Kantongi 7 Kartu Merah di Premier League, Reece James Akui Chelsea Lakukan Skema Bunuh Diri Lawan Arsenal
Afdholud Dzikry | 2 Maret 2026 10:08
Bola.net - Laga dramatis Arsenal vs Chelsea yang berakhir 2-1 di Emirates Stadium seakan menelanjangi borok kedisiplinan The Blues. Kemenangan The Gunners memakan korban setelah satu pemain tamu diusir keluar lapangan.
William Saliba dan Jurrien Timber memang jadi pahlawan tuan rumah lewat gol yang mengapit gol bunuh diri Piero Hincapie. Namun, sorotan utamanya jatuh pada kartu merah Pedro Neto di sisa 20 menit pertandingan.
Insiden tekel sembrono terhadap Gabriel Martinelli itu memaksa tim tamu bermain dengan 10 orang. Situasi tersebut langsung membunuh momentum kebangkitan skuad asuhan Liam Rosenior.
Kapten Chelsea, Reece James, bahkan tak bisa menutupi rasa frustrasinya melihat kebiasaan buruk ini terus berulang. Pengakuan pahit pun meluncur dari mulutnya seusai peluit panjang berbunyi.
Penyakit Kambuhan The Blues

Statistik kedisiplinan klub asal London Barat itu musim ini benar-benar hancur lebur. Total sembilan kartu merah sudah mereka kantongi di semua ajang, dengan tujuh di antaranya terjadi khusus di Premier League.
Bermain di kompetisi seketat ini dengan defisit pemain jelas merupakan sebuah blunder taktik. Fakta memalukan tersebut akhirnya diakui secara terbuka oleh James.
"Kami sudah membicarakannya, ini muncul berkali-kali, setiap kali orangnya berbeda, bukan pemain yang sama," ungkap James.
Sang kapten sadar betul bahwa timnya butuh perbaikan masif secara internal demi bersaing.
"Secara internal kami perlu meninjau dan terus berkembang," tegasnya.
Frustrasi Skema Bunuh Diri

Hilangnya satu pilar di atas lapangan otomatis merusak keseimbangan permainan secara total. James merasakan langsung betapa menderitanya menahan gempuran tuan rumah dalam kondisi pincang.
"Ini masalah, kami bermain di liga tersulit di dunia, Anda bermain melawan tim peringkat atas atau bawah 11 lawan 11 itu sulit, 11 lawan 10 bahkan lebih sulit tidak peduli siapa yang Anda lawan," urai sang kapten.
Meski menelan kekalahan pahit, bek kanan itu tetap berusaha menjaga moral ruang ganti.
"Saya tidak ragu pada tim dan staf, hari ini tidak berjalan sesuai keinginan kami tetapi kami perlu berkemas dan melangkah lagi," ucapnya.
Di sisi lain, bos The Blues, Liam Rosenior, nyaris kehabisan kata-kata menghadapi krisis ini. Ini adalah kekalahan ketiganya dari kubu tuan rumah sejak mengambil alih kendali Stamford Bridge pada Januari lalu.
"Ini adalah hal yang sulit untuk dipahami, kami dibayar untuk mencoba dan memenangkan pertandingan sepak bola," keluh Rosenior.
Chelsea Gagal Belajar dari Masa Lalu

Staf pelatih sebenarnya tidak tinggal diam melihat masalah disiplin yang terus menggerogoti tim. Namun, penyakit kartu merah ini terlanjur menjadi kebiasaan fatal yang sulit direm.
"Jika Anda tidak berpikir kami telah mencoba mengatasinya, itu gila," kata Rosenior.
"Kami sedang mencoba mengatasinya," tambahnya lagi.
Sang manajer menuntut pasukannya untuk sadar diri usai membuang banyak kesempatan. Harapan awalnya, pengalaman kehilangan poin saat unggul 2-0 melawan Leeds dan Burnley bisa menjadi tamparan keras yang membangkitkan fokus mereka.
"Terkadang Anda harus belajar dari konsekuensi dan rasa sakit," ujarnya tajam.
Game Plan Hancur Berantakan
Rosenior mengaku sangat frustrasi karena timnya gagal mengantisipasi skema set-piece lawan. Apalagi mereka harus pulang tanpa membawa satu poin pun dari lawatan krusial ini.
"Saya tidak ingin membicarakan semua hal baik yang kami lakukan dalam pertandingan ketika kami tidak mendapatkan apa pun dari pertandingan ini," sesal sang manajer.
Rencana permainan yang disusun rapi saat latihan ambyar begitu saja di atas lapangan.
"Pada akhirnya ini adalah hari yang sangat mengecewakan karena kami datang ke sini dengan rencana permainan yang kami rasa dapat kami eksekusi," tutur Rosenior.
"Sekali lagi kami belum berhasil karena kami tidak memiliki disiplin yang baik dan kami kebobolan dua gol dari bola mati," tandasnya.
Hasil minor ini memaksa The Blues terpuruk di posisi keenam, tertinggal tiga poin dari Liverpool. Sebaliknya, The Gunners terbang makin tinggi di puncak klasemen dengan keunggulan lima angka dari rival terdekatnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Arsenal Menang, Tapi Mikel Arteta Malah Angkat Topi Pada Chelsea
Liga Inggris 2 Maret 2026, 11:35
-
Casemiro Gabung AC Milan? Begini Kata Fabrizio Romano
Liga Inggris 2 Maret 2026, 11:32
-
Ditarik Keluar Lawan Crystal Palace, Dua Bek MU ini Alami Cedera?
Liga Inggris 2 Maret 2026, 11:15
-
Bos Crystal Palace Sebut MU Bisa Menang karena Pemain ini Licik!
Liga Inggris 2 Maret 2026, 10:23
LATEST UPDATE
-
Arsenal vs Chelsea: Mengkritik Penampilan Robert Sanchez yang Berantakan
Liga Inggris 2 Maret 2026, 12:41
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 2 Maret 2026, 11:53
-
Arsenal Menang, Tapi Mikel Arteta Malah Angkat Topi Pada Chelsea
Liga Inggris 2 Maret 2026, 11:35
-
Casemiro Gabung AC Milan? Begini Kata Fabrizio Romano
Liga Inggris 2 Maret 2026, 11:32
-
Jadwal Lengkap Balapan Formula 1 2026
Otomotif 2 Maret 2026, 11:25
-
Daftar Lengkap Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 2 Maret 2026, 11:25
-
Ditarik Keluar Lawan Crystal Palace, Dua Bek MU ini Alami Cedera?
Liga Inggris 2 Maret 2026, 11:15
LATEST EDITORIAL
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21








