Lima Alasan Ibrahimovic Bakal Jadi Transfer Flop Bagi MU
Editor Bolanet | 19 Februari 2016 00:50
Dan, sejauh ini belum ada tanda-tanda Ibra akan memperpanjang kontraknya bersama PSG. Hal ini sontak membuat masa depan Ibra terus dispekulasikan. Ia dikaitkan dengan beberapa klub di luar Eropa, terutama Tiongkok dan MLS.
Tak hanya dari luar Eropa, penyerang 34 tahun ini juga dikaitkan dengan beberapa klub elit Eropa. Yang paling santer tentu saja Manchester United. Kebetulan, sepanjang karirnya Ibra belum pernah merasakan kerasnya persaingan di Premier League.
Kendati reputasinya sebagai penyerang kelas wahid tidak perlu diragukan lagi, peluang Ibra untuk menjadi transfer flop bagi MU tetap terbuka. Potensi Ibra gagal bersinar di Old Trafford bahkan sangat besar.
Apa saja faktor yang bisa membuat Ibra jadi transfer flop bagi MU? simak selengkapnya: (bola/asa)
Faktor usia

Kondisi fisik Ibrahimovic memang masih sangat prima. Hal tersebut tidak diragukan lagi. Namun, mesti diingat pula bahwa Ibra saat ini sudah memasuki usia yang ke-34. Usia yang tidak muda lagi bagi seorang pemain sepakbola.
Perlu diingat juga, di Inggris tidak ada jeda tengah kompetisi. Setiap klub juga akan ambil bagian di Piala FA dan Piala Carling. Dengan usia 34 tahun, mampukah Ibra bertahan dengan jadwal padat Premier League.
Faktor ini menjadi masalah serius bagi eks bomber Inter Milan.
Sikap dan tempramen

Jejak karir Ibrahimovic tidak hanya sarat akan prestasi. Ia juga tercatat pernah terlibat beberapa perselisihan di baik dengan lawan maun rekannya sendiri.
Pada tahun 2010 silam misalnya, ia terlibat sebuah perseteruan dengan rekan satu timnya, Oguchi Onyewu. Saat itu keduanya membela klub yang sama AC Milan. Ibra kerap berlaku semena-mena kepada pemain muda yang enggan tunduk kepadanya dan menyulut emosinya.
Potensi ini sangat terbuka terjadi di MU. Terlebih pada musim ini MU diperkuat oleh beberapa pemain muda seperti Memphis Depay, Anthony Martial dan Jesse Lingard.
Tekanan lawan dan pers

Tekanan di Ligue 1 dan Premier League tentu sangat berbeda. Saat bermain di Ligue 1, mungkin Ibra bisa dengan mudah mengatasi tekanan saat bermain melawan tim papan tengah seperti SC Bastia atau Nantes. Level kedua tim ini jauh dibandingkan dengan PSG.
Lantas, apa jadinya jika Ibra harus berhadapan dengan klub papan tengah seperti Stoke City, Everton atau Southampton. Level klub-klub ini tidak beda jauh dengan klub papan atas.
Kondisi bisa menjadi semakin pelik menilik pers di Inggris terkenal sangat kejam. Mereka tak ragu melancarkan kritik terbuka kepada pemain yang tidak tampil konsisten.
Tipe pemain individual

Ibrahimovic adalah pemain fantastis, tapi dia terlalu individualis padahal sepakbola adalah permainan tim, ujar pelatih legendaris Italia, Arrigo Sacchi.
Dengan sikap yang seperti ini, Ibra rawan menjadi sumber konflik dalam tim. Tidak hanya dengan sesama pemain, juga dengan pelatih. Hal tersebut pernah terjadi saat ia membela Barcelona. Ia menolak tunduk kepada pelatih Josep Guardiola yang menuntutnya bermain sebagai tim. Ia juga enggan mendapatkan beban harus membantu pertahanan,
Jika musim depan MU masih mempertahankan Louis van Gaal sebagai pelatih, faktor ini bisa menjadi masalah besar.
Kick n Rush

Seperti yang sebelumnya sudah disinggung. Premier League merupakan liga yang sangat keras. Kontak fisik adalah hal yang biasa terjadi. Tak hanya keras, di Premier League kecepatan juga jadi faktor penentu. Terkadang faktor inilah yang membuat para pemain baru sulit beradaptasi.
Tidak hanya untuk pemain yang sudah berumur, pemain muda terkadang juga sulit beradaptasi dengan kerasnya Premier League. Contoh nyata ada pada diri Memphis Depay dan Angel Di Maria.
So, di usia yang 34 tahun, Ibra diragukan mampu beradaptasi dengan kerasnya Premier League.
Ekstra

Selalu Ingin Jadi No 1
Ibrahimovic merupakan sosok pemain yang angkuh, ia selalu ingin menjadi sosok yang nomor satu di klub. Hal inilah yang membuat karirnya di Barcelona tidak begitu mulus. Ia enggan tunduk kepada pemain-pemain yang sudah lama berada di Barca seperti Iniesta, Xavi dan Messi.
Hal yang sama bisa saja terjadi di MU. Ibra tak mungkin bersedia tunduk pada arah pemain-pemain seperti Chris Smalling, Bastian Schweinsteiger, bahkan mungkin hingga Wayne Rooney.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Fulham vs Man Utd: Matheus Cunha
Liga Inggris 21 September 2026, 00:39
-
Hasil Fulham vs Man Utd: Setan Merah Selamat dari Kekalahan di Craven Cottage
Liga Inggris 21 September 2026, 00:22
-
Man of the Match Man City vs Sunderland: Antoine Semenyo
Liga Spanyol 20 September 2026, 22:26
-
Man of the Match Bournemouth vs Liverpool: Alexander Isak
Liga Inggris 20 September 2026, 22:14
-
Hasil Man City vs Sunderland: Brobbey Hattrick, The Citizens Tetap Keluar sebagai Pemenang
Liga Inggris 20 September 2026, 21:59
LATEST UPDATE
-
Manchester City Menangkan Drama 8 Gol Lawan Sunderland, Perasaan Enzo Maresca Campur Aduk
Liga Inggris 21 September 2026, 10:00
-
Pujian Setinggi Langit Iraola untuk Alexander Isak, Sang Pahlawan Liverpool!
Liga Inggris 21 September 2026, 09:40
-
Reuni dengan Mantan, Andoni Iraola Lega Liverpool yang Menang!
Liga Inggris 21 September 2026, 09:19
-
MU Comeback dari Fulham, Ada Peran Cawe-cawe Wasit?
Liga Inggris 21 September 2026, 08:51
-
Michael Carrick Sebut Pemain Ini Jadi Biang Kerok MU Gagal Menang Lawan Fulham
Liga Inggris 21 September 2026, 08:45
-
Real Madrid Rilis Pernyataan Resmi, Kritik Kepemimpinan Wasit di Derby Madrid!
Liga Spanyol 21 September 2026, 06:30
-
Meski Dipenuhi Kontroversi, Diego Simeone Klaim Atletico Madrid Layak Kalahkan Real Madrid!
Liga Spanyol 21 September 2026, 06:03
-
Kalah di Derby Madrileno, Jose Mourinho Sebut Rela Madrid Dizalimi Wasit!
Liga Spanyol 21 September 2026, 05:35
-
Man of the Match AC Milan vs Lecce: Christian Pulisic
Liga Italia 21 September 2026, 05:20
-
Hasil AC Milan vs Lecce: Dominan, Rossoneri Tembus 5 Besar!
Liga Italia 21 September 2026, 05:03
-
Man of the Match Juventus vs Atalanta: Gleison Bremer
Liga Italia 21 September 2026, 01:26
-
Hasil Juventus vs Atalanta: Conceicao Buka Jalan, Bremer Kunci Kemenangan
Liga Italia 21 September 2026, 00:53
-
Man of the Match Fulham vs Man Utd: Matheus Cunha
Liga Inggris 21 September 2026, 00:39
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33


