Jika Terus Memble, Mungkin Liverpool Akan Jual Alexander Isak
Editor Bolanet | 19 Desember 2025 15:48
Bola.net - Alexander Isak kini berada dalam situasi pelik di Liverpool. Masa depan striker mahal ini mulai dipertanyakan manajemen.
Ia didatangkan dengan biaya fantastis mencapai 130 juta pounds. Namun, performanya di Anfield jauh dari harapan publik.
Isak baru mencetak dua gol hingga paruh musim 2025/2026. Angka ini sangat jomplang dibandingkan statistik garangnya di Newcastle United.
Legenda Liverpool, Dietmar Hamann, memberikan prediksi yang cukup suram. Ia menyebut sang striker bisa saja dijual pada akhir musim nanti.
Mimpi Buruk Striker 130 Juta Pounds

Statistik Isak merosot tajam sejak memaksakan kepindahannya dari St James' Park. Padahal, ia sukses mencetak 48 gol dalam dua musim terakhirnya di sana.
Sekarang, ia terlihat kesulitan menemukan ketajaman di depan gawang lawan. Satu dari dua golnya musim ini bahkan hanya dicetak ke gawang tim divisi dua, Southampton.
Liverpool diprediksi bakal kehabisan kesabaran jika situasi ini tak segera berubah. Diskusi soal penjualan pemain pun mulai mencuat ke permukaan.
"Jika keadaan tidak membaik untuk Alexander Isak pada bulan Maret atau April, Liverpool mungkin akan berdiskusi untuk menjualnya ke klub seperti Barcelona di musim panas," ujar Didi Hamann.
Kalah Saing dengan Hugo Ekitike

Posisi Isak sebagai ujung tombak utama The Reds kini terancam serius. Hugo Ekitike justru tampil moncer dan langsung nyetel dengan permainan tim.
Ekitike tercatat sudah mengemas sepuluh gol sejauh ini. Isak mungkin terpaksa harus rela digeser posisinya jika ingin tetap mendapatkan menit bermain.
Hamann menilai performa Ekitike menjadi faktor kunci nasib Isak. Jika tren ini berlanjut, Isak tak lagi menjadi opsi nomor satu di lini depan.
"Jika striker Prancis itu (Ekitike) melanjutkan performa hebatnya, maka dia akan menjadi penyerang tengah Liverpool," analisis Hamann.
"Untuk mendapatkan waktu bermain reguler, Isak terpaksa harus menerima bahwa dia harus bermain melebar, bukan menjadi pemain utama," tambahnya.
Masih Laku Dijual?
Menjual Isak tentu bukan perkara mudah bagi manajemen Liverpool. Gaji tinggi senilai 10 juta pounds per tahun menjadi kendala besar bagi klub peminat.
Meski demikian, Hamann tetap optimistis soal nilai jual sang pemain. Reputasi Isak saat membela Newcastle dinilai masih menjadi daya tarik kuat.
Kemampuannya di masa lalu dianggap masih bisa memikat klub-klub besar Eropa. Barcelona disebut-sebut sebagai salah satu destinasi potensial.
"Akan ada banyak peminat untuk Alexander Isak karena dia telah menunjukkan kemampuannya di Newcastle United," tegas Hamann dikutip dari The Mag.
Situasi ini menjadi ironi besar bagi Isak yang sempat melakukan aksi mogok main demi pindah ke Anfield. Kini, ia harus berjuang mati-matian menyelamatkan kariernya di sisa musim ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
MU dan Liverpool Patah Hati! Yan Diomande Pilih Gabung Raksasa Eropa Ini
Liga Inggris 29 Juni 2026, 10:50
-
Sunderland Tolak Penawaran Chelsea untuk Granit Xhaka
Liga Inggris 29 Juni 2026, 10:30
-
AC Milan Inginkan Mason Mount, MU: Enggak Dulu!
Liga Inggris 29 Juni 2026, 10:10
-
Sunderland Tolak Tawaran Chelsea untuk Granit Xhaka
Liga Inggris 29 Juni 2026, 08:41
LATEST UPDATE
-
Update Kondisi Terkini Matthijs De Ligt: Kapan Bisa Comeback di MU?
Liga Inggris 29 Juni 2026, 17:13
-
Xabi Alonso Ingin Boyong Eks Arsenal Ini ke Chelsea?
Liga Inggris 29 Juni 2026, 16:53
-
Klub EPL Ini Siap Tikung MU untuk Transfer Felix Nmecha
Liga Inggris 29 Juni 2026, 16:44
-
Marquinhos Ingatkan Brasil Tak Remehkan Jepang
Piala Dunia 29 Juni 2026, 16:17
-
Cari Suksesor Robert Lewandowski, Barcelona Hubungi Agen Harry Kane
Liga Spanyol 29 Juni 2026, 15:47
-
Liverpool Selangkah Lebih Dekat Amankan Bintang PSG Ini
Liga Inggris 29 Juni 2026, 13:00
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41











