Liam Rosenior Marah-Marah di Laga Chelsea vs Arsenal, Apa yang Terjadi?
Richard Andreas | 6 Februari 2026 19:29
Bola.net - Chelsea kembali menjadi sorotan usai tersingkir dari Carabao Cup. Bukan hanya hasil pertandingan, tetapi juga insiden sebelum laga yang melibatkan pelatih mereka, Liam Rosenior, turut menyita perhatian.
Pelatih berusia 41 tahun itu terlihat meluapkan emosi saat sesi pemanasan jelang leg kedua semifinal melawan Arsenal di Emirates Stadium. Gesturnya memicu spekulasi tentang adanya ketegangan dengan pihak lawan.
Menjelang laga Liga Inggris akhir pekan ini, Rosenior akhirnya memberikan penjelasan terbuka mengenai kejadian tersebut. Ia meluruskan anggapan yang berkembang di luar.
Penjelasan Rosenior Soal Insiden Pemanasan

Liam Rosenior membantah anggapan bahwa amarahnya ditujukan kepada para pemain Arsenal. Ia menegaskan masalahnya justru terkait aktivitas staf kepelatihan di area pemanasan.
“Bukan para pemain,” kata Rosenior dalam konferensi pers prapertandingan pada Kamis. “Saya orang yang menaruh hormat. Saat pemanasan, Anda punya setengah lapangan dan tim lain punya setengahnya.”
Ia menilai area kerja staf Arsenal saat itu mengganggu persiapan timnya. “Mereka memengaruhi pemanasan para pemain saya dan staf saya. Jadi saya meminta mereka, mungkin tidak dengan cara paling sopan, untuk tetap berada di area mereka,” ujarnya.
Soal Etika dan Rasa Hormat di Lapangan

Rosenior menekankan bahwa insiden tersebut tidak berkaitan dengan upaya perang psikologis. Menurutnya, yang ia lakukan semata-mata demi menjaga etika dalam sepak bola.
“Saya tidak di sini untuk bermain mind games. Ini hanya soal apa yang menurut saya benar dan penuh rasa hormat. Mudah-mudahan kami saling menghormati dan tim lain juga melakukan hal yang sama,” lanjutnya.
Dia juga menegaskan tidak memiliki masalah pribadi dengan Arsenal. “Saya tidak punya isu dengan siapa pun di Arsenal. Manajer yang luar biasa, Mikel Arteta, saya sangat menghormatinya. Hanya pada momen itu saya merasa rasa hormat tersebut tidak ditunjukkan kepada tim saya.”
Kekalahan Chelsea dan Respons atas Kritik
Chelsea akhirnya kalah 0-1 lewat gol menit akhir yang dicetak Kai Havertz. Hasil itu memastikan The Blues tersingkir dengan agregat 2-4 dan gagal melangkah ke final Carabao Cup.
Menilai performa timnya, Rosenior menilai kebisingan di luar lapangan adalah hal wajar. “Kebisingan itu tidak mengejutkan saya sama sekali. Apa yang dilakukan tim lain tidak ada hubungannya dengan saya,” katanya.
Ia menambahkan bahwa meski timnya gagal lolos, performa di lapangan tetap solid. “Itu penampilan yang sangat, sangat solid dan pertandingan bisa saja berpihak kepada kami.”
Setelah tersingkir dari Piala Liga, fokus Chelsea kini beralih ke Liga Inggris. Mereka dijadwalkan menghadapi Wolverhampton yang berada di dasar klasemen.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Roberto De Zerbi Tegaskan Siap Bertahan di Tottenham Meski Terdegradasi
Liga Inggris 3 April 2026, 08:00
LATEST UPDATE
-
Hasil Dewa United vs PSIM: Gol Penalti Alex Martins Jadi Penentu!
Bola Indonesia 3 April 2026, 21:10
LATEST EDITORIAL
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
-
Starting XI Pemain Termahal yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:13
















