Kisah Jamie Vardy: Buruh Pabrik yang Sukses Jadi Top Skor dan Juara Liga Inggris
Serafin Unus Pasi | 1 Mei 2025 08:52
Bola.net - Jamie Vardy merupakan sosok yang tidak asing bagi para pecinta Premier League. Perjalanan karirnya begitu unik dan menjadikannya sosok legendaris tidak hanya di Leicester City tetapi juga di Liga Inggris.
Pada musim 2015/2016 silam, tidak banyak yang mengira akan ada juara baru di Premier League. Pada saat itu klub-klub besar seperti Arsenal, Man United, Man City dan Chelsea masih difavoritkan untuk menjadi juara.
Namun tidak disangka-sangka, Leicester City yang berhasil menjadi juara kasta tertinggi Liga Inggris tersebut. Padahal di musim sebelumnya, The Foxes nyaris terdegradasi ke Championship.
Di bawah kepemimpinan Claudio Ranieri, Leicester City sukses mencatatkan sejarah baru di Liga Inggris. Beberapa pemain jadi kunci kesuksesan The Foxes saat itu, salah satunya adalah Jamie Vardy.
Dengan total 24 gol dan tujuh assistnya di musim itu, Vardy menahbiskan The Foxes menjadi juara Premier League musim 2015/2016. Namun tahukah Bolaneters bahwa Vardy pernah nyaris gagal jadi pemain profesional?
Simak ulasannya di bawah ini.
Start yang Kurang Mulus

Seperti anak-anak seusianya, Vardy kecil bergabung dengan akademi klub kotanya, Sheffield Wednesday.
Namun sayang impiannya untuk menjadi pemain profesional pada saat itu nyaris sirna. Karena pada usia 15 tahun ia dilepas oleh Sheffield Wednesday karena dianggap fisiknya terlalu kecil sehingga tidak cocok untuk bermain di sepak bola profesional.
Namun itu tidak menghentikan langkah Vardy. Sembari belajar Sport Science di Universitas setempat, Vardy mencoba merajut asa bersama Stocksbridge yang merupakan klub kasta ketujuh Inggris.
Hanya digaji 30 pounds per pekan tentu tidak cukup untuk bertahan hidup di Inggris. Alhasil Vardy harus bekerja di salah satu pabrik yang memproduksi alat bantu medis.
Situasi ini harus ia lalui selama kurang lebih lima tahun sebelum nasibnya berubah.
Ubah Peruntungan

Ada pepatah mengatakan bahwa Tuhan selalu menyertai orang-orang yang bekerja keras. Hal ini berlaku juga pada Vardy.
Selama membela Stocksbridge, Vardy dikenal sebagai salah satu pekerja keras dalam tim. Mantan manajer Stocksbridge, Allen Bethel punya kesaksian akan hal itu.
"Dia (Vardy) selalu jadi orang pertama yang datang latihan dan ia juga selalu jadi yang terakhir pulang," ujarnya.
Usaha keras Vardy itu berbuah manis di tahun 2010. Neil Aspin, manajer FC Halifax merekrutnya dari Stocksbridge dengan mahar sekitar 15 ribu pounds. Di musim perdananya, Vardy langsung tampil mengesankan di divisi lima Inggris, di mana ia mengemas 23 gol dan 3 assist dari 33 pertandingan.
Tahun berikutnya, Fleetwood Town kepincut untuk merekrutnya. Mereka membayar 1 juta pounds untuk merekrut Vardy, di mana pada saat itu, transfer Vardy memecahkan rekor transfer termahal untuk klub Non-League.
Vardy tidak butuh waktu lama untuk unjuk bakatnya. Di musim perdananya bersama Fletwood, ia berhasil mencetak 31 gol dan enam assist, sehingga tahun berikutnya ia naik kasta ke Championship karena ia diangkut oleh Leicester City.
Legenda Vardy dan Leicester City

Awal karir Vardy di Leicester City bisa dikatakan tidak berjalan mulus. Di musim perdananya, ia hanya mampu mencetak empat gol dan dua assist bagi The Foxes.
Di musim keduanya, performa Vardy mulai membaik. Ia berhasil mencetak 16 gol dan membawa The Foxes promosi ke Premier League.
Di musim pertamanya di kasta tertinggi sepak bola Inggris, Vardy masih terlihat kesulitan beradaptasi. Ia hanya mampu mengemas lima gol dari 34 penampilan di EPL, dan itu nyaris membuat timnya terdegradasi.
Namun legendanya bersama The Foxes dimulai pada musim 2015/16. Pada saat itu ia menjadi salah satu striker tertajam di Inggris, di mana ia mengemas 24 gol dalam semusim dan menjadikan The Foxes juara EPL.
Semenjak saat itu, karir Vardy semakin tokcer. Meski tidak memenangkan gelar Premier League lagi, Ia menjadi top skor Premier League pada musim 2019/20 silam dan musim berikutnya ia membawa timnya menjuarai FA Cup.
Vardy bukan pemain tipikal kacang lupa kulitnya. Pada saat itu ia mendapatkan banyak tawaran untuk pindah ke klub yang lebih besar seperti Arsenal dan Newcastle, namun ia memilih untuk setia bersama Leicester City.
Kesetiaan itu juga berlanjut ketika The Foxes harus terdegradasi ke Championship di musim 2023/2024 kemarin. Alih-alih menyelamatkan diri ke klub lain, Vardy tetap bertahan di King Power Stadium, di mana ia mampu membantu timnya promosi lagi ke Premier League hanya dalam kurun waktu satu musim saja.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Liverpool vs Crystal Palace 25 April 2026
Liga Inggris 24 April 2026, 18:18
-
Jadwal Lengkap Serie A 2025/2026
Liga Italia 24 April 2026, 18:08
-
Link Live Streaming BRI Super League: Persib vs Arema FC
Bola Indonesia 24 April 2026, 18:01
-
Kejutan, Pep Guardiola Bisa Latih Timnas Italia
Piala Dunia 24 April 2026, 17:17
LATEST UPDATE
-
Prediksi Arsenal vs Newcastle 25 April 2026
Liga Inggris 24 April 2026, 21:54
-
Prediksi Man City vs Southampton 25 April 2026
Liga Inggris 24 April 2026, 20:51
-
Baru 106 Hari, Liam Rosenior Dipecat Chelsea dan Dibayar Miliaran
Liga Inggris 24 April 2026, 20:45
-
Excellent Eleven! Anniversary 11 Tahun Bola.com Hadirkan Kuis Berhadiah
Lain Lain 24 April 2026, 20:24
-
Begini Nasib Barcelona Ketika Lamine Yamal Absen
Liga Spanyol 24 April 2026, 20:15
-
JPE Ungguli Phonska Plus 3-1 pada Leg 1 Grand Final Proliga 2026
Voli 24 April 2026, 20:07 -
Kabar Baik untuk Liverpool: Alisson Mungkin Bisa Main!
Liga Inggris 24 April 2026, 19:49
-
Prediksi Bologna vs Roma 25 April 2026
Liga Italia 24 April 2026, 19:40
-
Liga Inggris 24 April 2026, 19:19

-
Live Streaming Betis vs Madrid - Link Nonton La Liga/Liga Spanyol di Vidio
Liga Spanyol 24 April 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pelatih Terbaik Chelsea Sejak 2000-an
Editorial 24 April 2026, 15:46
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46






