Kisah Mohamed Salah: Bocah dari Desa Nagrig yang Mengubah Sejarah Premier League

Richard Andreas | 26 Maret 2026 09:15
Kisah Mohamed Salah: Bocah dari Desa Nagrig yang Mengubah Sejarah Premier League
Winger Liverpool, Mohamed Salah (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Reaksi publik Mesir terhadap kabar Mohamed Salah meninggalkan Liverpool dipenuhi rasa haru sekaligus kebanggaan. Bagi banyak orang di negaranya, perjalanan sang penyerang bukan sekadar cerita karier sepak bola, tetapi simbol bagaimana mimpi yang tampak mustahil bisa menjadi nyata.

Video perpisahan Salah memicu gelombang nostalgia di Mesir. Banyak orang kembali mengenang masa awal kariernya, dari seorang remaja yang hampir tidak dikenal hingga akhirnya menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah Premier League.

Advertisement

Bagi publik Mesir, perjalanan itu memiliki makna yang jauh lebih dalam. Salah bukan hanya pahlawan olahraga, tetapi juga cerminan perjuangan seseorang yang berasal dari latar belakang sederhana dan mampu mencapai puncak sepak bola dunia.

1 dari 4 halaman

Awal Perjalanan Dari Desa Kecil

Awal Perjalanan Dari Desa Kecil

Selebrasi Mohamed Salah di laga Mesir vs Zimbabwe di Piala Afrika, Selasa (23/12/2025). (c) AP Photo/Mosaab Elshamy

Mohamed Salah lahir dan tumbuh di Nagrig, sebuah desa kecil di provinsi Gharbia. Pada masa kecilnya, hampir tidak ada yang membayangkan bahwa seorang anak dari desa tersebut suatu hari akan menjadi ikon sepak bola dunia.

Sorotan pertama datang pada 25 Desember 2010. Saat itu, Salah yang baru berusia 18 tahun mencetak gol dalam laga imbang 1-1 antara Al Mokawloon dan Al Ahly, juara Mesir saat itu. Penampilan tersebut mulai menarik perhatian publik terhadap bakat mudanya.

Biar begitu, perjalanan menuju titik tersebut tidaklah mudah. Ketika berusia 14 tahun, Salah harus menempuh perjalanan sekitar 100 km dari rumahnya menuju tempat latihan Al Mokawloon. Ia bahkan harus berganti empat hingga lima bus untuk tiba di lokasi latihan beberapa kali dalam seminggu.

Perjalanan pulang pergi itu bisa memakan waktu hingga delapan jam. Pengalaman tersebut menggambarkan betapa besar pengorbanan yang harus ia lakukan hanya untuk mengejar mimpinya bermain sepak bola profesional.

2 dari 4 halaman

Membuka Jalan Baru Bagi Pemain Mesir

Membuka Jalan Baru Bagi Pemain Mesir

Bintang Liverpool, Mohamed Salah dalam sesi latihan tim jelang lawan Inter Milan, 7 Desember 2025. (c) AP Photo/Jon Super

Langkah Salah menuju Eropa dimulai ketika ia pindah dari Al Mokawloon ke klub Swiss, Basel. Pada masa itu, hampir tidak ada jalur yang jelas bagi pemain Mesir untuk menembus sepak bola Eropa.

Berbeda dengan pemain muda dari akademi di liga top Eropa yang memiliki sistem pembinaan terstruktur, Salah harus menemukan jalannya sendiri. Ia menjadi salah satu pemain pertama yang berhasil menembus level tertinggi sepak bola Eropa melalui jalur yang tidak biasa.

Kesuksesannya kemudian membuka perspektif baru bagi para pemain muda Mesir. Jika sebelumnya sekadar bermain di luar negeri sudah dianggap prestasi besar, Salah mengubah standar tersebut.

Kini target generasi baru pemain Mesir bukan lagi sekadar bermain di Premier League, tetapi juga mampu bersinar di sana.

3 dari 4 halaman

Mengubah Hubungan Mesir Dengan Premier League

Mengubah Hubungan Mesir Dengan Premier League

Mohamed Salah di laga Nottingham Forest vs Liverpool, Minggu (22/02/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Premier League sebenarnya sudah populer di Mesir sejak awal 2000-an. Namun kehadiran Salah membawa popularitas liga tersebut ke tingkat yang berbeda.

Dalam satu dekade terakhir, pertandingan Liverpool sering ditayangkan di kafe-kafe Mesir, bahkan ketika berbarengan dengan pertandingan besar dari liga top Eropa lainnya. Nama-nama klub Premier League pun semakin dikenal luas oleh masyarakat umum.

Pengaruh Salah juga terlihat dari budaya populer. Jersey Liverpool dengan nama Salah menjadi salah satu atribut sepak bola yang paling sering dipakai anak-anak di Mesir.

Salah satu simbol paling unik dari fenomena ini adalah sebuah kedai makanan di Nasr City, Kairo. Tempat tersebut menjual hidangan tradisional seperti foul dan falafel, tetapi menggunakan nama "Liverfool" sebagai permainan kata yang menggabungkan nama klub Liverpool dengan makanan khas Mesir.

4 dari 4 halaman

Inspirasi Bagi Generasi Baru

Kesuksesan Mohamed Salah tidak hanya diukur dari trofi yang ia menangkan bersama Liverpool. Ia juga mengubah cara masyarakat Mesir memandang kemungkinan dalam dunia olahraga.

Sepanjang kariernya, Salah meraih berbagai pencapaian besar, termasuk gelar Liga Champions, dua gelar Premier League, empat Golden Boot, serta tiga penghargaan PFA Players' Player of the Year. Namun bagi banyak orang di Mesir, angka-angka tersebut hanyalah sebagian kecil dari kisah besarnya.

Yang paling penting adalah pesan yang ia tinggalkan: seorang anak dari desa kecil pun bisa mencapai puncak sepak bola dunia.

Dalam sebuah wawancara dengan beIN Sports pada 2023, Salah pernah mengungkapkan bagaimana ambisinya berkembang seiring perjalanan kariernya.

“Sejujurnya, ketika saya masih muda, yang saya impikan hanyalah menjadi pemain yang dikenal banyak orang. Itu saja ambisi saya,” kata Salah.

“Namun setelah itu, ketika saya menyadari bahwa saya sudah dikenal, ambisi saya pun semakin besar.”

LATEST UPDATE