Klopp Tak Fanatik Satu Taktik
Editor Bolanet | 10 Agustus 2016 20:30
Klopp dikenal sebagai manajer yang setia dengan taktik 4-2-3-1. Hal itu sudah ia tunjukkan saat masih membesut Borussia Dortmund. Ia juga masih terus memakainya sampai saat ini di Liverpool.
Namun Klopp mengatakan bahwa taktik itu cuma taktik dasar saja. Di tengah pertandingan, ia bisa mengubah siasatnya, tergantung dengan strategi yang dipakai oleh lawan.
Sebuah line- up adalah reaksi untuk sebelum Anda tahu persis apa yang Anda butuhkan. Itu hanya harapan dari apa yang Anda pikirkan bisa baik untuk ini dan ini . Tapi semakin dominan Anda, maka semakin kurang penting formasi atau sistem yang Anda mainkan. Ini lebih titik awal, tetapi Anda harus cukup fleksibel untuk bereaksi terhadap situasi dalam permainan, terangnya pada Goal International.
Ini bukan tentang formasi favorit saya, hanya mana yang paling mudah bagi para pemain untuk menunjukkan semua kualitas yang mereka miliki dan apa yang akan membuat hidup sulit bagi tim lain saat melawan kami, serunya.
Dengan barisan striker yang kami miliki, bahkan sistem dengan dua pemain depan sangat memungkinkan. Jadi kami tidak perlu menutup pikiran kita hanya untuk satu sistem saja. Kami memiliki bakat untuk menjadi fleksibel,tegas Klopp. [initial]
Baca Juga:
- Tak Mau Hamburkan Uang Seperti MU, Ini Alasan Klopp
- Balotelli: Saya Akan Gabung Chievo
- Liverpool dan City Berlomba Bujuk Paredes
- Ini Alasan Matip Memutuskan Pindah ke Liverpool
- Mini: Odegaard Tak Layak ke Premier League
- Besiktas Ingin Boyong Benteke dan Balotelli Sekaligus
- Juventus Hidupkan Kembali Minat Untuk Gelandang AS Roma ini
- Lucas Leiva Segera Tanggalkan Seragam Liverpool?
- Crystal Palace Segera Tuntaskan Transfer Benteke?
- Presiden Chievo: Balotelli Akan Jadi Transfer Impian
- 'Peluang Spurs Juara Lebih Baik Dibandingkan Liverpool'
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
LATEST UPDATE
-
Inter vs Arsenal 1-3: Proses Pendewasaan Nerazzurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:36
-
Kalah Duel Fisik dan Teknik, Chivu Sebut Level Arsenal Jauh di Atas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:30
-
Memuji Duo Gabriel Jesus - Viktor Gyokeres, Mengklaim Arsenal Sudah Naik Level
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:19
-
Rapor Pemain Inter: Gol Roket Sucic Tak Cukup, Arsenal Pulang Tersenyum
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:06
-
Man of the Match Sporting CP vs PSG: Luis Suarez
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:19
-
Man of the Match Inter vs Arsenal: Gabriel Jesus
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:05
-
Man of the Match Bodo/Glimt vs Man City: Jens Petter Hauge
Liga Champions 21 Januari 2026, 06:51
-
Man of the Match Real Madrid vs Monaco: Vinicius Junior
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:51
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06









