Liverpool, Si Raja Bola Mati
Afdholud Dzikry | 23 September 2019 12:07
Bola.net - Liverpool sukses melanjutkan tren kemenangan di awal musim ini setelah mengalahkan Chelsea. Bermain di Stamford Bridge, Minggu (22/9/2019) malam, The Reds menang dengan skor 2-1.
Kemenangan atas Chelsea di pekan keenam Premier League ini mengukuhkan pasukan Jurgen Klopp di puncak klasemen Premier League. Raihan tiga poin ini menjadikan The Reds menjadi satu-satunya tim yang selalu sukses meraih kemenangan di enam laga awal liga.
Selain tiga poin, pertandingan melawan Chelsea ini juga seperti sebuah pembuktian. Sebuah bukti bahwa Liverpool adalah raja dalam situasi bola-bola mati. Kok bisa? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Jagoan Set-piece
Dua gol kemenangan Liverpool atas Chelsea tercipta lewat dua situasi yang sama, bola mati alias set-piece.
Yang pertama adalah gol Trent Alexander-Arnold. Gol pada menit ke-14 tersebut tercipta lewat sebuah kerja sama antara Mohamed Salah dengan Trent di situasi bola mati. Tembakan Trent meluncur mulus ke sisi kiri Kepa yang gagal mengantisipasi datangnya bola dengan baik.
Sementara itu gol kedua juga tercipta dengan proses yang sama. Kali ini kerja sama Trent dengan Andrew Robertson di situasi bola mati dari sisi kanan pertahanan The Blues memudahkan Roberto Firmino menyundul bola ke dalam gawang.
Chelsea sendiri akhirnya mendapatkan gol hiburan lewat aksi N'Golo Kante. Liverpool menang dengan skor 2-1.
Usai pertandingan, dua gol ke gawang Chelsea di laga ini memberikan rekor baru bagi Liverpool. Rekor yang menunjukkan tim asuhan Jurgen Klopp tersebut begitu berbahaya dalam situasi bola mati.
Menurut Opta, dua gol itu adalah gol ke-33 dan ke-34 Liverpool dari situasi bola mati yang dicetak Liverpool sejak dimulainya musim lalu. Jumlah itu tujuh gol lebih banyak dibandingkan tim lain.
Statistik Pertandingan Chelsea vs Liverpool
Selain statistik itu, berikut statistik pertandingan Chelsea vs Liverpool lainnya seperti dilansir dari BBC Sport:
1. Chelsea kebobolan 13 gol dari enam laga laga Premier League musim ini - menyamai catatan kebobolan terbanyak mereka dalam enam laga di satu musimnya yang tercipta pada musim 1978-1979 (juga 13), saat mereka finis di peringkat bawah Divisi Utama.
2. Liverpool berhasil meraih kemenangan beruntun atas Chelsea di Premier League, terakhir kalinya terjadi sejak rentetan empat hasil kemenangan dengan lawan yang sama di antara November 2010 hingga Mei 2012.
3. Liverpool berhasil memenangkan 15 laga terakhirnya di liga - satu-satunya tim dengan catatan kemenangan yang lebih panjang dalam sejarah kompetisi papan atas itu adalah Manchester City (18 antara Agustus dan Desember 2017).
4. Chelsea merasakan kekalahan kandang beruntun di semua kompetisi untuk pertama kalinya sejak bulan April 2014, saat mereka kalah atas Sunderland dan Atletico Madrid.
5. Jurgen Klopp melakoni laga yang ke-150 di Premier League - ia sukses mencatatkan 92 kemenangan, hanya Jose Mourinho (105) yang mampu meraih kemenangan lebih banyak dalam 150 pertandingan di kompetisi tersebut.
6. Frank Lampard adalah pelatih kedua Chelsea yang gagal meraih kemenangan dalam empat laga kandang pertamanya di semua ajang (menang nol, imbang dua, kalah dua), setelah Bobby Campbell di tahun 1988.
7. Sejak awal musim 2018-2019, Liverpool telah mencetak 34 gol dari situasi bola mati di Premier League - lebih banyak tujuh dari tim lainnya.
8. Untuk kedua kalinya Chelsea gagal meraih kemenangan dalam tiga laga kandang pertamanya di satu musim Premier League, juga terjadi pada musim 2001-2002 semasa Frank Lampard menjalani musim perdananya di klub tersebut sebagai pemain.
Bagaimana Bolaneters, di posisi manakah Liverpool dan Chelsea akan mengakhiri musim ini? Simak terus kabar terbaru dari Premier League hanya di Bola.net.
SUDAH BACA INI BELUM?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gagal Bersinar di Old Trafford, Ugarte Bakal Ditukar dengan Bintang Muda Sunderland
Liga Inggris 21 Januari 2026, 04:59
-
Prediksi Marseille vs Liverpool 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Chelsea vs Pafos 22 Januari 2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 03:00
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
-
Panduan Membeli Tiket KLBB Festival 2026, Jangan Sampai Nyesel Nggak Nonton Raisa!
Lain Lain 21 Januari 2026, 11:58
-
Kode Keras Arne Slot: Mohamed Salah Siap Starter Lawan Marseille?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 11:44
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06



