Jadwal Ketat Menumpuk, Dalglish Berang
Editor Bolanet | 11 November 2011 17:30
- Manajer Liverpool, Kenny Dalglish merasa geram dan mengkritik habis-habisan jadwal yang membuat mereka harus memainkan dua partai ketat, dalam tempo yang sangat singkat.
The Reds dijadwalkan menghadapi Chelsea di perempat final Piala Carling pada 30 November mendatang, namun polisi melarang pertandingan digelar karena adanya rapat umum Kongres Serikat Pekerja di ibukota London pada hari tersebut.
Akhirnya jadwal pun dimajukan sehari menjadi tanggal 29, namun itu artinya hanya 48 jam setelah Liverpool menjamu sang pimpinan klasemen Liga Premier, Manchester City.
Sungguh memalukan di masa sekarang ini bahwa pemain diminta melakoni laga kunci mereka di Liga Premier dan kemudian perempat final Piala Carling di London hanya 48 jam setelahnya, kecam King Kenny sebagaimana dirilis situs resmi klub.
Bisa dipahami jika itu laga (Liga Europa) antara Spurs v PAOK Salonika dan kongres tersebut yang disebutkan oleh polisi membuat kami tak bisa bermain di hari Rabu.
Namun sudah tugas badan berwenang untuk memikirkan solusi lain yang mempertimbangkan kesejahteraan pemain dan itu jelas tak terjadi, gusar manajer asal Skotlandia itu. (espn/row)
The Reds dijadwalkan menghadapi Chelsea di perempat final Piala Carling pada 30 November mendatang, namun polisi melarang pertandingan digelar karena adanya rapat umum Kongres Serikat Pekerja di ibukota London pada hari tersebut.
Akhirnya jadwal pun dimajukan sehari menjadi tanggal 29, namun itu artinya hanya 48 jam setelah Liverpool menjamu sang pimpinan klasemen Liga Premier, Manchester City.
Sungguh memalukan di masa sekarang ini bahwa pemain diminta melakoni laga kunci mereka di Liga Premier dan kemudian perempat final Piala Carling di London hanya 48 jam setelahnya, kecam King Kenny sebagaimana dirilis situs resmi klub.
Bisa dipahami jika itu laga (Liga Europa) antara Spurs v PAOK Salonika dan kongres tersebut yang disebutkan oleh polisi membuat kami tak bisa bermain di hari Rabu.
Namun sudah tugas badan berwenang untuk memikirkan solusi lain yang mempertimbangkan kesejahteraan pemain dan itu jelas tak terjadi, gusar manajer asal Skotlandia itu. (espn/row)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Ekuador vs Curacao
Piala Dunia 21 Juni 2026, 03:14
-
Klasemen F Piala Dunia 2026: Belanda Naik ke Puncak Usai Hancurkan Swedia
Piala Dunia 21 Juni 2026, 03:03
-
Arda Guler Akui Malu Usai Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 03:01
-
Martin Zubimendi Bela Lini Tengah Spanyol Usai Dikritik Main Lambat
Piala Dunia 21 Juni 2026, 02:31
-
Man of the Match Belanda vs Swedia: Cody Gakpo
Piala Dunia 21 Juni 2026, 02:10
-
Kabar Baik untuk Brasil, Cedera Raphinha Diprediksi Tidak Serius
Piala Dunia 21 Juni 2026, 02:01
-
Zlatan Ibrahimovic Yakin Amerika Serikat Mampu Juara Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juni 2026, 00:31
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Jerman vs Pantai Gading
Piala Dunia 21 Juni 2026, 00:08
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28








