Man United 2008 vs Arsenal 2026: Bisakah Tim Era Rooney Kalahkan The Gunners Sekarang?

Richard Andreas | 23 Januari 2026 12:25
Man United 2008 vs Arsenal 2026: Bisakah Tim Era Rooney Kalahkan The Gunners Sekarang?
Selebrasi skuad Arsenal usai menang adu penalti dalam laga Carabao Cup versus Crystal Palace, Rabu (24/12/2025). (c) AP Photo/Kin Cheung

Bola.net - Perdebatan lintas generasi kembali mencuat ketika Wayne Rooney melontarkan klaim tegas soal duel imajiner antara Manchester United 2008 dan Arsenal saat ini. Ucapan itu muncul spontan, namun langsung memantik diskusi panjang.

Komentar tersebut datang saat Rooney berbincang dengan Theo Walcott dalam tugas pundit. Walcott sempat mempertanyakan apakah United 2008 masih bisa bersaing dengan Arsenal 2026. Jawaban Rooney tidak menyisakan keraguan.

Advertisement

Di balik kalimat singkat itu, tersimpan perbandingan detail soal kualitas pemain, gaya bermain, hingga tolok ukur paling klasik dalam sepak bola, yaitu trofi.

1 dari 5 halaman

Awal Mula Perdebatan Rooney dan Walcott

Awal Mula Perdebatan Rooney dan Walcott

Selebrasi skuad Arsenal dalam laga versu Chelsea di semifinal Carabao Cup 2025/2026, Kamis (15/1/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Percakapan itu terjadi saat Wayne Rooney dan Theo Walcott menjadi pundit untuk Amazon Prime. Keduanya menyaksikan kemenangan Arsenal 3-1 atas Inter Milan di Champions League.

Walcott menyebut United 2008 sebagai salah satu tim terbaik yang pernah ia hadapi, tetapi tetap mempertanyakan relevansinya dengan Arsenal sekarang. Rooney langsung memotong dengan pernyataan tegas bahwa timnya kala itu akan “menghajar” Arsenal saat ini.

Pernyataan itu hadir di tengah performa impresif Arsenal yang memimpin Premier League, unggul agregat atas Chelsea di semifinal Carabao Cup, dan masih bertahan di FA Cup menghadapi Wigan Athletic.

2 dari 5 halaman

Adu Kiper: Van der Sar atau Raya?

Adu Kiper: Van der Sar atau Raya?

Penyerang Arsenal, Gabriel Jesus (dua dari kiri) merayakan golnya ke gawang Inter Milan bersama rekan setimnya di Liga Champions. (c) AP Photo/Luca Bruno

Di bawah mistar, perbandingan langsung mengerucut pada Edwin van der Sar dan David Raya. Van der Sar datang sebagai solusi jangka panjang United, bahkan masih tampil dominan pada usia 37 tahun di final Liga Champions 2008.

Secara prestasi, Van der Sar unggul telak dengan dua gelar Liga Champions, enam titel liga, dan empat piala domestik sebelum 2008. Ia menjadi simbol stabilitas United pasca era Peter Schmeichel.

Raya lebih cocok dengan tuntutan modern: atletis, nyaman dengan bola, dan kuat dalam distribusi. Namun, dari sisi trofi klub, kiper Arsenal itu belum memiliki pencapaian domestik yang sebanding.

3 dari 5 halaman

Lini Belakang: Kualitas Inti vs Kedalaman Skuad

Lini Belakang: Kualitas Inti vs Kedalaman Skuad

Bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, merayakan gol pembuka timnya dalam pertandingan Premier League melawan Aston Villa di Emirates, Rabu (30/12/2025). (c) AP Photo/Alastair Grant

Duet Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic menjadi standar emas. Mereka disebut tak tertandingi, bahkan jika dibandingkan dengan William Saliba dan Gabriel. Untuk pilihan utama, United 2008 dianggap unggul mutlak.

Namun Arsenal menawarkan kedalaman. Setelah Riccardo Calafiori dan Jurrien Timber, masih ada Myles Lewis-Skelly, Ben White, Cristhian Mosquera, dan Piero Hincapie. Fleksibilitas ini memberi Arsenal keunggulan saat menghadapi krisis cedera.

United memiliki Patrice Evra sebagai pilar kiri, tetapi pelapis seperti Wes Brown, John O’Shea, dan Mikael Silvestre membuat perbandingan kedalaman terasa timpang.

4 dari 5 halaman

Serangan dan Tengah: Ronaldo Cs Sulit Ditandingi

Serangan dan Tengah: Ronaldo Cs Sulit Ditandingi

Skuad Arsenal merayakan gol Noni Madueke ke gawang Club Brugge di UCL, Kamis (11/12/2025). (c) AP Photo/Omar Havana

Di lini depan, perdebatan nyaris berakhir cepat. Cristiano Ronaldo, peraih Ballon d’Or 2008, berduet dengan Rooney dan Carlos Tevez. Ketiganya mencetak total 43 gol pada tahap musim yang sama.

Arsenal mengandalkan Viktor Gyokeres, yang sejauh ini belum sepenuhnya menjustifikasi banderol 55 juta pounds. Bukayo Saka tampil kelas dunia, tetapi dukungan dari Gabriel Martinelli, Leandro Trossard, dan Noni Madueke dinilai belum selevel.

Di tengah, Declan Rice, Martin Odegaard, dan Martin Zubimendi memang elite. Namun Owen Hargreaves, Michael Carrick, dan Paul Scholes menawarkan kontrol, visi, dan pengalaman juara. Bahkan Ryan Giggs masih bisa muncul dari bangku cadangan di final.

5 dari 5 halaman

Statistik, Bola Mati, dan Tolok Ukur Terakhir

Secara gol, kedua tim hampir identik. United mencetak 57 gol dari 28 laga, Arsenal 60 gol dari 29 pertandingan. Namun, United lebih agresif dengan 505 tembakan dibandingkan 438 milik Arsenal.

Arsenal sedikit unggul dalam efektivitas bola mati dengan 32 persen gol berasal dari situasi tersebut, dibandingkan United yang mencatat 26 persen. Selisihnya ada, tetapi tidak mencolok.

Penentuan akhirnya kembali pada trofi. United 2008 menjuarai Liga Champions dan mempertahankan gelar Premier League. Arsenal saat ini belum mengangkat satu pun trofi sejak FA Cup 2019/2020. Hingga itu berubah, klaim Rooney terasa sulit dibantah.

LATEST UPDATE