Jurgen Klopp dan Liverpool, Bukti Bahwa Kesabaran Berbuah Manis
Richard Andreas | 3 Juli 2020 04:00
Bola.net - Nama Jurgen Klopp tidak akan pernah dilupakan fans Liverpool. Dialah pelatih yang mempersembahkan trofi Premier League setelah 30 tahun menunggu, dialah sang legenda.
Klopp tiba di Anfield pada tahun 2015 lalu untuk mengerjakan proyek besar. Namun, butuh empat tahun bagi Klopp untuk membawa Liverpool meraih trofi pertama mereka, yakni ketika menjuarai Liga Champions 2018/19 lalu.
Kini, di tahun kelima, Klopp berhasil mempersembahkan trofi Premier League yang sudah sangat dirindukan fans Liverpool. Sekarang Klopp adalah legenda, bahkan mungkin bakal dibuatkan patung khusus di Anfield.
Kendati demikian, jika dilihat secara menyeluruh, perjalanan Klopp ini berbeda dengan pelatih-pelatih tim top lainnya. Empat tahun untuk trofi pertama terbilang lama.
Andai Klopp melatih klub besar lainnya, katakanlah Manchester United, Chelsea, atau Manchester City, mungkin dia sudah dipecat ketika gagal di tahun ketiga.
Lalu, mengapa Klopp bisa berhasil di Liverpool? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Mau Bersabar
Perjalanan Klopp di Liverpool ini terbilang langka di dunia sepak bola modern. Analis Premier League, Steve McManaman, meyakini Klopp dan Liverpool adalah contoh buah manis kesabaran.
Menurutnya, tren pemecatan pelatih justru merusak sepak bola. Tidak ada pelatih yang bisa mengembangkan tim secara instan, semua butuh waktu dan sumber daya yang mumpuni.
"Saya selalu menekankan kesabaran, bahkan meski saya bekerja sebagai analis, saya tidak suka perekrutan dan pemecatan pelatih yang terlalu cepat," buka McManaman kepada Goal internasional
"Bagaimana bisa mereka bekerja dan mengembangkan tim jika mereka hanya dipekerjakan selama delapan bulan?"
"Klopp, sejak pertama kali, dia memahami klub ini. Seolah-olah dia membaca sejarah klub sebelum tiba di sini. Dia diberi waktu oleh pemilik klub, dan yang lebih penting ada perkembangan setiap tahunnya."
Ada progres
Di sisi lain, McManaman pun tahu tidak semua pelatih bisa diberi kesempatan dan waktu. Kasus Klopp spesial karena dari tahun ke tahun perkembangan tim terlihat nyata. Jika tidak, mungkin nasib Klopp sekarang berbeda.
"Setiap tahun ada progres menuju apa yang ingin dia capai, para pemain pun tahu ini adalah proyek jangka panjang," sambung McManaman.
"Kita harus bersabar memperlakukan para pelatih. Selama mereka bekerja dengan etos yang tepat, dengan gagasan yang tepat, dangan gaya sepak bola yang tepat -- saya kira itu sudah menunjukkan perkembangan."
"Anda harus memberi mereka waktu, biarkan mereka bekerja, dan Jurgen Klopp adalah contoh sempurna untuk itu," tandasnya.
Sumber: Goal
Baca ini juga ya!
Bukan Henderson, Pemain Terbaik Liverpool 2019-20 Adalah Mane
Trent dan Memori Debut Premier League Lawan Manchester United di Old Trafford
Ambisi Besar Trent Alexander-Arnold: Ikuti Jejak Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo
Mau Pertahankan Gelar Premier League Musim Depan? Ini Tiga Pemain yang Bisa Direkrut Liverpool
Liverpool Bersaing Dengan Milan Dalam Perburuan Bek Marseille
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
LATEST UPDATE
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Langka, Lampaui Pencapaian Messi dan Ronaldo
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:00
-
Real Madrid Resmi Rilis Jersey Tandang Hijau untuk Musim 2026/2027
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 19:49
-
Karim Adeyemi Resmi Gabung Barcelona dari Borussia Dortmund
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 18:24
-
Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Persaingan Ketat dan Optimisme Juara
Tim Nasional 23 Juli 2026, 15:59
-
Jordi Amat Bidik Gelar Juara Piala AFF 2026 Bersama Timnas Indonesia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 15:31
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34














