Kemunduran Liverpool

Gia Yuda Pradana | 6 April 2026 07:25
Kemunduran Liverpool
Ekspresi kecewa skuad Liverpool usai dikalahkan Manchester City di perempat final Liga Champions 2025/2026 (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Liverpool tengah berada dalam situasi sulit di bawah arahan Arne Slot. Tekanan meningkat setelah performa tim merosot tajam di musim keduanya.

Keberhasilan menjuarai Premier League pada musim debut sempat menumbuhkan optimisme tinggi di Anfield. Namun, ekspektasi itu kini berbanding terbalik dengan realita di lapangan.

Advertisement

Liverpool sempat memulai musim dengan meyakinkan, tetapi inkonsistensi perlahan menggerus posisi mereka dari persaingan gelar. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar tentang arah tim ke depan.

1 dari 4 halaman

Awal Kuat Berujung Kemunduran

Awal Kuat Berujung Kemunduran

Arne Slot mempersiapkan Mohamed Salah untuk masuk ke laga Liverpool vs Tottenham (c) AP Photo/Jon Super

Liverpool membuka musim dengan delapan kemenangan dari sepuluh laga pertama di semua kompetisi. Hasil tersebut sempat menempatkan mereka sebagai kandidat kuat juara.

Namun, periode September hingga November menjadi titik balik negatif. Dalam rentang 12 pertandingan, Liverpool menelan sembilan kekalahan yang menjadi salah satu catatan terburuk klub dalam lebih dari 70 tahun.

Situasi semakin sulit setelah kekalahan telak 1-4 dari PSV Eindhoven di Liga Champions. Meski sempat bangkit dengan tren tak terkalahkan, performa tim tetap jauh dari konsisten.

2 dari 4 halaman

Tren Inkonsisten dan Hasil Menipu

Tren Inkonsisten dan Hasil Menipu

Alex Jimenez mencetak gol di laga Bournemouth vs Liverpool di pekan 23 Liga Inggris 2025/26, Minggu (25/01/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Liverpool sempat mencatat 13 laga tanpa kekalahan jelang akhir tahun. Namun, enam hasil imbang dalam periode tersebut menunjukkan masalah mendasar belum terselesaikan.

Kekalahan 2-3 dari Bournemouth pada Januari kembali memperlihatkan rapuhnya lini permainan. Meski sempat meraih kemenangan besar atas Qarabag dan Newcastle, performa keseluruhan tetap tidak stabil.

Memasuki Februari, Liverpool masih mampu mengumpulkan kemenangan meski tidak tampil meyakinkan. Hal ini menandakan hasil positif tidak selalu mencerminkan kualitas permainan di lapangan.

3 dari 4 halaman

Titik Krisis Liverpool

Titik Krisis Liverpool

Rayan Cherki mencoba merebut bola dari kaki Ryan Gravenberch di laga Manchester City vs Liverpool, Sabtu (4/4/2026) (c) AP Photo/Jon Super

Awal Maret menjadi fase terburuk bagi Liverpool musim ini. Kekalahan 1-2 dari Wolves yang berada di dasar klasemen menjadi alarm serius.

Liverpool juga tumbang dari Galatasaray di leg pertama kompetisi Eropa dan kalah dari Brighton di liga. Hasil imbang melawan Tottenham di Anfield memperparah situasi.

Liverpool membuka bulan April dengan kekalahan telak 0-4 dari Manchester City di Piala FA, yang semakin menegaskan kemunduran tim. Hasil tersebut membuat capaian sebelumnya terasa tidak berarti.

Liverpool kini menghadapi ujian berat melawan PSG di perempat final Liga Champions. Jika performa tidak segera membaik, peluang mereka melangkah lebih jauh dinilai sangat kecil.

Dukungan dari Fenway Sports Group masih diberikan kepada Slot. Namun, beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu masa depannya di Liverpool.

Sumber: Anfield Watch

4 dari 4 halaman

Klasemen

LATEST UPDATE