Jose Mourinho Rusak Keseruan Sepakbola
Haris Suhud | 5 April 2017 01:43
Bola.net - - Jose Mourinho kerap disebut sebagai pelatih yang suka menerapkan gaya bermain bertahan. Selain pelatih Manchester United tersebut, juga ada pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, yang suka menerapkan gaya yang hampir mirip dengan Mourinho.
Meskipun gaya tersebut terbukti bisa memberikan kesuksesan dalam mengantarkan tim mereka menjadi juara di liga, namun hal itu dinilai telah merusak keseruan sepakbola, membuat sepakbola cenderung membosankan. Demikian menurut pemain PSG, Hatem Ben Arfa.
Pada musim 2014/15, Mourinho bisa mengantarkan Chelsea sebagai juara Premier League. Meskipun gelar juara tersebut sebagai sebuah prestasi, namun Mourinho tetap mendapat cibiran dengan sebutan 'pelatih yang suka parkir bus' karena ambisinya dalam bertahan.
Sama halnya dengan Simeone bersama Atletico Madrid. Pelatih asal Argentina tersebut mengantarkan timnya menjadi juara La Liga pada musim 2013/14. Kekokohan dalam bertahan membuat klub di kota Madrid tersebut mengusik dominasi Real Madrid dan Barcelona yang sudah lebih dari satu dekade bergantian menjadi juara.
Gelar juara tak ada artinya jika sepakbola tak memberi hiburan, begitulah menurut Ben Arfa, memberikan kritik pada Mourinho dan Simeone. Sebab, esensi dari sepakbola sebenarnya adalah tontonan yang bisa memberikan kesenangan untuk orang-orang yang melihatnya.
Sejumlah pelatih yakin telah menemukan sesuatu yang baru dalam sepakbola dengan dalih mereka mencari sebuah sistem untuk menghentikan lawan. Tapi ini bukan esensi dari sepakbola, Mourinho dan Simeone, kata Ben Arfa pada France Football.
Semua itu bertentangan dengan [mantan pelatih Ajax dan Barcelona Johan] Cruyff dan kebebasannya. Adanya mereka membuat tak ada lagi yang menyenangkan dalam sepakbola.
Tak akan ada lagi tontonan yang menghibur, pada titik bahwa sepakbola membuat saya tak begitu tertarik. Saya tak merasa senang ketika melihat pertandingan. Bahkan di Ligue 1, kita telah membunuh sepakbola, jelas mantan pemain Newcastle United tersebut.
Ben Arfa sendiri pindah ke PSG dari Nice dengan bebas transfer pada musim panas lalu. Musim ini, pemain 30 tahun tersebut tampil sebanyak 31 kali mencetak dua gol dan memberikan enam assist.
Ketika PSG mengalahkan Barcelona dengan skor 4-0 di babak 16 besar Liga Champions leg pertama, Ben Arfa hanya duduk di bangku cadangan sepanjang pertandingan. Kemudian ketika PSG mengalami kekalahan 6-1 dari Barca di leg kedua, Ben Arfa juga hanya duduk di bangku cadangan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Chelsea Tikung Rogers, Arsenal Kejar Pemain Timnas Spanyol Ini Lagi
Piala Dunia 21 Juli 2026, 14:21
-
Lewis Hall ke Manchester United? Kayaknya Bakal Susah Deh!
Liga Inggris 21 Juli 2026, 11:30
-
Manchester United Mundur dari Perburuan Cysencio Summerville?
Piala Dunia 21 Juli 2026, 10:30
-
Arsenal Ganggu Manchester United dalam Perekrutan Manu Kone?
Liga Inggris 21 Juli 2026, 10:00
LATEST UPDATE
-
Kejutan Bursa Transfer: Real Madrid Pantau Ferran Torres!
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 00:15
-
Arda Guler Jadi Pilar Proyek Baru Jose Mourinho di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 23:59
-
FIFA Hapus Kartu Merah Leandro Paredes di Final Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juli 2026, 22:29
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
-
Pemain PSG di Piala Dunia 2026: Fabian Ruiz Juara, Dembele Bersinar
Piala Dunia 21 Juli 2026, 21:21
-
Marcos Santos Bangun Identitas Baru untuk Arema FC Musim 2026/2027
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 21:07
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55











