Manchester City Masih Mencari Jati Diri
Asad Arifin | 21 Agustus 2021 11:49
Bola.net - Manchester City bakal menjalani ujian berat kala menghadapi Norwich City pada pekan kedua Premier League 2021/2022. Pertandingan ini akan dihelat di Etihad Stadium, Sabtu (21/08) malam WIB.
Pada laga perdana lalu, skuad besutan Guardiola tersebut harus menelan kekalahan. Menghadapi Tottenham Hotspur, City kalah dengan skor 0-1. Satu-satunya gol yang tercipta pada laga di Tottenham Hotspur Stadium, pekan lalu, dicetak Son Heung Min.
Kendati prematur, kekalahan ini tetap menerbitkan keraguan bahwa Manchester City bakal mampu mempertahankan status mereka sebagai juara Premier League. Terlebih lagi, City termasuk ke dalam tim yang mengeluarkan banyak dana dalam bursa transfer musim 2021/2022 ini.
Namun, ada sejumlah hal yang membuat City tetap menjadi salah satu jagoan utama pada Premier League. Apa saja hal-hal tersebut? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Masih Cari Jati Diri

Pep Guardiola dikenal sebagai pelatih progresif. Ia tak pernah takut bereksperimen untuk menjadikan timnya lebih baik.
Musim ini, pelatih asal Spanyol tersebut juga melakukan eksperimen yang sama. Kendati sekilas menurunkan formasi serupa, banyak hal berbeda dari permainan City musim ini. Salah satu perbedaan tersebut adalah cara mereka melakukan build-up
Hal inilah yang membuat para penggawa Manchester City harus menyesuaikan diri lagi. Mereka masih mencari jati diri permainan, seperti yang diinstruksikan oleh Guardiola.
Adaptasi Grealish

Selain perubahan cara bermain, ada faktor lain yang membuat para penggawa City beradaptasi. Faktor tersebut adalah kedatangan sosok Jack Grealish di skuad City musim ini.
Pada laga pertama lalu, Grealish mendapat kesempatan tampil penuh. Pemain berusia 25 tahun ini pun tampil cukup ciamik. Laman Whoscored mengganjar penampilan pemain asal Inggris ini dengan nilai 7,27. Nilai ini menjadikannya salah satu penampil terbaik City kala menghadapi Spurs.
Tampil Dominan

Kendati kalah, pada laga kontra Tottenham, City sejatinya tak bermain buruk. Bahkan, secara statistik, mereka tampil dominan pada pertandingan ini.
Menurut timeline yang disusun laman Understat, City mendominasi k sepanjang pertandingan. Tercatat, pada menit 31 sampai 60 dan menit 69 sampai 90, dominasi City tampak jelas.
Peluang Lebih Berkualitas
Dominasi City juga tampak dari kualitas peluang yang mereka miliki. Menurut laman Understat, pada laga tersebut, City memiliki nilai xG sebesar 2,11. Sementara, Spurs memiliki nilai xG sebesar 1,06.
Peluang terbesar City pada laga ini dicetak Ferran Torres pada menit 69. Nilai xG peluang ini ditaksir sebesar 0,61. Sementara, peluang terbesar Spurs pada laga ini dimiliki Steven Bergwijn pada menit 59. Peluang Bergwijn ini ditaksir memiliki nilai xG sebesar 0,52.
Penyelesaian jadi PR

Secara teknis, yang menjadi permasalahan City tinggal penyelesaian akhir mereka. Hal ini tampak jelas dari kerapnya anak asuh Guardiola tersebut menyia-nyiakan peluang yang mereka miliki.
Laman Whoscored mencatat, dari 18 tembakan yang dilepaskan penggawa Manchester City, sembilan di antaranya meleset dari sasaran. Nilai xG dari peluang yang meleset ini sebesar 1,58, lebih besar dari keseluruhan nilai xG Spurs pada laga ini.
Tambahan Striker jadi Solusi?

Selain waktu untuk beradaptasi, City bisa jadi perlu tambahan penyerang. Keberadaan sosok ujung tombak ini perlu untuk menuntaskan dominasi City.
Sejauh ini, City dikabarkan mengincar Harry Kane untuk menambah amunisi lini depan mereka. Namun, sejauh ini, Tottenham tampaknya keberatan melepas penyerang andalan mereka tersebut.
Belakangan, ada sosok Robert Lewandowski yang dikaitkan dengan City. Penyerang asal Polandia ini dikabarkan ingin mencari tantangan baru di luar Bayern Muenchen.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Ini Juga ya Bolaneters:
- Athletic Bilbao vs Barcelona, 5 Alasan Pasukan Ronald Koeman Terkapar di San Mames
- Aaron Ramsdale Datang, Netizen Arsenal Siap Membela Buat Lawan Jempol Neraka
- Karier Ramsdale Si Pakar Terdegradasi, Doakan yang Terbaik Buat Arsenal!
- 5 Pemain yang Bisa Jadi Senjata Rahasia Persib di BRI Liga 1
- Derby London, 5 Alasan Chelsea Bisa Permalukan Arsenal
- Ngerinya Kutukan 'Nomor 9' di Chelsea, Romelu Lukaku Korban Berikutnya?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Inter vs Arsenal: Gabriel Jesus
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:05
-
Man of the Match Bodo/Glimt vs Man City: Jens Petter Hauge
Liga Champions 21 Januari 2026, 06:51
-
Man of the Match Real Madrid vs Monaco: Vinicius Junior
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:51
LATEST UPDATE
-
Inter vs Arsenal 1-3: Proses Pendewasaan Nerazzurri
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:36
-
Kalah Duel Fisik dan Teknik, Chivu Sebut Level Arsenal Jauh di Atas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:30
-
Memuji Duo Gabriel Jesus - Viktor Gyokeres, Mengklaim Arsenal Sudah Naik Level
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:19
-
Rapor Pemain Inter: Gol Roket Sucic Tak Cukup, Arsenal Pulang Tersenyum
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:06
-
Man of the Match Sporting CP vs PSG: Luis Suarez
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:19
-
Man of the Match Inter vs Arsenal: Gabriel Jesus
Liga Champions 21 Januari 2026, 07:05
-
Man of the Match Bodo/Glimt vs Man City: Jens Petter Hauge
Liga Champions 21 Januari 2026, 06:51
-
Man of the Match Real Madrid vs Monaco: Vinicius Junior
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:51
-
Hasil Copenhagen vs Napoli: Partenopei Gagal Menang Meski Unggul Jumlah Pemain
Liga Champions 21 Januari 2026, 05:29
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






