Ketika Chelsea Kehilangan Tajinya di Depan Gawang
Gia Yuda Pradana | 26 Oktober 2025 12:33
Bola.net - Chelsea kehilangan ketajaman di lini depan saat takluk 1-2 dari Sunderland di Stamford Bridge. Gol di masa tambahan waktu dari Chemsdine Talbi menjadi penentu kemenangan dramatis tim tamu sekaligus membawa mereka naik ke posisi kedua klasemen Premier League.
The Blues sejatinya sempat unggul cepat lewat aksi individu Alejandro Garnacho di menit kelima. Namun, keunggulan itu lenyap setelah Wilson Isidor memanfaatkan kelengahan pertahanan Chelsea untuk menyamakan kedudukan sebelum jeda.
Sunderland kemudian tampil lebih hati-hati di babak kedua. Mereka bertahan rapat dan menunggu kesempatan untuk melancarkan serangan balik cepat yang akhirnya membuahkan hasil di penghujung laga.
Sementara itu, Chelsea tampil dominan dalam penguasaan bola, tetapi gagal menciptakan peluang berbahaya. Kombinasi Joao Pedro, Pedro Neto, dan Garnacho terlihat menjanjikan di atas kertas, tetapi tidak menghasilkan banyak ancaman nyata di lapangan.
Kehilangan taji di depan gawang, Chelsea pun tumbang. Kekalahan ini membuat Chelsea harus puas turun ke peringkat ketujuh klasemen, sementara Sunderland kini hanya berjarak dua poin dari Arsenal di puncak, tapi telah memainkan satu pertandingan lebih banyak.
Chelsea Kehilangan Ketajaman di Lini Serang

Sejak awal laga, Chelsea tampil penuh percaya diri setelah pesta gol melawan Ajax di Liga Champions tengah pekan lalu. Gol cepat Garnacho tampak menjadi pembuka kemenangan lainnya. Akan tetapi, setelah itu, permainan mereka menurun drastis.
Pelatih Enzo Maresca melakukan rotasi besar dengan hanya mempertahankan Marc Guiu di lini depan. Keputusan tersebut membuat serangan Chelsea kehilangan koordinasi. Garnacho yang tampil tajam di awal pertandingan bahkan ditarik keluar di menit ke-58 karena tidak mampu memberi dampak setelah gol pembuka.
Masuknya pemain muda Brasil, Estevao, diharapkan bisa menambah kreativitas serangan. Namun, upaya itu tak banyak membantu. Chelsea berulang kali mengirimkan umpan silang melalui Reece James dan Marc Cucurella, tetapi tanpa sosok penyerang murni seperti Liam Delap—yang masih belum fit sepenuhnya—semua peluang berakhir tanpa hasil.
Joao Pedro yang dipasang lebih dalam gagal berperan sebagai ujung tombak. Minimnya variasi serangan membuat Chelsea mudah dibaca oleh pertahanan Sunderland. Dominasi mereka dalam penguasaan bola tak diiringi efektivitas di depan gawang, mencerminkan masalah klasik The Blues musim ini: banyak peluang, sedikit gol.
Sunderland Bermain Efisien, Talbi Jadi Pembeda

Sunderland datang ke Stamford Bridge dengan catatan tandang yang belum mengesankan, hanya empat poin dari empat laga sebelumnya. Namun, mereka menunjukkan kedewasaan dalam bertahan dan kesabaran dalam memanfaatkan peluang.
Setelah menyamakan kedudukan melalui Wilson Isidor di babak pertama, Sunderland mulai menurunkan tempo di babak kedua dan menunggu Chelsea melakukan kesalahan. Pendekatan itu terbukti berhasil di menit ke-94 ketika serangan balik cepat berujung pada gol Talbi dari tepi kotak penalti.
Gol itu menjadi simbol efisiensi Sunderland yang hanya membutuhkan sedikit peluang untuk menghasilkan sesuatu. Mereka tetap tenang di masa injury time dan tidak tergesa-gesa membuang bola, hingga akhirnya menemukan momen tepat untuk menuntaskan pertandingan.
Kemenangan ini bukan hanya tambahan tiga poin penting, tetapi juga bukti kematangan permainan Sunderland di bawah Regis Le Bris. Kini mereka berjarak dua poin dari Arsenal, dan meskipun perjalanan musim masih panjang, performa seperti ini menunjukkan bahwa The Black Cats siap bersaing lebih dari sekadar bertahan di Premier League.
Sumber: BBC Sport
Klasemen
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Ferran dan De Jong Jadi Andalan: Begini Prediksi Formasi Barcelona untuk El Clasico vs Real Madrid
El Clasico: Tiga Kunci yang Akan Menentukan Nasib Barcelona di Markas Real Madrid
Laga-laga El Clasico Real Madrid vs Barcelona yang Paling Berkesan dari Abad ke-21
Mengungkap Statistik-statistik Memukau di Balik El Clasico Real Madrid vs Barcelona
Jadwal BRI Super League di Indosiar Hari Ini, Minggu 26 Oktober 2025
Jadwal Premier League di SCTV Hari Ini Minggu, 26 Oktober 2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pilar Masa Depan Manchester United itu Bernama Kobbie Mainoo
Liga Inggris 9 September 2026, 15:23
-
Terungkap, Bintang Borussia Dortmund ini Hampir Gabung Manchester United
Liga Inggris 9 September 2026, 14:54
-
Update Cedera Amad Diallo: Kapan Bisa Comeback di MU?
Liga Inggris 9 September 2026, 14:38
-
Alexis Mac Allister Kecewa Liverpool Belum Menawarkan Kontrak Baru
Liga Inggris 8 September 2026, 22:02
-
Ezri Konsa Nikmati Debut Penuh Bersama Arsenal saat Tekuk Chelsea
Liga Inggris 8 September 2026, 17:21
LATEST UPDATE
-
Link Nonton Streaming Liga Champions: Manchester United vs Sabah 11 September 2026
Liga Champions 10 September 2026, 23:43
-
Link Nonton Streaming Liga Champions: Como vs Leipzig 11 September 2026
Liga Champions 10 September 2026, 23:33
-
Link Nonton Streaming Liga Champions: Slavia Praha vs Lens 11 September 2026
Liga Champions 10 September 2026, 23:28
-
Link Nonton Streaming Liga Champions: Bayern vs Bodo/Glimt 11 September 2026
Liga Champions 10 September 2026, 23:16
-
Kapan John Herdman Umumkan Skuad Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026?
Tim Nasional 10 September 2026, 22:12
-
Link Nonton Streaming Liga Champions: PSV vs Shakhtar 10 September 2026
Liga Champions 10 September 2026, 21:35
-
Link Nonton Streaming Liga Champions: Fenerbahce vs Roma 10 September 2026
Liga Champions 10 September 2026, 21:23
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Bhayangkara FC 11 September 2026
Bola Indonesia 10 September 2026, 19:43
-
Prediksi BRI Super League: Garudayaksa vs Persik 11 September 2026
Bola Indonesia 10 September 2026, 19:18
-
Jadwal BRI Super League Pekan Ini di Indosiar, 11-13 September 2026
Bola Indonesia 10 September 2026, 18:05 -
KapanLagi Pensi Bareng 2026 Dimulai, SMAN 3 Jakarta Jadi Sekolah Pertama
Lain Lain 10 September 2026, 17:25
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33



