Inilah Sosok yang Jadi 'Senjata Rahasia' di Balik Gacornya Man United Era Michael Carrick

Ari Prayoga | 8 Maret 2026 17:25
Inilah Sosok yang Jadi 'Senjata Rahasia' di Balik Gacornya Man United Era Michael Carrick
Selebrasi pemain Manchester United usai laga melawan Fulham di Old Trafford. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Nama Travis Binnion mungkin belum terlalu dikenal oleh publik sepak bola. Namun di lingkungan internal Manchester United, sosok berusia 39 tahun itu memiliki peran penting, terutama bagi pelatih kepala Michael Carrick.

Setiap kali berbicara mengenai staf kepelatihannya, Carrick kerap menyelipkan nama Binnion dalam jawabannya. Hal itu menunjukkan betapa besar pengaruh sang pelatih dalam struktur tim pelatih Setan Merah saat ini.

Advertisement

Binnion mendapat kesempatan naik ke tim utama setelah sebelumnya menangani skuad U-21 Manchester United. Ia dipromosikan tak lama setelah Ruben Amorim diberhentikan dari kursi pelatih pada Januari lalu. Meski masuk dalam situasi yang penuh tekanan, Binnion mampu beradaptasi dengan cepat.

Sumber internal klub menyebutkan para pemain langsung menerima kehadirannya. Bahkan beberapa pemain senior seperti Harry Maguire menjadi salah satu yang pertama menyambut Binnion ketika ia bergabung dengan tim utama.

Hubungan khusus juga dimiliki Binnion dengan gelandang muda Kobbie Mainoo. Ia telah terlibat dalam perkembangan Mainoo sejak sang pemain masih berada di level U-14, sehingga keduanya memiliki kedekatan yang cukup kuat.

1 dari 6 halaman

Penghubung Akademi dan Tim Utama

Penghubung Akademi dan Tim Utama

Pelatih Manchester United, Michael Carrick, memantau jalannya pertandingan dari sisi lapangan saat menghadapi Crystal Palace, Minggu (1/3/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Peran Binnion di Manchester United bukan sekadar membantu Carrick di sesi latihan. Ia juga berfungsi sebagai jembatan penting antara akademi dan tim utama.

Direktur sepak bola klub, Jason Wilcox, bersama Carrick memutuskan untuk mempertahankan Binnion dalam staf pelatih agar proses transisi pemain muda ke skuad senior berjalan lebih mulus.

Salah satu tugas utamanya adalah menentukan pemain akademi mana yang berkesempatan ikut berlatih bersama tim utama setiap pekan. Pengetahuannya yang mendalam mengenai talenta muda di akademi membuatnya dianggap sebagai sosok ideal untuk peran tersebut.

Pendekatan ini dinilai sebagai peningkatan signifikan dibanding era sebelumnya. Pada masa Amorim, pemain muda lebih sering dipanggil hanya untuk menutupi kebutuhan posisi tertentu dalam latihan.

Belum lama ini, Binnion juga memberi rekomendasi kepada Carrick agar bek U-18, Godwill Kukonki, dimasukkan dalam skuad pertandingan Premier League saat menghadapi Newcastle United di St James’ Park.

Ia juga mendorong masuknya Jack Moorhouse dalam skuad yang bertandang ke markas Everton setelah Lisandro Martinez mengalami cedera hamstring.

2 dari 6 halaman

Peran Taktis di Hari Pertandingan

Peran Taktis di Hari Pertandingan

Skuad Manchester United merayakan gol Benjamin Sesko ke gawang Crystal Palace, Minggu (1/3/2026) (c) AP Photo/Dave Thompson

Di hari pertandingan, Binnion memiliki peran unik. Ia biasanya berada di tribun pers bersama lima analis tim untuk memantau jalannya laga dari sudut pandang yang lebih luas.

Dari sana, ia mengirimkan instruksi secara langsung melalui alat komunikasi kepada staf di pinggir lapangan, termasuk Jonathan Woodgate. Dengan posisi tersebut, Binnion bertindak sebagai “mata di langit” bagi tim pelatih.

Selain itu, ia juga terlibat dalam sesi pemanasan sebelum pertandingan dan membantu Jonny Evans mengatur program pendinginan bagi pemain cadangan setelah laga selesai.

Binnion juga aktif bekerja secara personal dengan sejumlah pemain muda yang baru bergabung, seperti Benjamin Sesko dan Patrick Dorgu. Bahkan Joshua Zirkzee yang kesulitan mendapat menit bermain disebut sering mendapat dukungan dan perhatian dari Binnion.

Sesko sendiri pernah mengakui bahwa sesi latihan tambahan bersama Binnion sangat membantu peningkatan performanya.

3 dari 6 halaman

Karier Terhenti karena Cedera

Menariknya, sebelum menjadi pelatih, Binnion adalah seorang bek yang sempat meniti karier profesional. Ia berasal dari Derby dan menimba ilmu di akademi Sheffield United.

Namun karier bermainnya harus terhenti akibat cedera pinggul serius yang dialaminya saat masih berusia 18 tahun. Cedera tersebut membuatnya tidak dapat bermain selama hampir 18 bulan.

Binnion bahkan harus menjalani tiga kali operasi sebelum sempat kembali bermain dan menandatangani kontrak dengan klub Finlandia, IFK Mariehamn, pada 2008. Sayangnya, cedera itu kembali kambuh sehingga ia akhirnya memutuskan pensiun dini.

“Pada akhirnya saya sadar kondisi tubuh saya tidak memungkinkan untuk melanjutkan karier sebagai pemain,” kenangnya dalam sebuah wawancara.

4 dari 6 halaman

Bangkit sebagai Pelatih

Setelah gantung sepatu, Binnion memulai perjalanan baru di dunia kepelatihan. Ia direkrut John Pemberton untuk membantu melatih tim pengembangan di Sheffield United pada 2009.

Kariernya kemudian berkembang pesat hingga menjadi manajer akademi klub tersebut. Pada 2019, Nick Cox membawanya ke Carrington untuk memimpin pengembangan pemain di kelompok usia muda Manchester United.

Ia kemudian menjadi pelatih utama tim U-18 pada 2021 dan berhasil mencatat prestasi penting dengan membawa tim muda United meraih gelar FA Youth Cup ke-11 pada 2022. Dalam tim tersebut terdapat nama-nama seperti Kobbie Mainoo dan Alejandro Garnacho.

Prestasi itu membuat reputasi Binnion semakin diakui di internal klub.

5 dari 6 halaman

Mentor bagi Pemain Muda

Banyak pihak di Carrington menilai pengalaman hidup Binnion membuatnya menjadi mentor yang tepat bagi para pemain muda, terutama mereka yang harus menghadapi tekanan atau kegagalan dalam karier sepak bola.

Binnion sendiri mengaku ingin membantu pemain muda meraih karier yang dulu tidak sempat ia nikmati.

“Saya ingin mereka memiliki karier yang tidak bisa saya miliki. Dari pengalaman baik maupun buruk, saya mencoba membagikannya kepada para pemain agar mereka bisa berkembang maksimal,” ujarnya.

Kini, meski bukan sosok pelatih glamor dengan reputasi taktik besar, banyak orang di Manchester United percaya bahwa Travis Binnion adalah salah satu pelatih paling berharga yang dimiliki klub dalam satu dekade terakhir.

Jika Michael Carrick dipermanenkan sebagai pelatih musim depan, Binnion diperkirakan tetap menjadi bagian penting dari staf kepelatihan. Namun jika klub mendatangkan pelatih besar baru, peran lamanya di tim U-21 masih menantinya.

Yang jelas, banyak pihak di Carrington yakin suatu hari nanti Travis Binnion akan mewujudkan mimpinya menjadi manajer tim utama.