Kai Havertz Fasih Bermain di 3 Posisi, Seperti Apa Formasi yang Tepat untuk Chelsea?
Asad Arifin | 5 September 2020 14:44
Bola.net - Kai Havertz resmi pindah ke Chelsea dengan transfer 72 juta pounds dari Bayern Leverkusen. Sang pemain punya kemampuan istimewa di mana dia bisa bermain di tiga posisi yang berbeda.
Hadirnya Kai Havertz diyakini akan membuat lini depan Chelsea makin tajam. Sebab, sebelum pemain 21 tahun itu bergabung, Chelsea sudah membeli Hakim Ziyech dan Timo Werner yang juga sangat bagus.
Selain itu, masih ada nama lama yang kualitasnya tidak perlu diragukan. Christian Pulisic menjadi pemain kunci pada musim 2019/2020 lalu. Jangan lupakan juga Tammy Abraham dan Olivier Giroud yang siap bersaing.
Ketika masih bermain di Leverkusen, Kai Havertz dikenal bisa bermain di tiga posisi yang berbeda. Spesialisasinya adalah gelandang serang dan winger kanan, tetapi dia juga fasih bermain sebagai penyerang tengah.
Lalu, seperti apa perkiraan formasi Chelsea bersama Kai Havertz? Simak di bawah ini ya Bolaneters.
3-4-3 - Winger Kanan
Kai Havertz memulai karirnya sebagai winger kanan. Pada posisi ini, dia punya kemampuan lebih pada kecepatan dan akurasi dribble yang bagus. Kai Havertz juga bisa melakukan gerakan masuk ke dalam kotak penalti dan mencetak gol.
Pada musim 2019/2020 lalu, dia memang mulai jarang bermain di posisi winger kanan. Dari catatan Whoscored, dia hanya 10 kali bermain di posisi itu. Namun, hasilnya sangat bagus, empat gol dan tiga assist.
Pada musim 2018/2019 lalu, Kai Havertz lebih sering bermain sebagai winger kanan. Dia mampu tampil sangat bagus dengan 17 gol di Bundesliga.
Nah, Frank Lampard bisa mencoba memainkan Kai Havertz di posisi ini pada musim 2020/2021. Hanya saja, akan ada nama Hakim Ziyech yang dikorbankan jika memainkan Kai Havertz sebagai winger kanan.
4-3-3 - Gelandang Serang
Sulit rasanya melihat Kai Havertz akan dimainkan sebagai penyerang tengah di Chelsea. Sebab, Frank Lampard punya tiga pilihan di posisi nomor 9 yakni Timo Werner, Tammy Abraham, dan Olivier Giroud.
Jika tidak bermain di sektor winger, maka posisi gelandang serang bisa menjadi pilihan ideal untuk Kai Havertz. Dia sangat fasih bermain di posisi ini dan sudah memerankannya bersama timnas Jerman.
Pada musim 2019/2020, Kai Havertz 17 kali bermain sebagai gelandang serang bersama Leverkusen. Hasilnya, empat gol dan empat assist. Kai Havertz punya kemampuan yang bagus dalam melihat peluang dan melepas umpan. Sangat cocok untuk posisi ini.
Selain itu, Kai Havertz juga punya duel udara yang bagus. Kemampuan ini bisa menutup Timo Wener yang duel bola udaranya tidak begitu bagus.
4-2-2-2 - Gelandang Serang
Formasi ini memang cukup aneh dan tidak lazim. Namun, formasi ini mulai populer di Eropa. RB Leipzig telah mengadopsi formasi ini dan sukses menembus babak semifinal Liga Champions. Capaian luar biasa bagi klub muda.
Formasi 4-2-2-2 membutuhkan pemain yang bisa memainkan banyak peran di lini depan dan tengah. Chelsea punya pemain dengan tipe ini pada diri Kai Havertz dan Hakim Ziyech. Mereka bisa bergerak sangat cair di lini tengah dan depan.
Sedangkan, formasi dua penyerang bisa menjadi milik Tammy Abraham dan Timo Werner.
Terlepas dari formasi yang nanti akan dipilih Frank Lampard, dia bakal punya banyak opsi untuk menyusun tim pada musim 2020/2021. Menarik untuk menanti seperti apa tim racikan Frank Lampard musim depan.
Sumber: Berbagai Sumber
Baca Ini Juga:
Jadwal dan Live Streaming Liverpool vs Blackpool di Vidio
Liverpool Gila jika Menjual Georginio Wijnaldum ke Barcelona
3 Pemain Manchester United yang Bisa Buktikan Diri Sebagai Supersub Musim 2020/2021
Chelsea Belanja Jor-joran, Netizen Puji Marina Granovskaia, Si Emak-Emak Cantik Jago Nawar
Kai Havertz Akui Pilih Gabung Chelsea Karena Sosok Frank Lampard
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
LATEST UPDATE
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
-
Bryan Cristante, Konduktor Sekaligus Finisher di Balik Pesta Gol AS Roma
Liga Italia 1 November 2026, 07:45
-
Rating Pemain Man City usai Dipermalukan Brighton di Etihad: Doku 8, Haaland 5
Liga Inggris 1 November 2026, 07:36
-
Rating Pemain Man Utd usai Terkapar di Markas Chelsea: Lisandro Martinez Terburuk!
Liga Inggris 1 November 2026, 07:06
-
Rating Pemain Chelsea usai Menang 2-0 vs Man Utd: Colwill, Lavia, Rogers 8, Palmer 9
Liga Inggris 1 November 2026, 06:58
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 1 November 2026, 06:36
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 1 November 2026, 06:35
-
Prediksi BRI Super League: Persib vs Isenmulang FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:34
-
Prediksi BRI Super League: PSIM vs Borneo FC 1 November 2026
Bola Indonesia 1 November 2026, 06:21
-
Hasil Barcelona vs Alaves: Blaugrana Pesta Gol 6-1
Liga Spanyol 1 November 2026, 06:19
-
Hasil Bayern vs Dortmund: Kane Gagal Penalti, Der Klassiker Berakhir Imbang 2-2
Bundesliga 1 November 2026, 05:57
-
Hasil Udinese vs Roma: Mengamuk di Babak Pertama, Giallorossi Menang Telak 5-2
Liga Italia 1 November 2026, 05:43
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



