Liverpool Banting Tulang Imbangi Arsenal: Pertama Kali Catat 0 Shot on Target Setelah 600 Laga

Richard Andreas | 9 Januari 2026 16:27
Liverpool Banting Tulang Imbangi Arsenal: Pertama Kali Catat 0 Shot on Target Setelah 600 Laga
Pemain Liverpool, Ryan Gravenberch, menerima bola di depan pemain Arsenal, Piero Hincapie, dalam pertandingan Liga Inggris, Jumat (9/1/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Bola.net - Liverpool mencatatkan statistik yang jarang terjadi saat bertandang ke markas Arsenal (0-0), yaitu tanpa satu pun tembakan tepat sasaran.

Data itu mengingatkan pada momen kelam hampir 16 tahun lalu, ketika The Reds terakhir kali mengalami hal serupa di Premier League.

Advertisement

Namun, konteksnya kini sangat berbeda. Alih-alih kecaman, para pendukung Liverpool justru memberikan apresiasi atas performa disiplin dan berani tim asuhan Arne Slot di Emirates Stadium.

Meski berakhir imbang tanpa gol, hasil ini menjadi langkah signifikan. Liverpool menjadi tim pertama yang menggagalkan Arsenal meraih poin penuh di kandang musim ini, sebuah capaian yang memberi makna lebih dari sekadar satu angka di klasemen.

1 dari 5 halaman

Statistik Langka yang Tak Lagi Bernuansa Suram

Statistik Langka yang Tak Lagi Bernuansa Suram

Pemain Liverpool, Milos Kerkez, menghalau pergerakan pemain Arsenal, Bukayo Saka, dalam pertandingan Liga Inggris, Jumat (9/1/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Hampir 16 tahun lalu, kegagalan mencatatkan shot on target menjadi simbol runtuhnya Liverpool era Rafael Benitez. Kekalahan 0-1 dari Wigan Athletic pada Maret 2010 kala itu datang di tengah krisis kepemilikan Tom Hicks dan George Gillett, ketika klub nyaris terperosok ke jurang kehancuran.

Kini 600 pertandingan liga kemudian, statistik serupa kembali muncul. Bedanya, kali ini Liverpool berada dalam fase membangun, bukan runtuh. Hasil 0-0 di kandang Arsenal terasa sebagai kemajuan, bukan kemunduran.

Liverpool memang tidak menang dan tidak mencetak gol. Namun performa mereka cukup untuk menahan laju pemuncak klasemen, Arsenal, yang sebelumnya selalu menang di kandang sejak September, terakhir kali kehilangan poin saat menjamu Manchester City.

2 dari 5 halaman

Rencana Taktik Arne Slot yang Berjalan Nyaris Sempurna

Rencana Taktik Arne Slot yang Berjalan Nyaris Sempurna

Pemain Arsenal, Jurrien Timber (kiri), dan pemain Liverpool, Cody Gakpo, berlari mengejar bola dalam pertandingan Liga Inggris, Jumat (9/1/2026). (AP Photo) (c) AP Photo/Ian Walton

Kunjungan ke London kali ini diselimuti rasa waswas. Arsenal percaya diri dengan performa superior, sementara Liverpool kehilangan beberapa penyerang utama. Namun, Arne Slot menyusun rencana yang tepat untuk meredam kekuatan tim asuhan Mikel Arteta.

Babak pertama menjadi fase bertahan penuh disiplin. Liverpool hanya menguasai 40 persen bola dan fokus menjaga jarak antarlini. Mereka membiarkan Arsenal mengalirkan bola, tetapi menutup ruang berbahaya.

Situasi berubah drastis setelah jeda. Liverpool mulai mendominasi permainan dengan penguasaan bola mencapai 65 persen.

Mereka menyelesaikan 207 operan di area Arsenal pada babak kedua, jumlah tertinggi yang pernah dicatat tim tamu di Emirates dalam lima musim Premier League terakhir.

3 dari 5 halaman

Dominasi Tanpa Sentuhan Akhir yang Menentukan

Dominasi Tanpa Sentuhan Akhir yang Menentukan

Pemain Arsenal, Noni Madueke (kiri), dan pemain Liverpool, Alexis Mac Allister, saling berebut bola dalam pertandingan Liga Inggris, Jumat (9/1/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Masalah Liverpool terletak di sepertiga akhir. Kiper David Raya tak sekali pun dipaksa melakukan penyelamatan berarti. Statistik itu tidak sepenuhnya mencerminkan banyaknya situasi menjanjikan yang mereka ciptakan.

Slot mengakui kepuasannya terhadap performa tim. Ia menilai keseimbangan bertahan dan kemampuan membangun serangan dari belakang sudah terlihat, terutama pada babak kedua ketika pressing Liverpool lebih efektif.

Ia juga menyoroti satu kekurangan utama. Dari dominasi penguasaan bola tersebut, Liverpool masih berharap bisa menciptakan peluang yang lebih bersih.

Beberapa kali Liverpool sudah sangat dekat, tetapi kualitas finishing belum cukup untuk memecah kebuntuan.

4 dari 5 halaman

Cedera Conor Bradley dan Momen Kontroversial

Malam solid Liverpool ternoda oleh cedera serius yang menimpa Conor Bradley di masa injury time. Bek kanan asal Irlandia Utara itu harus ditandu keluar lapangan dengan dugaan cedera lutut, membuat Slot mengaku khawatir menunggu hasil pemindaian medis.

Insiden tersebut diperparah oleh tindakan pemain pengganti Arsenal, Gabriel Martinelli, yang sempat menjatuhkan bola ke arah Bradley dan berusaha mendorongnya keluar lapangan agar laga segera dilanjutkan. Aksi itu memicu reaksi keras para pemain Liverpool.

Martinelli kemudian menyampaikan permintaan maaf. Bradley meninggalkan stadion dengan kruk dan lutut kiri dipasang penyangga, sebuah pemandangan yang mengkhawatirkan mengingat riwayat kebugarannya sejak menembus tim utama Liverpool.

5 dari 5 halaman

Struktur Tim yang Tetap Kokoh di Tengah Keterbatasan

Bradley sejatinya hampir menjadi pembeda ketika tendangannya membentur mistar gawang sebelum turun minum, memanfaatkan miskomunikasi antara Raya dan William Saliba. Kini, absennya dia membuka opsi bagi Slot, dengan Calvin Ramsay dan Joe Gomez tersedia di posisi bek kanan.

Jeremie Frimpong, yang dimainkan lebih maju, tampil merepotkan Arsenal lewat kecepatan dan kekuatannya. Setelah dua kali mengalami cedera, pemain asal Belanda itu mulai menunjukkan mengapa Liverpool begitu yakin merekrutnya dari Bayer Leverkusen, meski umpan akhirnya masih kerap meleset.

Di sisi lain, Milos Kerkez mencatatkan performa terbaiknya sejak bergabung dari Bournemouth. Ia sukses meredam Bukayo Saka, sementara duet Virgil van Dijk dan Ibrahima Konate tampil solid.

Arsenal bahkan tak mencatatkan satu tembakan pun antara menit ke-44 hingga ke-91, mengingat Alexis Mac Allister juga menunjukkan peningkatan signifikan di lini tengah.

Perbedaan kedalaman skuad terlihat jelas ketika Arteta memasukkan Gabriel Jesus, Martinelli, Eberechi Eze, dan Noni Madueke, sementara Slot baru melakukan pergantian pemain jelang akhir laga. Namun Liverpool tetap bertahan dengan struktur yang rapi.

LATEST UPDATE