
Bola.net - Satu insiden menarik terjadi pada laga Persib Bandung melawan Malut United pada pekan ke-20 BRI Super League 2025/26. Tepat di menit ke-23, Thom Haye melakukan tekel keras pada Taufik Rustam. Tekel itu mengenai tulang kering Taufik Rustam, bahkan membuat shin guards yang dipakai terlepas.
Thom Haye mendapat kartu kuning dari wasit Yodai Yamamoto atas tekel kerasnya. Masih pada momen yang sama, Ciro Alves mengambil shin guards milik Taufik Rustam yang terlepas. Jika pada momen itu Taufik Rustam tidak memakai shin guards untuk melindungi tulang keringnya, mungkin dia akan mendapati rasa sakit yang kuat karena tekel Thom Haye.
Dalam sepak bola modern yang semakin cepat dan keras, benturan fisik menjadi konsekuensi tak terhindarkan. Salah satu area tubuh yang paling rentan adalah tulang kering atau tibia. Di sinilah peran shin guards atau pelindung tulang kering menjadi krusial.
Menariknya, dalam regulasi BRI Super League 2025/2026, tidak ditemukan aturan spesifik yang mengatur tentang pemakaian shin guards bagi para pemain. Pemeriksaan shin guards pemain juga tidak ada pada Pasal 45 tentang Protokol Pertandingan, walau hal itu selalu dilakukan oleh wasit yang bertugas memimpin jalannya laga.
Padahal, FIFA telah merekomendasikan penggunaan pelindung tulang kering sejak 1994 melalui pusat penelitian medisnya. Rekomendasi tersebut lahir dari kajian ilmiah yang mengukur efektivitas alat ini dalam meredam gaya benturan langsung.
Di level profesional maupun amatir, penggunaan shin guards bukan lagi pilihan. Ia adalah bagian dari standar keselamatan pemain untuk meminimalkan risiko fraktur dan cedera serius lainnya di lapangan.
Belakangan, isu pemakaian shin guards bagi pemain sepak bola memunculkan diskusi yang menarik. Winger Bayern Munchen, Michael Olise, memakai shin guards berukuran sangat kecil. Bahkan, pada laga melawan PSG di Liga Champions (28/11/2024), Olise disebut membuang pelindung tulang keringnya ketika wasit memberinya izin masuk lapangan.
Bukti Ilmiah: Shin Guards Efektif Redam Benturan

Penelitian yang dilakukan Dr. Alexander Jimenez dari National University of Health Sciences menguji efektivitas pelindung tulang kering melalui simulasi benturan menggunakan boneka khusus. Hasilnya menunjukkan bahwa shin guards mampu mengurangi gaya benturan antara 41 hingga 77 persen.
Dalam pengujian benturan rendah, pelindung berbahan serat karbon terbukti paling efektif dalam menekan gaya yang diteruskan ke tulang. Pada benturan tinggi, bahan karbon kembali menunjukkan keunggulan dibanding polipropilen. Meski tidak ada perbedaan signifikan dalam gaya maksimum yang diterima tulang, energi yang diteruskan tetap berada jauh di bawah ambang batas penyebab patah tulang.
Temuan ini memperkuat kesimpulan bahwa risiko fraktur relatif kecil ketika pemain menggunakan pelindung yang sesuai standar. Kombinasi material serat karbon dengan lapisan tambahan seperti EVA memberikan perlindungan lebih optimal terhadap tulang dan jaringan lunak.
Gambar ilustrasi tulang tibia (c) Istimewa
Penelitian lanjutan oleh Yasar Tatar dari Marmara University Medical Faculty Turki juga mengonfirmasi efektivitas bahan karbon. Dalam uji High Impact Force (HIF), gaya maksimum yang mencapai tulang berkisar antara 143,95 hingga 262,41 Newton, atau hanya 5,16 hingga 10,90 persen dari total beban benturan.
Artinya, sekitar 89 hingga 94 persen energi berhasil diserap oleh pelindung. Meski demikian, gaya hingga 262,41 Newton tetap berpotensi menimbulkan cedera jaringan lunak dalam situasi pertandingan intens.
Kesimpulan ilmiah dari dua penelitian tersebut jelas: shin guards secara signifikan mengurangi risiko cedera serius, terutama patah tulang. Namun, efektivitas maksimal hanya tercapai jika pelindung memenuhi standar keselamatan dan memiliki ukuran yang tepat.
Bagaimana Penerapannya di Sepak Bola Indonesia?

Rochy Putiray, legenda Timnas Indonesia, disebut kerap mengakali regulasi pemakaian shin guards ketika bermain sepak bola. Rochy Putiray konon memakai potongan kardus atau benda lain yang menyerupai shin guard untuk dimasukkan ke kaus kakinya. Rochy Putiray melakukan itu dengan alasan untuk mendapat feeling ball yang lebih kuat.
Shin guards sendiri merupakan elemen yang wajib dipakai pemain sepak bola ketika masuk lapangan sesuai aturan International Football Association Board (IFAB). Aturan itu berlaku secara global, termasuk di kompetisi Indonesia.
Wasit BRI Super League 2025/26, Thoriq Alkatiri menegaskan bahwa pemeriksaan perlengkapan pemain merupakan prosedur wajib. Ini dilakukan sebelum pertandingan dimulai dan menjadi bagian dari standar operasional pertandingan profesional.
Ia memastikan seluruh perangkat pertandingan menjalankan tugasnya. Salah satunya dengan mengecek kelengkapan serta kesesuaian atribut pemain sesuai regulasi yang berlaku.
"Sebelum masuk ke lapangan, tepat sebelum kami bergerak bersama-sama ke lapangan, kedua asisten wasit memeriksa tim A dan tim B terkait perlengkapan pemain serta daftar nama pemain yang bertanding," beber Thoriq kepada Bola.net.
"Untuk shin guards, tidak ada aturan khusus mengenai besar atau kecilnya, yang penting pemain mengenakannya dan kami juga mengecek kesesuaian warna perlengkapan, misalnya jika celana berwarna hitam, maka bagian dalamnya juga harus hitam," lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa pengawasan tidak berhenti saat kick-off, melainkan terus dilakukan sepanjang pertandingan berlangsung. Hal ini termasuk memastikan pemain pengganti yang masuk tetap memenuhi standar perlengkapan keselamatan.
"Ketika pemain pengganti memasuki lapangan permainan, perlengkapannya juga akan diperiksa oleh wasit cadangan," ucap Thoriq.
Pandangan dari Sisi Medis

Dari sisi medis, Koordinator Medical, Physio, dan Doping Control PSSI, Syarif Alwi menilai penggunaan shin guards berukuran terlalu kecil bisa mengurangi efektivitas perlindungan terhadap benturan keras. Ia menekankan bahwa fungsi utama pelindung tulang kering adalah menyerap energi benturan, bukan sekadar memenuhi syarat administratif pertandingan.
"Kalau terlalu kecil, hampir tidak ada gunanya karena tidak memberikan perlindungan yang memadai. Mungkin ada pemain yang memakainya hanya sebagai persyaratan untuk bisa bermain," kata Syarif Alwi.
Ia juga menjelaskan bahwa terdapat titik rawan cedera yang kerap luput dari perlindungan ketika ukuran pelindung tidak proporsional. Area tersebut sangat rentan dalam duel kontak langsung dan tekel keras.
"Yang sering cedera adalah distal tibia dan pergelangan kaki," ungkapnya.
Dony Tri Pamungkas: Shin Guard Saya Tidak Tipis dan Cukup Tebal

Pemain Persija Jakarta sekaligus Timnas Indonesia U-23, Dony Tri Pamungkas, memilih ukuran pelindung yang menurutnya paling ideal antara kenyamanan dan keamanan. Ia memastikan bahwa keputusan tersebut bukan karena tren, melainkan kebutuhan perlindungan pribadi di lapangan.
"Saya menggunakan shin guard dengan ukuran standar, tidak besar dan tidak kecil. Ukuran tersebut memang saya pakai untuk melindungi tulang kering saya," kata Dony Tri.
Menurutnya, rasa percaya diri saat duel juga dipengaruhi oleh keyakinan terhadap perlengkapan yang digunakan. Selama pelindung masih cukup tebal dan nyaman, ia tidak merasa khawatir menghadapi benturan keras.
"Tidak ada rasa ngeri, karena pelindung yang saya gunakan tidak setipis itu dan menurut saya masih cukup tebal," ungkap pemain berusia 21 tahun tersebut.
Penyesuaian Ukuran Secara Manual

Sementara itu, Kitman Timnas Indonesia, Hasan Mughni, menjelaskan bahwa setiap pemain umumnya memiliki preferensi pribadi terkait ukuran pelindung tulang kering. Faktor kenyamanan dan kebiasaan menjadi pertimbangan utama para pemain profesional.
"Untuk shin guards, setiap pemain biasanya membawa sendiri sesuai ukuran yang mereka miliki. Ada yang ukurannya kecil, seperti Thom Haye," tuturnya.
Ia menambahkan bahwa tim perlengkapan tetap mengantisipasi berbagai kemungkinan agar pemain tidak terkendala saat bertanding. Penyesuaian ukuran bahkan bisa dilakukan secara manual jika diperlukan.
"Para pemain Timnas Indonesia biasanya membawa sendiri, termasuk sepatu bola, karena faktor kecocokan dan kenyamanan saat bertanding. Namun, kami tetap menyediakan cadangan apabila ada yang lupa membawa. Jika ukurannya tidak sesuai, biasanya dipotong atau disesuaikan dengan tambahan busa," imbuhnya.
Baca Ini Juga:
- Rekor Solid di Kandang Jadi Modal Persib Berjuang di Tengah Kemustahilan
- PSM Panggil Penyerang Timnas Indonesia U-23 soal Kasus Dugaan Kekerasan terhadap Mantan Pacar, Begini Sikap Resmi Klub
- Federico Barba Kirim Sinyal Perlawanan! Bek Persib Yakin Bobotoh Jadi Kunci Comeback Lawan Ratchaburi
- Janji Bojan Hodak Jelang Persib vs Ratchaburi di AFC Champions League 2: Semuanya Mungkin Dibalikkan
- Jadwal Siaran Langsung Leg 2 Persib vs Ratchaburi FC: Misi Comeback Dramatis Pangeran Biru di Asia
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 18 Februari 2026 18:46Shin Guards Bikin Kagok Pemain Bola Tapi Perlu, Coba Takar Risikonya
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 18 Februari 2026 20:29 -
Liga Inggris 18 Februari 2026 20:00 -
Liga Champions 18 Februari 2026 20:00 -
Liga Champions 18 Februari 2026 20:00 -
Liga Champions 18 Februari 2026 20:00 -
Liga Italia 18 Februari 2026 19:45
MOST VIEWED
- Jadwal Siaran Langsung Leg 2 Persib vs Ratchaburi FC: Misi Comeback Dramatis Pangeran Biru di Asia
- Prediksi BRI Super League: Persita vs PSBS Biak 16 Februari 2026
- Tempat Menonton Bali United vs Persija Hari Ini - Siaran Langsung di Indosiar dan Vidio
- Hasil Arema FC vs Semen Padang: Singo Edan Menang Telak 3-0 di Kanjuruhan
HIGHLIGHT
- 7 Klub Tujuan Cristian Romero Jika Hengkang dari T...
- Starting XI Pemain Gratisan Siap Direkrut: Dari Se...
- 7 Pemain Italia di Manchester United: Akankah Sand...
- 5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5505211/original/062961800_1771371713-000_97XF2B8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5506266/original/067614500_1771420557-IMG_7080.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5506265/original/031055600_1771420170-Screenshot_2026-02-18_200556.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1990366/original/098651600_1520926891-Pencurian-Mobil4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5383135/original/032012200_1760622391-IMG_8063.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)

