Legenda MU Sudah Gedeg, Kecam Macetnya Setan Merah di Era Ruben Amorim
Ari Prayoga | 29 September 2025 22:38
Bola.net - Manchester United kembali jadi bahan pembicaraan setelah dipermalukan Brentford 1-3 dalam lanjutan Premier League akhir pekan lalu. Kekalahan itu tidak hanya menambah luka di awal musim, tetapi juga memicu komentar pedas dari legenda klub, Gary Neville.
Eks kapten Setan Merah itu menilai tim tidak menunjukkan progres nyata di bawah Ruben Amorim, yang hampir setahun duduk di kursi pelatih.
Sejak ditunjuk pada November lalu, Amorim gagal menghadirkan kestabilan. United hanya mengumpulkan 34 poin dari 33 laga liga, termasuk finis di urutan ke-15 musim lalu.
Memasuki musim baru, situasi tetap suram. Dari tujuh pertandingan, United baru menang dua kali dan kini terdampar di peringkat ke-14 klasemen sementara.
Lebih parah lagi, rapor tandang mereka sangat buruk: delapan laga Premier League terakhir tanpa kemenangan, dengan enam kekalahan dan dua hasil imbang, catatan terburuk sejak 2019.
Kekhawatiran Neville
Neville mengaku “sangat khawatir” melihat performa mantan timnya. Ia menyoroti keputusan Amorim yang dianggap tak masuk akal, baik dalam strategi maupun penentuan pemain.
“Permainan, hasil, sampai pergantian pemain kemarin sungguh tidak bisa diterima,” ujarnya kepada NBC Sports.
Kritik tajam dilontarkan soal langkah Amorim menurunkan Mason Mount sebagai bek kiri di ajang Carabao Cup kontra Grimsby. “Itu keputusan yang tidak dapat dimengerti. Anda bisa menghormati pelatih yang teguh dengan sistemnya, tapi ketika Mount dipaksa main di posisi itu, itu tampak konyol. Dan ini sudah terjadi dua kali, tidak boleh lagi terulang,” tegas Neville.
Amorim Dianggap Bingung
Neville juga menyoroti kebiasaan Amorim yang kerap menggonta-ganti formasi pertahanan. Pergeseran antara tiga dan lima bek di tiap pertandingan membuat tim kehilangan identitas jelas.
“Dia terus merombak lini belakang, dan hasilnya benar-benar mengecewakan,” tambahnya. Menurut Neville, perubahan tanpa arah hanya menambah kebingungan di lapangan sekaligus meruntuhkan rasa percaya diri pemain.
Meski vokal, Neville menahan diri untuk tidak secara gamblang meminta Amorim dipecat. Namun, ia memberi isyarat manajemen tentu menunggu adanya perbaikan dalam waktu singkat.
“Saya tidak akan pernah secara terbuka meminta pelatih dipecat, tetapi saya yakin para petinggi klub ingin melihat perubahan cepat,” ungkapnya.
Tekanan Semakin Berat
Amorim sendiri mencoba tenang menghadapi rumor pemecatan. Ia menegaskan tidak khawatir dengan masa depannya dan tetap fokus bekerja.
“Saya tidak pernah risau soal pekerjaan. Itu bukan sifat saya. Keputusan bukan ada di tangan saya, tugas saya hanyalah memberi yang terbaik setiap saat selama berada di sini,” kata Amorim usai laga melawan Brentford.
Namun, tekanan di pundak pelatih berusia 40 tahun itu kian berat. United masih kesulitan meraih kemenangan beruntun di Premier League sejak ia mengambil alih tim.
Jika performa tidak segera membaik, kesabaran manajemen bisa habis, dan masa depan Amorim di Old Trafford pun makin berada di ujung tanduk.
Sumber: NBC Sports
Klasemen Premier League 2025/2026
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Stok Bek Kiri Timnas Indonesia Melimpah, John Herdman Punya Banyak Opsi
Tim Nasional 1 April 2026, 21:42
-
Final Four Proliga 2026 Memasuki Fase Krusial
Voli 1 April 2026, 19:28
-
Lewandowski hingga Donnarumma, 6 Bintang Top Absen di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 1 April 2026, 19:28
LATEST EDITORIAL
-
Tanpa Italia hingga Nigeria, Ini Tim Besar yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 1 April 2026, 08:21
-
3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona di Bursa Transfer
Editorial 30 Maret 2026, 11:45














