Leicester City Baru Kena Hukum Pengurangan Poin, Apa Kabar Kasus 115 Tuduhan Man City?
Richard Andreas | 6 Februari 2026 19:59
Bola.net - Leicester City dijatuhi sanksi pengurangan enam poin oleh English Football League akibat pelanggaran aturan finansial. Keputusan ini berlaku segera, sehingga Leicester turun dari posisi ke-17 ke posisi ke-20 di Championship.
Sanksi dijatuhkan setelah klub dijatuhi tuduhan pelanggaran Profit and Sustainability Rules (PSR) oleh Premier League pada Mei lalu. Peraturan ini mengatur batas kerugian klub selama tiga musim.
Leicester, yang terdegradasi dari Premier League musim lalu dan kini tanpa manajer tetap setelah pemecatan Marti Cifuentes, menyatakan kekecewaannya atas keputusan tersebut dan menyebutnya tidak proporsional.
Kerugian Finansial dan Argumen Klub

Menurut laporan keuangan mereka, Leicester mencatatkan kerugian signifikan selama beberapa periode terakhir, termasuk kerugian klub rekor hampir 93 juta pounds pada periode hingga Mei 2022 dan hampir 90 juta pounds pada 2022/2023.
Kerugian ini di luar “add backs” seperti investasi infrastruktur dan pengembangan sepak bola wanita, yang umumnya diterima sebagai pengeluaran yang wajar.
Klub berargumen bahwa penggunaan periode 36 bulan penilaian, alih-alih 37 bulan seperti yang diajukan awalnya, masih menghasilkan angka overspend sebesar 20,8 juta pounds di luar batas PSR.
Pengurangan enam poin membawa Leicester hanya aman dari degradasi berdasarkan selisih gol. Tim juga sedang dalam tren negatif, tanpa kemenangan dalam empat pertandingan terakhir di Championship.
Bagaimana dengan Kasus Man City?

Di level Premier League, masalah finansial juga membayangi Manchester City. Kasusnya masih berjalan sampai sekarang dan sudah cukup lama.
Klub ini telah menghadapi tuduhan pelanggaran aturan keuangan serius oleh Premier League sejak Februari 2023, dengan 115 tuduhan utama terkait pelaporan keuangan yang tidak akurat dan dugaan pelanggaran aturan Profitability and Sustainability Rules.
Tuduhan itu mencakup periode sembilan musim antara 2009 dan 2018, yang dimulai dari penyelidikan awal liga sejak 2018. City secara konsisten membantah semua tuduhan dan menyatakan telah memberikan bukti kuat untuk membela diri.
Sidang Man City dan Penundaan Putusan
Sidang independen atas tuduhan tersebut berlangsung selama beberapa bulan hingga Desember 2024, tetapi hingga kini belum ada keputusan publik yang diumumkan. Panel independen masih menelaah bukti dan informasi yang diajukan oleh kedua belah pihak.
Penundaan dalam pengumuman putusan juga dipengaruhi oleh dinamika internal liga dan kompleksitas bukti yang diperiksa. Beberapa laporan menyebut putusan bisa saja tertunda hingga akhir musim atau lebih jauh lagi.
Jika terbukti bersalah, Manchester City menghadapi potensi hukuman berat. Para ahli memperkirakan sanksi bisa berupa pengurangan poin besar atau denda besar, yang secara teori bahkan bisa memengaruhi status klub di Premier League.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Jagokan Man United Finis di Zona UCL Adalah Pilihan Logis!
- Real Madrid Melirik, Chelsea Pasang Harga Tinggi untuk Enzo Fernandez!
- Melihat Tekanan Berbeda Arteta dan Guardiola di Perebutan Gelar Juara Liga Inggris
- Statistik Menarik Man Utd vs Tottenham: Misi Carrick Hapus Kutukan 100 Tahun
- Mimpi Besar Eden Hazard: Dari Como, Cesc Fabregas Pindah Melatih ke Chelsea
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Liam Rosenior Marah-Marah di Laga Chelsea vs Arsenal, Apa yang Terjadi?
Liga Inggris 6 Februari 2026, 19:29
-
Jagokan Man United Finis di Zona UCL Adalah Pilihan Logis!
Liga Inggris 6 Februari 2026, 18:27
-
Real Madrid Melirik, Chelsea Pasang Harga Tinggi untuk Enzo Fernandez!
Liga Inggris 6 Februari 2026, 17:56
-
Melihat Tekanan Berbeda Arteta dan Guardiola di Perebutan Gelar Juara Liga Inggris
Liga Inggris 6 Februari 2026, 17:20
LATEST UPDATE
-
Alejandro Garnacho, Harga 40 Juta Euro, dan Ujian Kesabaran di Chelsea
Liga Inggris 6 Februari 2026, 21:26
-
Hasil Persib vs Malut United: Menang 2-0, Maung Bandung Masih Sempurna di Kandang
Bola Indonesia 6 Februari 2026, 21:01
-
3 Laga, 3 Kemenangan: Bagaimana Michael Carrick Membalik Nasib Manchester United
Liga Inggris 6 Februari 2026, 20:53
-
TULUS Ramaikan Ramadan di KLBB Festival 2026, Siap Hadirkan Malam Penuh Rasa di GBK
Lain Lain 6 Februari 2026, 20:33
-
Prediksi BRI Super League: Bali United vs Persebaya 7 Februari 2026
Bola Indonesia 6 Februari 2026, 20:27
-
Endrick Meledak di Lyon: Cetak Gol Spektakuler, Jadi Ancaman Baru di Ligue 1
Liga Eropa Lain 6 Februari 2026, 20:27
-
Prediksi BRI Super League: Persijap vs Madura United 7 Februari 2026
Bola Indonesia 6 Februari 2026, 20:22
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Dewa United 7 Februari 2026
Bola Indonesia 6 Februari 2026, 19:29
-
Liam Rosenior Marah-Marah di Laga Chelsea vs Arsenal, Apa yang Terjadi?
Liga Inggris 6 Februari 2026, 19:29
-
Prediksi BRI Super League: Bhayangkara FC vs Borneo FC 7 Februari 2026
Bola Indonesia 6 Februari 2026, 19:23
-
Musim Barcelona Memuaskan: Konsisten, Kompetitif, dan Berani Bidik UCL!
Liga Spanyol 6 Februari 2026, 18:58
LATEST EDITORIAL
-
Gelimang Uang Tak Menjamin Bahagia, 4 Bintang Saudi Pro League Ini Katanya Tak Kerasan
Editorial 5 Februari 2026, 11:49
-
8 Kandidat Klub Baru Cristiano Ronaldo Jika Berpisah dengan Al Nassr, Balik ke MU?
Editorial 4 Februari 2026, 15:31
-
10 Pemain Bebas Transfer yang Masih Bisa Direkrut Klub-Klub Top Eropa
Editorial 4 Februari 2026, 14:57
-
Dari Jeremy Jacquet hingga Alisson: 7 Pemain yang Menolak Chelsea untuk Liverpool
Editorial 3 Februari 2026, 14:14
-
10 Transfer Termahal Januari 2026
Editorial 3 Februari 2026, 11:42



