Cyrus Margono Ngaku Sebagai Kiper Modern di Persija: Terinspirasi dari David De Gea dan Iker Casillas, lalu Ederson dan David Raya

Cyrus Margono Ngaku Sebagai Kiper Modern di Persija: Terinspirasi dari David De Gea dan Iker Casillas, lalu Ederson dan David Raya
Kiper Cyrus Margono. (c) dok.Persija.id

Bola.net - Cyrus Margono menjadi bagian dari Persija Jakarta sejak bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/26. Macan Kemayoran menjadi klub Indonesia pertama dalam perjalanan karier penjaga gawang berusia 24 tahun itu.

Ia mulai memperkenalkan dirinya lebih jauh kepada publik. Penjaga gawang kelahiran New York, Amerika Serika itu berbicara banyak lewat sesi wawancara di Youtube Persija.

Saat ditanya soal gaya bermainnya, Margono menganggap karakteristiknya sebagai kiper modern. Ia tak hanya mengandalkan refleks di bawah mistar.

Kemampuan bermain dengan kaki dan membaca alur permainan menjadi ciri khas yang ingin ia tampilkan bersama Persija. Walau sampai saat ini, Margono belum dapat kepercayaan tampil dari Macan Kemayoran.

"Satu hal yang harus diketahui Jakmania tentang saya adalah saya bermain menggunakan kaki," ujar Margono.

"Saya seperti kiper modern, jadi saya suka membaca permainan sebelum terjadi. Saya suka maju saat ada umpan silang, tapi sisanya, kita lihat saja nanti," katanya menambahkan.

Kemampuan Lain Cyrus Margono

Margono juga menyebut kemampuan membaca permainan dan distribusi bola sebagai kekuatan utama. Kiper yang memperoleh status WNI pada 21 Maret 2024 itu berharap bisa memberikan dampak nyata bagi Persija.

"Saya membaca permainan dengan kaki dan bola, seperti orang lain, dan saya suka memberikan dampak," tegas Margono.

Margono turut membuka cerita tentang para kiper yang paling berpengaruh dalam pembentukan kariernya. Ia menyebut dua nama legendaris sebagai inspirasi awal sebelum menemukan figur-figur baru yang lebih relevan gaya bermainnya saat ini.

"Saat saya masih kecil, kiper favorit saya adalah David De Gea dan Iker Casillas. Mereka adalah dua kiper pertama yang saya tonton, dan kemudian saat saya dewasa, saya menyukai Ederson karena dia sangat hebat dalam mengolah bola dengan kakinya," ucap Margono.

"Bukan sekarang, tetapi sebelumnya, terutama saat dia di Brentford, David Raya. Saya sangat menyukainya di Brentford, dia top," imbuhnya.

Sebelumnya Berkarier di Eropa

Sebelum berlabuh di Persija, Margono telah melewati pengalaman berkarier di luar negeri yang membentuk karakternya sebagai penjaga gawang. Ia pernah memperkuat Panathinaikos B di Yunani sebelum melanjutkan perjalanan ke Liga Kosovo bersama KF Dukagjini.

Pengalaman di dua liga Eropa tersebut diyakini menjadi bekal berharga bagi Margono untuk bersaing dengan Carlos Eduardo dan Andritany Ardhiyasa di Persija. Kini ia tinggal menunggu kesempatan untuk membuktikan kemampuannya bersama Macan Kemayoran.