Kisah Lisandro Martinez Bangkit dari Cedera Lutut di Man United: Sempat Tak Yakin Bisa Main Lagi

Ari Prayoga | 18 Februari 2026 16:46
Kisah Lisandro Martinez Bangkit dari Cedera Lutut di Man United: Sempat Tak Yakin Bisa Main Lagi
Bek Manchester United, Lisandro Martinez (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Bek Manchester United asal Argentina, Lisandro Martinez, akhirnya buka suara soal masa-masa sulit yang ia alami setelah dihantam cedera serius pada 2025. Pemain berusia 28 tahun itu mengaku sempat diliputi emosi mendalam dan bahkan meragukan masa depannya di dunia sepak bola.

Martinez mengalami cedera anterior cruciate ligament (ACL) pada lututnya dalam kekalahan 0-2 Manchester United dari Crystal Palace di Old Trafford pada Februari lalu. Insiden tersebut terjadi di penghujung babak kedua, ketika ia tiba-tiba terjatuh sambil memegangi lututnya.

Advertisement

Bek timnas Argentina itu harus ditandu keluar lapangan dan dipastikan absen hingga akhir musim 2024-25. Cedera ACL dikenal sebagai salah satu cedera paling serius bagi pesepak bola karena membutuhkan operasi dan proses rehabilitasi panjang.

Setelah menjalani operasi, Martinez mengikuti program pemulihan khusus sepanjang 2025. Ia pun melewatkan bulan-bulan awal musim 2025-26 sebelum akhirnya kembali masuk skuad utama pada Oktober.

1 dari 4 halaman

Martinez Pikir Tidak Akan Bisa Bermain Lagi

Martinez Pikir Tidak Akan Bisa Bermain Lagi

Pemain Burnley, Armando Broja (kiri), dan pemain Manchester United, Lisandro Martinez, berlari mengejar bola dalam pertandingan Liga Inggris, Kamis (8/1/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Momen comeback terjadi saat Manchester United menang 2-1 atas Crystal Palace di Selhurst Park pada November. Martinez masuk sebagai pemain pengganti menggantikan Luke Shaw di babak kedua, penampilan pertamanya sejak cedera panjang tersebut.

Dalam wawancaranya bersama TNT Sports yang dikutip situs resmi klub, Martinez mengungkapkan betapa berat periode tersebut baginya.

“Setelah cedera saya, saya merasa seperti tidak akan bermain sepak bola lagi,” ujarnya.

“Itu membuat saya sangat emosional karena benar-benar sulit. Anda mulai lebih menghargai rumput lapangan, rekan setim, atmosfer sebelum pertandingan. Setelah anak dan keluarga saya, sepak bola adalah segalanya.”

Pengakuan itu menggambarkan betapa dalamnya pukulan mental yang ia rasakan, bukan sekadar tantangan fisik.

2 dari 4 halaman

Bangkit di Bawah Arahan Michael Carrick

Bangkit di Bawah Arahan Michael Carrick

Perebutan bola antara Lisandro Martinez dengan Martin Odegaard di laga Arsenal vs Manchester United di Emirates, 25 Januari 2026. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Perlahan tapi pasti, Martinez kembali menemukan ritmenya. Ia sempat diturunkan secara bertahap sebelum akhirnya kembali menjadi pilihan utama di lini belakang.

Di bawah arahan pelatih interim Michael Carrick, Martinez kembali dipercaya sebagai starter. Ia bahkan tampil penuh selama 90 menit dalam lima laga Premier League terakhir bersama Carrick.

Konsistensi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa eks pemain Ajax itu telah kembali ke performa terbaiknya. Ketangguhan, agresivitas, dan kemampuan distribusi bolanya kembali menjadi senjata penting Setan Merah.

3 dari 4 halaman

Mental Baja Sang Juara Dunia

Mental Baja Sang Juara Dunia

Lisandro Martinez mencoba melewati adangan Sandro Tonali di laga MU vs Newcastle (c) AP Photo/Dave Thompson

Sebagai bagian dari skuad Argentina yang menjuarai Piala Dunia 2022, Martinez memang dikenal memiliki mental kompetitif tinggi. Namun, cedera panjang kali ini menjadi ujian berbeda dalam kariernya.

Kini, setelah melalui jalan panjang pemulihan, Martinez tidak hanya kembali sebagai bek tangguh, tetapi juga sebagai sosok yang lebih matang secara mental. Kisahnya menjadi pengingat bahwa di balik kerasnya sepak bola level elite, ada perjuangan emosional yang kerap tak terlihat.

Dengan performa yang terus menanjak, Manchester United tentu berharap Martinez bisa menjadi pilar utama di lini pertahanan hingga akhir musim.

Sumber: TNT Sports

LATEST UPDATE