantung pada pemain Prancis itu sepanjang musim lalu.
Bahkan, ini akan menjadi sesuatu yang bisa disebut bukti bahwa Manchester United adalah tim one-man show terbesar di antara tim penghuni enam besar Premier League. Setidaknya itu berdasarkan analisis dari Squawka dan Opta.
Penasaran bagaimana Manchester United musim lalu adalah Paul Pogba show? Simak perbandingan statistik selengkapnya di bawah ini ya Bolaneters!
Angka-angka tidak berbohong. Sementara tim penghuni enam besar lainnya seperti Arsenal, Manchester City, Tottenham Hotspur, Liverpool dan Chelsea semua memiliki daftar pemain dengan nama berwarna dalam statistik itu, Man United hanya memiliki satu orang di banyak hal. Mungkin hanya Chelsea yang 'mendekati' statistik dari Manchester United itu.
Dalam statistik dari Squawka dan Opta itu, Paul Pogba menjadi pemain dengan torehan gol terbanyak, assist terbanyak, tembakan tepat sasaran terbanyak, pemain yang paling sering melewati lawan, paling banyak dilanggar, menciptakan peluang terbanyak, memenangkan penguasaan bola terbanyak, pengirim umpan terbanyak ke sepertiga akhir dan paling banyak memenangi duel.
Ya, dalam daftar statistik yang dirilis dua situs penyedia data itu, Pogba menjadi satu-satunya nama pemain yang muncul dalam daftar di skuad Manchester United musim lalu.
Melihat statistik tersebut, tampaknya Manchester United harus berpikir keras dan tak terburu-buru dalam membuat keputusan mengenai Paul Pogba yang tengah santer dikabarkan menjadi buruan Juventus dan Real Madrid.
Lantas bagaimana dengan tim-tim lain dan kenapa Manchester United adalah Pogba's Show musim lalu? Scroll yuk!.
Manchester City dan Liverpool

Melihat Mancheste City, nama-nama yang muncul lebih berwarna dibandingkan rival sekota mereka Manchester United. Dari daftar itu muncul nama-nama yang berbeda.
Dari pencetak gol terbanyak ada nama Sergio Aguero dengan torehan 21 gol yang juga merupakan pemain yang paling sering melepas tembakan tepat sasaran (43 shots on target). Kemudian Leroy Sane dan Raheem Sterling menjadi pemain dengan assist terbanyak (10 assist).
Selanjutnya muncul nama Raheem Sterling sebagai pemain yang paling banyak melewati lawan (82) dan sekaligus menjadi pemain paling banyak dilanggar (44). David Silva menjadi pemain yang paling banyak membuat kreasi peluang. Jangkar City, Fernandinho menjadi pemain yang paling banyak memenangi duel (177) dan ada nama Aymeric Laporte sebagai pemain yang paling banyak memenangkan penguasaan bola (182) dan paling banyak melepas umpan ke sepertiga terakhir (345).
Kemudian bagaimana dengan Liverpool yang menghuni peringkat kedua Premier League musim lalu?
Liverpool menyumbang dua nama dalam daftar top skor Premier League musim lalu, Mohamed Salah dan Sadio Mane dengan 22 gol. Trent Alexander-Arnold menjadi pemain yang paling banyak membuat assist dengan 12 assist dan pemain yang paling banyak mengirim umpan ke sepertiga akhir lapangan (264).
Mohamed Salah menjadi yang terbaik di skuad Liverpool dalam urusan melewati lawan (81), paling banyak membuat kreasi peluang (68) dan paling banyak membuat tembakan tepat sasaran (64). Sedangkan Sadio Mane menjadi pemain yang paling banyak dilanggar lawan (64).
Sementara Virgil van Dijk menjadi pemain yang paling banyak memenangi duel (245) sementara Andy Robertson menjadi pemain yang paling banyak memenangkan penguasaan bola (222).
Tottenham dan Chelsea
Tottenham yang menempati posisi ketiga juga beragam. Harry Kane menjadi pemain yang paling banyak dilanggar (52), paling banyak melepas tembakan tepat sasaran (46) dan sekaligus menjadi top skor tip (17). Sementara nama Christian Eriksen tercatat sebagai pemain yang paling banyak membuat assist (12), paling banyak membuat kreasi peluang (73) dan paling banyak melepas umpan ke sepertiga terakhir lapangan (278).
Kemudian ada nama Son Heung-min sebagai pemain yang paling banyak melewati lawan (48), Lucas Moura sebagai pemain yang paling sering memenangkan duel (161) dan Moussa Sissoko sebagai pemain yang paling sering memenangkan pengusaan (208).
Dari Chelsea mungkin menjadi tim yang paling mendekati 'capaian' Manchester United. Tercatat hanya ada dua pemain yang muncul dalam beberapa kriteria yang diperbandingkan kali ini. Nama Eden Hazard menjadi pemain Chelsea yang paling banyak membuat assist (15), paling banyak membuat gol (16), paling banyak melepas tembakan tepat sasaran (43), paling banyak melewati lawan (138), paling banyak dilanggar (104), paling banyak membuat kreasi peluang (98), dan paling banyak memenangi duel (275).
Sementara itu satu nama lain adalah Jorginho yang menjadi pemain Chelsea yang paling banyak memenangkan penguasaan bola (274) dan paling banyak membuat umpan ke sepertiga terakhir lapangan (416).
Arsenal
Terakhir ada nama Arsenal. Dari The Gunners juga muncul beberapa nama yang beragam seperti Pierre-Emerick Aubameyang sebagai pencetak gol terbanyak (22), dan paling banyak melepas tembakan tepat sasaran (40). Sementara tandemnya di lini depan, Alexandre Lacazette menjadi pemain yang paling banyak membuat assist (8) dan paling banyak melewati lawan bersama Alex Iwobi (46).
Kemudian ada nama Lucas Torreira sebagai pemain yang paling banyak dilanggar (77) dan paling banyak memenangkan penguasaan (220). Sementara Granit Xhaka menjadi pemain paling sering melakukan umpan ke sepertiga terakhir (343) dan Shkodran Mustafi menjadi pemain yang paling sering memenangi duel.
Bagaimana Bolaneters? Tepatkah bila Manchester United disebut sebagai tim One-man Show? Berikan komentar kalian di bawah ya!.
BACA JUGA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
-
Tempat Menonton Bodo/Glimt vs Man City: Live SCTV dan Streaming di Vidio
Liga Champions 20 Januari 2026, 18:00
LATEST UPDATE
-
Prediksi Bayern vs Union Saint-Gilloise 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:28
-
Prediksi Atalanta vs Athletic Club 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 22:24
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






