Kumpulan Transfer Teraneh yang Pernah Dilakukan Liverpool
Aga Deta | 29 Januari 2020 10:13
Bola.net - Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, dikenal sebagai sosok yang tidak gegabah di bursa transfer pemain. Klopp hanya menggaet pemain yang dinilai sesuai dengan gaya permainannya.
Hebatnya, dia jeli membeli pemain yang tak berbanderol mahal, tapi berefek signifikan bagi tim. Hasilnya sudah mulai terlihat nyata saat ini. Salah satu pembelian teranyar Liverpool adalah memboyong Takumi Minamino dari RB Salzburg.
Liverpool berhasil disulap Klopp menjadi klub yang tangguh, sulit dikalahkan, dan punya kedalaman skuat yang mumpuni. Kondisi itu yang membedakan Liverpool dengan klub-klub pesaingnya di Inggris.
Tak heran, The Reds sangat perkasa di Premier League. Tim besutan Jurgen Klopp tak terkalahkan dalam 23 laga di Premier League musim ini, dengan 22 pertandingan berujung kemenangan.
Liverpool tak tergoyahkan di puncak klasemen Premier League, dengan keunggulan 16 poin atas peringkat kedua, Manchester City. Jalan menuju trofi Premier League sangat lapang dan lebar.
Namun, langkah Liverpool dalam bermanuver di bursa transfer tak selalu cerdas. Sejarah menjadi buktinya. Dalam banyak kesempatan The Reds melakukan pembelian aneh yang membuat kening fans berkerut.
Berikut ini 5 pembelian pemain teraneh yang pernah dilakukan Liverpool di bursa transfer pemain, seperti dilansir Liverpool Echo.
1. Paul Jones (2004) - Pinjaman dari Southampton
Saat itu, Liverpool baru membukukan kemenangan penting 1-0 kontra Chelsea berkat gol Bruno Cheyrou. Namun, kemenangan itu memakan korban. Kiper Liverpool asal Polandia, Jerzy Dudek, cedera pada laga tersebut, dan saat itu digantikan Patrice Luzi.
Stok penjaga gawang Liverpool saat itu cukup memprihatinkan dan Luzi bukan sosok yang akan membuat para pemain belakang Liverpool merasa aman. Mau tak mau, The Reds membeli pemain pada bursa transfer Januari.
Dua hari setelah laga tersebut, manajer Liverpool, Gerard Houllier, mengirimkan pencari bakat ke klub lain untuk mencari opsi kiper pinjaman. Hasilnya, sang pencari bakat menemukan pengganti sementara: Paul Jones. Sang kiper saat itu berstatus pemain Southampton.
Dia hanya membukukan dua penampilan di Liverpool. Jones mencatatkan debut pada usia 36 tahun, membuatnya menjadi kiper tertua The Reds sejak Perang Dunia II.
Jones mengawali karier di Liverpool dengan kemenangan atas Aston Villa dan menyudahinya dengan kekalahan 1-2 dari Tottenham Hotspur di White Hart Lane, sepekan berselang.
2. Alex Manninger (2016) - Bebas Transfer dari Augsburg
Liverpool membutuhkan kiper ketiga, untuk berjaga-jaga jika Simon Mignolet atau Loris Karius mengalami cedera tak terduga. The Reds melalukan manuver dengan membeli Alex Maninger dari Augsburg pada 2016. Mereka tak perlu merogoh kocek karena Maninger berstatus bebas transfer.
Apa yang terjadi setelah itu? Sebenarnya tak ada.
Sang kiper tak pernah diturunkan menjaga gawang Liverpool. Satu-satunya hal unik yang diingat tentang Alex Maninger selama di Anfield adalah saat itu menjadi penjaga gawang pertama Liverpool yang mengenakan nomor punggung 13 sejak Tony Warner pada 1999.
3. Fabio Aurelio (2010) - Bebas Transfer
Mengapa pembelian Fabio Aurelio tersebut aneh? Ternyata, dia dua kali memperkuat Liverpool dalam situasi yang berbeda.
Sebagai pemain, Aurelio merupakan bek kiri yang cukup menjanjikan. Dia memiliki skill mumpuni dan punya aura sepak bola khas Brasil.
Namun, cedera merecokinya dan membuat kariernya di Liverpool hanya bertahan 4 tahun, dari 2006 sampai akhir musim 2010.
Namun, ketika Roy Hodgson ditunjuk mengambil alih posisi pelatih di Anfield, Aurelio digaet kembali dengan status bebas transfer. Dia kembali direkrut hanya 30 hari setelah dilepas Liverpool.
Apa yang terjadi? Lagi-lagi dia direcoki cedera sehingga tak banyak bermain sepanjang era Hodgson. Dia baru kembali bermain reguler ketika jabatan manajer Liverpool diisi Kenny Dalglish.
Namun, karier Aurelio di Liverpool harus berakhir pada 2012 karena dihantam cedera hamstring. Aurelio kemudian hijrah ke Gremio dan pensiun pada 2014.
4. Abel Xavier (2002) - Dibeli dari Everton
Setelah tiga tahun di Everton, Abel Xavier merasa saatnya mencari petualangan baru. Dia kemudian memutuskan gabung ke Liverpool pada 2002. Perpindahan itu jelas kontroversial karena melibatkan dua tim sekota yang punya rivalitas tinggi.
Pemain asal Portugal itu mencatatkan start gemilang bersama Liverpool. Dia hanya butuh 16 menit pada laga debutnya untuk mencetak gol pertama bagi Liverpool melawan Ipswich Town.
Namun, kariernya di Anfield tak berjalan mulus. Alih-alih lama bertahan di Liverpool, dia sudah didepak sembilan bulan berselang.
Selama sembilan bulan, Abel Xavier diturunkan dalam 16 pertandingan. Dia kemudian dipinjamkan ke Galatasaray dan tak pernah kembali ke Anfield.
5. Steven Caulker (2016) - Digaet dari Queens Park Rangers
Motif peminjaman pemain ini aneh. Saat itu, Liverpool mengalami masalah di lini pertahanan. The Reds juga punya problem dalam mencetak gol serta dihantam badai cedera. Mau tak mau, The Reds butuh tambahan pemain pada bursa transfer Januari.
The Reds tengah bercokol di posisi kedelapan Premier League saat Steven Caulker gabung. Dia pemain yang berposisi sebagai bek tengah.
Apa yang terjadi? Total, dia hanya mencatat lima penampilan bersama Liverpool. Debutnya datang ketika The Reds ditahan Arsenal 3-3.
Yang aneh dari perekrutan ini adalah Caulker malah diturunkan sebagai striker saat melawan Arsenal, padahal posisi aslinya adalah bek.
Caulker kembali diplot sebagai pemain depan saat Liverpool meladeni Manchester United. Benar-benar aneh.
Sumber: Liverpool Echo
Disadur dari: Bola.com/Penulis Yus Mei Sawitri
Published: 29 Januari 2020
Baca Juga:
- Bukti Usia 42 Hanya Sebatas Angka Buat Gianluigi Buffon
- Sederet Dosa Besar Manchester United Musim Ini
- Sederet PR Besar Frank Lampard Setelah Performa Chelsea Memburuk
- Manchester United Tak Becus soal Transfer Pemain, Ini Buktinya
- Termasuk Ibrahimovic, Ini Para Pemain Bintang yang Pindah dengan Status Bebas Transfer
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
Daftar Transfer Resmi Premier League Januari 2026
Liga Inggris 20 Januari 2026, 12:09
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







