Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27

Gia Yuda Pradana | 18 Agustus 2026 07:19
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Pemain Arsenal, Mikel Merino (tengah), melepaskan tembakan dalam pertandingan Premier League melawan Manchester United, Minggu (25/1/2026). (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Bola.net - Manchester United masuk jajaran penantang Arsenal dalam perburuan gelar Premier League 2026-27. Berdasarkan 10.000 simulasi model superkomputer Opta, Arsenal memimpin peluang 38 persen, disusul Manchester City 20,5 persen.

Arsenal mempertahankan fondasi yang mengantarkan gelar musim lalu, menyapu Community Shield lewat kemenangan 3-0 atas Manchester City. Mikel Arteta menutup musim 2025-26 dengan 85 poin dan hanya kebobolan 27 gol.

Advertisement

Di belakang dua favorit, persaingan tetap terbuka bagi Liverpool, Manchester United, Chelsea, Aston Villa, dan Tottenham Hotspur. Namun, beberapa kandidat masih harus beradaptasi dengan pelatih baru atau komposisi skuad yang berubah.

1 dari 3 halaman

Peta Persaingan: Arsenal Unggul Berdasarkan Simulasi Opta

Arsenal berbekal kontinuitas taktik dan personel utama untuk mempertahankan mahkota liga. Dengan 38 persen peluang juara menurut Opta, The Gunners unggul jauh dari rival terdekat.

Stabilitas menjadi modal kunci setelah musim 2025-26 diakhiri dengan 85 poin dan rekor pertahanan hanya 27 kali kebobolan. Kemenangan 3-0 atas Manchester City di Community Shield mempertegas kesiapan mereka memasuki musim baru.

Namun, cedera yang menimpa William Saliba berpotensi mengubah peta kekuatan. Kondisi itu dapat membuka peluang bagi Manchester City dan para pengejar lain untuk mempersempit jarak sepanjang kompetisi.

2 dari 3 halaman

Manchester United Mulai Menjanjikan di Era Michael Carrick

Manchester United diproyeksikan memiliki peluang 6,2 persen untuk menjadi juara. Angka tersebut didukung tren positif pada periode terakhir musim lalu di bawah Michael Carrick.

Carrick mengumpulkan 39 poin dari 17 pertandingan sebagai pelatih interim, tiga poin lebih banyak daripada Arsenal pada periode yang sama. Ia kemudian ditetapkan permanen pada Mei dan membawa United finis ketiga serta kembali ke Liga Champions.

Musim ini, kedatangan Youri Tielemans dan Andrey Santos memperkuat lini tengah untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat. United mengusung konsistensi sebagai modal untuk menjaga peluang bersaing di papan atas.

3 dari 3 halaman

Tantangan Pesaing Lain: Manchester City, Liverpool, Chelsea, Tottenham

Manchester City berada di posisi kedua favorit dengan peluang 20,5 persen menurut Opta. Kepergian Pep Guardiola setelah 10 tahun serta 20 trofi menandai era baru bersama Enzo Maresca yang masih menyisakan tanda tanya.

City juga akan kehilangan Rodri yang menuju Barcelona dengan nilai transfer £65,4 juta (sekitar Rp1,43 triliun), Bernardo Silva, John Stones, dan Nathan Ake. Sebagai respons, mereka memecahkan rekor transfer klub dengan merekrut Elliot Anderson dari Nottingham Forest senilai £116 juta (sekitar Rp2,54 triliun).

Liverpool menempati urutan ketiga dalam prediksi Opta dengan peluang 9,2 persen. Pergantian Arne Slot dengan Andoni Iraola serta kepergian Mohamed Salah membuat The Reds perlu membangun kembali lini depan.

Alexander Isak hanya mencetak empat gol pada musim debutnya setelah didatangkan dari Newcastle. Florian Wirtz juga dituntut meningkatkan kontribusinya agar Liverpool mampu memperkecil jarak dengan Arsenal.

Chelsea memiliki peluang 4,1 persen usai menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru. Alonso mendapat dukungan belanja hampir £350 juta (sekitar Rp7,66 triliun), termasuk Morgan Rogers dari Aston Villa dengan nilai sekitar £117 juta (sekitar Rp2,56 triliun).

Tanpa kompetisi Eropa, The Blues berpeluang memaksimalkan sistem 3-4-2-1 yang mengandalkan Cole Palmer, Rogers, dan Joao Pedro. Tottenham juga patut diperhitungkan dengan peluang 2,9 persen setelah Roberto De Zerbi memperkuat skuad melalui transfer Sandro Tonali senilai £100 juta (sekitar Rp2,19 triliun).

Arsenal tetap menjadi favorit karena kesinambungan pelatih, kerangka pertahanan, dan pengalaman juara. Namun, jika momentum terganggu, peta persaingan dapat bergeser dan membuka jalan bagi Manchester United serta para penantang lain untuk mengincar celah sepanjang musim.

Sumber: Sports Mole

LATEST UPDATE