Invincibles Arsenal: Di Balik Skuat yang Solid, Terdapat Pemain yang Selalu Bertengkar
Dimas Ardi Prasetya | 4 Mei 2020 16:58
Bola.net - Eks bek Arsenal Lauren mengungkapkan skuat The Guners era Invincibles begitu kompetitif sampai-sampai mereka begitu sering bertengkar di sesi latihan.
Skuat Arsenal saat itu dihuni banyak pemain besar. Di depan ada pemain seperti Tierry Henry dan Dennis Bergkamp, kemudian di tengah ada Patrick Vieira, Emmanuel Petit, Cesc Fabregas, hingga Robert Pires, sementara di sektor bek ada Sol Campbell dan Ashley Cole, dan di sektor kiper ada Jens Lehmann.
Arsenal tampil begitu perkasa di pentas Premier League. Mereka sempat tak tersentuh kekalahan dalam 49 pertandingan di liga.
Permainan mereka begitu mengalir dengan sentuhan kreativitas dari para pemain tengahnya. Sol Campbell, Patrick Vieira, Thierry Henry menjadi tulang punggung tim kala itu.
Hal itu berujung pada kesuksesan tim asuhan Arsene Wenger tersebut meraih gelar juara Premier League musim 2003-04. Rekor Invincibles itu tak bisa disamai tim mana pun di Inggris sampai saat ini.
Selalu Ada Pertengkaran
Skuat Arsenal Invicibles kala itu memang tim yang sangat hebat. Akan tetapi tim tersebut tidak selalu akur dan harmonis.
Lauren mengaku hampir tiap hari selalu saja ada pemain yang bertengkar dengan pemain lain. Dan untungnya saat itu tak ada jurnalis yang tiap hari datang untuk meliput sesi latihan Arsenal.
"Tentu saja ada pertengkaran," ujar itu di situs resmi Arsenal. "Saya suka di Arsenal bahwa para jurnalis tidak pergi ke sesi pelatihan."
"Di Spanyol pada waktu itu, telah berubah, sekarang mereka telah menghentikan para jurnalis setiap hari. Ketika saya pergi ke Arsenal pada tahun 2000 saya berkata, 'Ini tidak mungkin'."
"Kenapa? Karena di [Spanyol] para jurnalis pergi setiap hari untuk menemukan sejarah, apa yang terjadi di sini, siapa yang bertengkar dengan siapa. Di zaman kita jika jurnalis menghadiri latihan akan ada sejarah setiap hari," tutur Lauren.
Ego yang Besar
Lauren mengaku saat itu para pemain kerap saling bertengkar dengan satu sama lain karena satu hal; mereka semua sama-sama punya ego yang besar. Semua pemain juga punya semangat bersaing yang sangat besar untuk jadi yang terbaik.
Namun untungnya para pemain itu bisa menyingkirkan egonya saat menjalani pertandingan resmi. Dan selain itu, mereka juga punya manajer sekelas Arsene Wenger yang mampu mengontrol tim dengan brilian.
"Betapa kompetitifnya kami - semua bertengkar di antara kami sendiri. Saya bertengkar dengan Thierry, Thierry dengan Martin [Keown], Patrick dengan Freddie [Ljungberg]. Kami semua sangat kompetitif dan kami semua berjuang karena kami semua memiliki ego besar, kepribadian tetapi pada saat pertandingan tiba, kami berjuang untuk tujuan yang sama," ujarnya.
"Anda membutuhkan itu, ego besar tetapi Anda memiliki manajer juga yang tahu bagaimana mengendalikan ego besar, cara mengendalikan para pemain itu. Saya lebih suka berada di tim yang Anda lihat pemain saling berhadapan antar muka, Anda dapat berbicara dengannya, beri tahu ia apa pun yang Anda inginkan, tetapi ketika pertandingan tiba, Anda akan mendapat 100 persen untuk tujuan yang sama, untuk mencapai apa yang ingin kami lakukan di awal musim," serunya.
"Ini adalah hal yang paling penting; tanpa itu, sulit untuk memenangkan banyak hal. Saya tidak ingin berada di tim yang tidak ada yang terjadi, kita semua diam, jika Anda menang tak masalah, jika Anda kalah juga tak masalah. Anda tidak bisa bersaing seperti itu. Di masa kami, kami semua kompetitif, kami semua bertarung satu sama lain, tetapi pada akhirnya kami berjuang untuk tujuan yang sama dan itulah sebabnya kami berhasil memenangkan banyak hal," pungkas Lauren.
(arsenal.com)
Baca Juga:
- Chelsea Tawarkan Kontrak 2 Tahun, Willian Siap Membelot ke Arsenal dan Tottenham
- Ketika Ferguson dan Wenger Nyaris Berkelahi di 'Battle of Old Trafford'
- Profil Dennis Bergkamp: The Iceman dengan Sentuhan Midas
- Willian ke Arsenal? Jangan Ngimpi!
- Mikel Arteta Diminta Lakukan Segala Cara untuk Pertahankan Aubameyang
- 7 Legiun Spanyol yang Paling Sering Main di Premier League
- Udinese Pernah Hampir Punya Thierry Henry
- Ingin Tuntaskan Premier League? Main di Luar Inggris Saja!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Di Bawah Thom Haye, Seberapa Mahal Nilai Layvin Kurzawa Dibanding Skuad Persib?
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 17:55
-
Apa yang Salah dengan Eberechi Eze di Arsenal?
Liga Inggris 19 Januari 2026, 17:29
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 17:14
LATEST UPDATE
-
Kabar Panas dari Stamford Bridge: Chelsea Siap Lepas Gelandang Juara Piala Dunia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 03:29
-
Prediksi Copenhagen vs Napoli 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Olympiakos vs Leverkusen 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:02
-
Prediksi Sporting CP vs PSG 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:01
-
Prediksi Inter vs Arsenal 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Tottenham vs Dortmund 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 03:00
-
Vinicius Dicemooh Fans Real Madrid, Kylian Mbappe tak Terima
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 01:15
-
Prediksi Bodo/Glimt vs Man City 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi Kairat vs Club Brugge 20 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 22:30
-
Bara Api di Old Trafford: Tensi Tinggi Roy Keane dengan Istri Michael Carrick
Liga Inggris 19 Januari 2026, 22:24
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26




