Chelsea Dituduh Provokasi Lawan Lewat Ritual Huddle, Liam Rosenior Beri Jawaban Menohok!

Chelsea Dituduh Provokasi Lawan Lewat Ritual Huddle, Liam Rosenior Beri Jawaban Menohok!
Pelatih Chelsea, Liam Rosenior memberikan instruksi saat melawan PSG di leg I babak 16 besar Liga Champions, 12 Maret 2026. (c) AP Photo/Michel Euler

Bola.net - Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, membela ritual lingkaran pemain atau huddle yang dilakukan timnya sebelum pertandingan. Aksi itu menuai kritik setelah laga melawan Newcastle, ketika wasit Paul Tierney sempat berada di tengah kerumunan pemain di lapangan.

Sejumlah pengamat menilai ritual tersebut tidak menghormati lawan karena dilakukan di tengah lapangan sebelum sepak mula. Namun Rosenior menegaskan, huddle itu hanya bentuk solidaritas dan kebersamaan para pemain.

Perdebatan ini muncul di saat Chelsea seharusnya fokus menghadapi laga leg kedua 16 besar Liga Champions melawan PSG. The Blues sedang mengejar defisit tiga gol, sehingga Rosenior menilai polemik tersebut terlalu dibesar-besarkan.

Kini publik menunggu apakah Chelsea tetap melakukan ritual itu saat menjamu PSG. Rosenior sendiri belum memastikan di mana para pemainnya akan berkumpul sebelum pertandingan dimulai.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

Rosenior: Bukan untuk Mengintimidasi Lawan

Rosenior: Bukan untuk Mengintimidasi Lawan

Pemain Chelsea bersiap melakukan kick off saat melawan Aston Villa, 5 Maret 2026 lalu. (c) AP Photo/Dave Shopland

Rosenior menegaskan huddle tidak pernah dimaksudkan untuk memancing provokasi. Menurutnya, ada hal yang jauh lebih penting untuk dibahas dibanding posisi pemain saat berkumpul di lapangan.

Ia melihat ritual itu sebagai cara pemain menunjukkan kekompakan tim. Meski begitu, Rosenior juga tidak ingin kebiasaan tersebut memicu kontroversi yang justru merugikan Chelsea.

"Saya pikir ini sudah dibesar-besarkan. Ini hal kecil dibanding hal serius yang harus kami hadapi, seperti laga besar melawan PSG," ujar Rosenior.

Ia menilai para pemainnya hanya ingin menunjukkan persatuan. Namun keputusan apakah ritual itu tetap dilakukan akan ditentukan menjelang pertandingan.

"Para pemain selalu ingin menunjukkan kebersamaan. Tapi kami juga tidak ingin memicu kemarahan atau menambah kebisingan di sekitar tim," lanjutnya.

Kapten Tim Cedera di Momen Krusial

Kapten Tim Cedera di Momen Krusial

Kapten Chelsea, Reece James perpanjang kontrak 6 tahun hingga 2032. (c) dok.ChelseaFC

Di tengah polemik tersebut, Chelsea juga mendapat kabar buruk dari ruang medis. Kapten tim Reece James dipastikan absen setelah mengalami cedera hamstring saat melawan Newcastle.

Cedera itu terasa semakin berat karena James baru saja menandatangani kontrak jangka panjang dengan klub. Situasi semakin rumit karena pelapisnya, Malo Gusto, juga diragukan tampil akibat masalah kesehatan.

"Reece merasakan sesuatu di hamstring-nya pada akhir pertandingan melawan Newcastle. Cedera seperti itu tentu tidak pernah menyenangkan," kata Rosenior.

Kehilangan kapten tim jelas menjadi pukulan bagi Chelsea. Rosenior masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui berapa lama James harus menepi.

"Kami tahu betapa pentingnya dia bagi tim ini. Dia adalah kapten kami," tegasnya.

Chelsea Butuh Laga Sempurna

Di tengah berbagai gangguan, Rosenior berusaha menjaga fokus tim. Ia bahkan berencana bertemu PGMOL untuk membahas beberapa keputusan wasit yang dianggap merugikan Chelsea belakangan ini.

Meski demikian, prioritas utamanya tetap pada laga melawan PSG. Chelsea membutuhkan penampilan sempurna untuk membalikkan keadaan setelah kalah 2-5 di Paris pada leg pertama.

"Kami punya pertandingan besar melawan PSG besok. Ini kesempatan untuk melakukan sesuatu yang sangat istimewa," ujar Rosenior.

Ia menyadari menghadapi PSG menuntut konsentrasi penuh sepanjang laga. Karena itu, Rosenior meminta semua pihak mengalihkan perhatian ke performa tim di lapangan.

"Kami harus tampil sempurna. Saya lebih memilih fokus pada hal itu," pungkasnya.