Final Carabao Cup Arsenal vs Man City: Apa Artinya untuk Liga Inggris dan Slot Bermain Eropa

Final Carabao Cup Arsenal vs Man City: Apa Artinya untuk Liga Inggris dan Slot Bermain Eropa
Pemain Manchester City Omar Marmoush merayakan gol yang dicetaknya pada laga semifinal Carabao Cup/Piala Liga Inggris antara Man City vs Newcastle, 4 Februari 2026 (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Final Carabao Cup musim ini mempertemukan Arsenal dan Manchester City dalam duel yang sarat makna. Laga di Wembley bukan hanya ulangan final 2017/2018, tetapi juga berpotensi memengaruhi peta kompetisi Eropa musim depan.

Arsenal memburu trofi pertama mereka sejak menjuarai Piala FA pada 2020, sementara Manchester City ingin mendekat ke gelar kesembilan EFL Cup sepanjang sejarah klub. Dengan kedua tim saat ini berada di dua posisi teratas Premier League, konsekuensi dari hasil final ini melampaui sekadar angkat piala.

Pertanyaan besarnya bukan hanya siapa yang akan menang, tetapi juga bagaimana hasil laga ini berdampak pada tiket Eropa, jadwal liga, dan rekor sejarah kedua klub.

Final Carabao Cup dan Jalan Menuju Wembley

Final Carabao Cup dan Jalan Menuju Wembley

Pemain Arsenal, Kai Havertz (kedua kiri), merayakan gol di akhir pertandingan leg kedua semifinal Caabao Cup kontra Chelsea, Rabu (4/2/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Ian Walton

Final EFL Cup, yang secara komersial dikenal sebagai Carabao Cup, akan digelar di Wembley Stadium pada Minggu, 22 Maret. Laga ini menjadi puncak dari rangkaian kompetisi domestik yang diikuti klub-klub Inggris sejak awal musim.

Sebagai tim Premier League yang tampil di Eropa, Arsenal dan Manchester City baru masuk kompetisi pada putaran ketiga. Artinya, keduanya harus memenangi empat pertandingan untuk mencapai final, termasuk semifinal dua leg.

Arsenal menyingkirkan Port Vale, Brighton, Crystal Palace lewat adu penalti, serta Chelsea dengan agregat 4-2. Kemenangan atas Chelsea memastikan final pertama Arsenal di semua kompetisi dalam hampir enam tahun terakhir.

Manchester City melaju dengan menyingkirkan Huddersfield, Swansea, Brentford, dan juara bertahan Newcastle United dengan agregat telak 5-1 di semifinal. Konsistensi City kembali terlihat dalam kompetisi yang pernah mereka dominasi selama empat musim beruntun.

Rekor, Sejarah, dan Bayang-Bayang Masa Lalu

Rekor, Sejarah, dan Bayang-Bayang Masa Lalu

Pemain Manchester City Omar Marmoush merayakan gol yang dicetaknya pada laga semifinal Carabao Cup/Piala Liga Inggris antara Man City vs Newcastle, 4 Februari 2026 (c) AP Photo/Dave Thompson

Dalam sejarah EFL Cup, hanya Liverpool yang lebih sering juara dibanding Manchester City. City telah mengoleksi delapan gelar sejak kompetisi ini pertama kali digelar pada musim 1960/1961.

Namun, City belum lagi mengangkat trofi ini sejak dominasi mereka berakhir pada 2021. Final kali ini menjadi kesempatan untuk kembali menegaskan status mereka sebagai salah satu penguasa kompetisi domestik Inggris.

Bagi Arsenal, ini adalah final kesembilan mereka di EFL Cup. The Gunners baru dua kali menjadi juara, terakhir pada musim 1992-93, saat mereka juga meraih gelar Piala FA. Di sisi lain, Arsenal memegang rekor yang kurang menguntungkan sebagai tim dengan jumlah kekalahan terbanyak di final EFL Cup, yakni enam kali.

Pertemuan terakhir Arsenal dan Manchester City di final EFL Cup terjadi pada musim 2017-18. Saat itu, City menang 3-0 lewat gol Sergio Aguero, Vincent Kompany, dan David Silva, dalam laga ketika Mikel Arteta masih menjadi bagian staf pelatih City.

Hadiah Uang dan Dampaknya ke Kompetisi Eropa

Hadiah Uang dan Dampaknya ke Kompetisi Eropa

Selebrasi pemain Arsenal usai Kai Havertz (2 dari kanan) mencetak gol ke gawang Chelsea di leg 2 semifinal Carabao Cup. (c) AP Photo/Ian Walton

Pemenang Carabao Cup akan menerima hadiah turnamen sebesar 100 ribu pounds. Selain itu, ada potensi pendapatan minimal sekitar 797 ribu pounds dari partisipasi di UEFA Conference League musim berikutnya.

Sejak musim 2021-22, juara EFL Cup otomatis mendapatkan tiket ke babak kualifikasi terakhir Conference League. Sebelumnya, pemenang kompetisi ini berhak tampil di Liga Europa.

Namun, dalam praktiknya, sudah lama tidak ada klub yang lolos ke Eropa semata-mata karena menjuarai EFL Cup. Terakhir kali hal itu terjadi adalah pada musim 2012-13, ketika Swansea menjadi juara.

Alasannya sederhana: para juara EFL Cup dalam beberapa musim terakhir hampir selalu finis di posisi liga yang sudah memberi tiket ke Liga Champions atau Liga Europa. Jika hal itu kembali terjadi, slot Conference League akan dialihkan ke tim Premier League dengan peringkat terbaik berikutnya.

Saat ini, posisi tersebut berpotensi jatuh ke peringkat enam atau tujuh, tergantung pada koefisien UEFA Inggris. Jika skenario tertentu terpenuhi, bahkan peringkat kedelapan bisa mendapat tiket Conference League.

Efek Final Terhadap Jadwal Premier League

Final Carabao Cup juga berdampak langsung pada jadwal Premier League. Arsenal sejatinya dijadwalkan bertandang ke markas Wolves pada pekan ke-31, sehari sebelum final.

Namun, laga tersebut dimajukan menjadi Rabu, 18 Februari, karena Arsenal akan tampil di Wembley akhir pekan itu. Penjadwalan ulang ini dimungkinkan karena Arsenal lolos langsung ke fase gugur Liga Champions dengan rekor sempurna di fase liga.

Manchester City juga terhindar dari play-off Liga Champions, tetapi situasinya berbeda. Lawan mereka di pekan ke-31, Crystal Palace, harus menjalani play-off UEFA Conference League melawan Zrinjski, sehingga laga City vs Palace tidak bisa dimainkan pada jadwal semula.

Premier League belum mengumumkan tanggal baru untuk pertandingan tersebut. Yang pasti, Manchester City dan Crystal Palace akan mengalami jadwal kosong pada pekan ke-31.

Arsenal dan Manchester City berada di dua posisi teratas klasemen Premier League, final Carabao Cup kali ini berpotensi menentukan banyak hal. Bukan hanya soal siapa yang mengangkat trofi, tetapi juga bagaimana jalur Eropa musim depan akan terbentuk.