Kisah Unik Jelang MU vs Tottenham: Dulu Jadi Wartawan Dadakan, Carrick Kini Rival Thomas Frank

Editor Bolanet | 7 Februari 2026 11:37
Kisah Unik Jelang MU vs Tottenham: Dulu Jadi Wartawan Dadakan, Carrick Kini Rival Thomas Frank
Pelatih Manchester United, Michael Carrick bersalaman dengan penyerang MU, Matheus Cunha usai laga melawan Manchester City, 17 Januari 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Michael Carrick akan menjalani laga emosional saat Manchester United menjamu Tottenham Hotspur. Duel panas ini akan tersaji di Old Trafford pada Sabtu (7/2/2026) malam WIB.

Pertemuan Manchester United vs Tottenham memiliki cerita latar belakang yang sangat unik bagi kedua pelatih. Nasib Carrick berubah drastis hanya dalam waktu lima bulan terakhir.

Advertisement

Ia sebelumnya sempat mewawancarai Thomas Frank untuk sebuah program televisi. Kala itu Carrick bertugas sebagai pundit jelang laga Liga Champions.

Kini situasi berbalik 180 derajat di pinggir lapangan. Mantan gelandang timnas Inggris itu datang sebagai pelatih Man United dan menjadi rival yang siap menjegal Spurs.

1 dari 6 halaman

Reuni Wartawan Dadakan

Reuni Wartawan Dadakan

Pelatih kepala Manchester United, Michael Carrick, merayakan kemenangan timnya seusai pertandingan Liga Inggris melawan Fulham, Minggu (1/2/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Carrick masih mengingat jelas momen wawancara tersebut pada September lalu. Saat itu ia berbincang santai dengan Frank untuk Amazon Prime.

Mereka membahas filosofi sepak bola dalam suasana yang sangat cair. Tidak ada ketegangan kompetisi seperti yang akan terjadi akhir pekan ini.

"Ya, hidup memang bisa berubah," kenang Carrick sambil tersenyum.

"Sebenarnya saya sangat menikmatinya. Kami berhubungan sangat baik," lanjutnya.

2 dari 6 halaman

Diskusi Taktik yang Hangat

Diskusi Taktik yang Hangat

Selebrasi trio Manchester United, Amad Diallo, Bryan Mbeumo, dan Matheus Cunha dalam laga versus Fulham di Premier League, Minggu (1/2/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Pertemuan itu menjadi momen perkenalan resmi antara kedua sosok pelatih cerdas ini. Frank menyambut Carrick dengan sangat terbuka kala itu.

Mereka bertukar ide tentang proses dan taktik permainan. Carrick mengaku mendapat banyak insight menarik dari juru taktik asal Denmark tersebut.

"Ini pertama kalinya saya bertemu dengannya secara pantas dan kami mengobrol santai tentang hal-hal umum sepak bola," ujar Carrick.

"Sedikit tentang proses dan ide, tapi dia sangat akomodatif. Saya menikmatinya, jadi akan menyenangkan bertemu dengannya lagi," tambahnya.

3 dari 6 halaman

Waspada Ancaman Spurs

Waspada Ancaman Spurs

Michael Carrick pada laga pekan ke-22 Premier League antara Manchester United vs Man City di Old Trafford (c) AP Photo/Dave Thompson

Tottenham sempat mengalami masa sulit di awal tahun 2026 ini. Posisi Thomas Frank bahkan sempat berada di ujung tanduk karena rentetan hasil buruk.

Namun performa The Lilywhites mulai membaik belakangan ini. Mereka tak terkalahkan dalam empat laga terakhir, termasuk menahan imbang Manchester City.

"Mereka tentu membawa tantangan tersendiri," tegas Carrick mewaspadai sang lawan.

"Saya pikir Anda bisa melihatnya terutama dari cara mereka menyelesaikan pertandingan tempo hari," sambung pelatih berusia 44 tahun itu.

4 dari 6 halaman

Barisan Penyerang Mematikan

Carrick menyadari betul potensi ledakan lini depan Tottenham. Spurs dikenal memiliki penyerang yang cepat dan agresif menusuk ke kotak penalti.

Absennya beberapa pemain pilar Spurs justru membuat mereka sulit ditebak. Setan Merah wajib disiplin menjaga area pertahanan sendiri.

"Mereka punya penyerang-penyerang sangat bagus yang ingin meregangkan lini belakang dan bermain ke depan serta menyerang kotak penalti," analisis Carrick.

"Ini sedikit berbeda dengan permainan yang mungkin kami mainkan selama beberapa minggu terakhir, tapi kami menantikannya," imbuhnya.

5 dari 6 halaman

Misi Hapus Rekor Buruk

Manchester United punya dendam kesumat terhadap Tottenham Hotspur. Musim lalu, Setan Merah kalah empat kali beruntun dari klub London Utara itu.

Salah satu kekalahan paling menyakitkan terjadi di final Liga Europa. Carrick bertekad menghentikan dominasi Spurs dengan bermodal tren positif timnya.

"Kami berada di tempat yang baik dan para pemain telah bekerja dengan baik lagi minggu ini," kata Carrick penuh percaya diri.

"Sekali lagi, tetap membumi, jangan terlena dengan apa yang sudah terjadi," pesannya kepada skuad.

6 dari 6 halaman

Cinta Lama Bersemi Kembali

Laga ini juga menjadi reuni Carrick dengan mantan klubnya. Ia pernah membela Tottenham selama dua musim sebelum pindah ke Old Trafford pada 2006.

Meski punya kenangan manis di London, cintanya pada United tak tergantikan. Ia langsung merasa 'pulang' saat pertama kali menginjakkan kaki di Manchester.

"Saya punya kenangan yang sangat indah tentang Tottenham dan berada di klub itu," ungkap Carrick.

"Tapi, saya sudah mengatakannya berulang kali, datang ke sini adalah sebuah lompatan dan lompatan besar pada saat itu. Jadi, bisa dibilang sejak hari pertama masuk ke ruang ganti dan bertemu manajer, sejak saat itulah saya menjadi diri saya sendiri," tutup Carrick.

LATEST UPDATE